• • •
Dengan penampilan yang kacau, gadis itu berlari dengan rasa takut, diiringi isak tangisnya. Tubuhnya yang kecil, dengan rambut terurai, berlari tanpa alas kaki. Keningnya terluka dan mengucurkan darah, sementara hujan terus mengguyur, membasahi seluruh tubuhnya.
Di tengah derasnya hujan yang disertai gemuruh petir, ia berlari sekuat tenaga, berusaha melarikan diri dari seorang pria yang terus mengejarnya. Pria itu berpakaian serba hitam, dengan wajah tertutup kain dan kepala terlindung tudung, menciptakan aura misterius sekaligus menakutkan.
Ia tidak berlari, hanya berjalan santai, seolah tidak sedang mengejar siapa pun. Namun, langkahnya yang lebar membuatnya dengan mudah tetap mengikuti jejak gadis kecil itu, tak membiarkannya lepas dari pandangan.
Pria itu sengaja membiarkan gadis itu berlari sekuat tenaga, seolah memberinya harapan untuk melarikan diri. Namun, baginya, semua itu hanyalah permainan—karena pada akhirnya, ia tahu gadis itu tak akan pernah bisa lolos.
Gadis itu terus berlari, mengerahkan sisa-sisa tenaganya. Namun, semua usahanya sia-sia. Dalam sekejap, pria itu berhasil menangkap tubuh kecilnya dengan mudah.
Tubuh gadis itu gemetar hebat saat sebuah tangan tiba-tiba merengkuhnya dari belakang.
“K-Kumohon… lepaskan aku…” ucapnya lirih, suaranya bergetar di antara isak tangis yang tertahan.
Dari balik kain yang menutupi sebagian wajahnya, pria itu menyeringai—sebuah ekspresi penuh kepuasan yang mengerikan.
“Mau lari ke mana?” bisiknya dengan seringai menakutkan, seolah menikmati ketakutan gadis itu.
• • •
YOU ARE READING
The Price Of Obsession
FanfictionHidupnya yang dulu tenang kini berubah menjadi mimpi buruk. Keceriaannya sirna, digantikan kemuraman dan keterkungkungan. Semua itu terjadi sejak kedatangan seorang pria dengan kelakuan bejatnya yang tak terduga-seseorang yang berhasil mengubah selu...
