000
"Aa mau kemana?"
"Ke panti, bun!"
Hara, sang ibu dari tiga anak itu tersenyum.
"Aa ke panti sama siapa?" tanya Hara pada anak keduanya yang baru menginjak usia 10 tahun.
"Sendirian"
"Bunda temenin aja, ya?"
Guntur, anak itu menggeleng cepat.
"Guntur cuma mau main aja kok, bun"
"Sama Ola?"
Dia mengangguk, "Mungkin? Guntur cuma ajak Oja aja, tapi Ola suka tiba-tiba nongol" cibirnya.
Hara terkekeh.
"Aa gak boleh gitu! Ola juga kan temen Aa, bahkan Ola lho yang ngenalin Aa ke Oja"
"Iya. Yaudah Guntur berangkat dulu"
---
"Guntur kenapa, nak?"
Hara jelas terkejut dengan kedatangan putra keduanya yang baru saja menginjakkan kakinya ke rumah dengan keadaan yang jauh dari kata baik-baik saja.
Anak 10 tahun itu berlari ke pelukan sang ibunda dan menumpahkan kesedihannya.
"...Oja... Meninggal..."
----
"Guntur!!!"
Guntur memeluk gadis itu dengan erat, mencoba untuk saling menguatkan.
"Kenapa bisa, Ol?"
Gadis yang masih dalam pelukannya itu menggeleng.
"Moza..." lirihnya.
Mereka hanya dua anak 10 tahun yang sedang kehilangan sahabatnya secara tiba-tiba.
Maksudnya, kenapa harus secepat ini?
"Ola... Jangan tinggalin aku..." ucap Guntur disela-sela pelukan itu.
"Gak akan!"
---
"Kamu kenapa sama Ola?"
"Gapapa" ucapnya sebelum melengos pergi ke kamarnya.
"Guntur kenapa?"
Pertanyaan dari kembarannya itu yang bisa Guntur dengar sebelum dirinya benar-benar meninggalkan ruang tamu.
---
"Guntur!"
"Jangan pegang!"
Guntur menepis kasar tangan mungil yang hendak mencekal pergelangan tangannya.
Gadis itu meringis.
"Aku gak--- aku... Aku..."
"Apa? Lo mau bilang apa? Aku anak pembunuh?"
Deg.
"...Kamu?"
"Pertemanan kita cukup sampe hari itu aja. Mulai sekarang hidup seolah-olah kita gak pernah saling kenal"
---
"Stop, Yol! Lo kelewat batas"
"Aku cuma berteman sama Bintang. Apa yang salah dari itu, Guntur?"
YOU ARE READING
Guntur
FanfictionManusia itu kehilangan dulu baru menyesal, katanya. ©kaladisa, 2O25
