BLACK DRAGON|01

497 105 72
                                        

Hi apa kabar kalian semua?? Saya harap kalian semuanya baik yah.

Gini, kalau kalian udah baca cerita ini jangan lupa vote yah. Karena kan tangan dan jari-jemari kalian semua masih utuh dan berfungsi, kalian janganlah menjadi pembaca gelap. Cukup kehidupan kalian yang gelap, ceritaku jangan...!

Hahaha, selamat membaca sayang" ku 🤭😁

{Happy Reading}

•••••

Jam 02:00 dini hari, terlihat sekelompok lelaki bertubuh besar dengan kumis yang lebat dan panjang, aihh sebut saja mereka preman.

Para preman itu memang selalu nongkrong di depan Alfamart, apa yang mereka lakukan?? Tentu saja membuat kacayu, seperti memalang orang-orang yang lewat, bersiul-siul jika ada perempuan yang lewat, bahkan yang lebih parah mereka terkadang membentak kakek-kakek dan nenek-nenek.

"Apakah aku harus lewat sana? Disana sangat banyak preman, kata orang-orang mereka berbahaya. Apalagi ini sudah sangat malam, harusnya aku mendengarkan kata Bunaa" gumam seorang gadis yang memegangi payung pink nya dengan erat. Kebetulan saat ini sedang gerimis.

Gadis itu terus saja memperhatikan tempat para preman itu, "Gak ada pilihan lain, pasti bisa" gumamnya menyemangati dirinya.

Gadis itu terus berjalan sambil menunduk, dan berdoa di dalam hati agar Allah mempermudah jalannya untuk pulang. Bibir mungilnya komat-kamit membaca doa agar selamat dari preman ini.

"Cihuyyyy! Cewek, sendirian aja nih? Mau Akang temenin gak? Di jamin kamu gak akan bosen sama Akang, nanti Akang kasih permen" goda salah satu preman yang melihatnya lewat.

'Yaallah, jauhkanlah hamba dari marabahaya' batinnya terus berdoa.


Salah satu preman yang melihat Ayana hanya diam dan melanjutkan jalannya tak Terima karena bosnya di abaikan oleh Ayana.

"Wahh Bos! Parah ini, masa lo di cuekkin Bos"

"Kur*ng aj*r" umpat nya.

Bos preman itu langsung melangkah mendekati Ayana, lalu menarik pergelangan tangan Ayana dengan kasar dan menghempaskan tubuh mungil Ayana di pinggir aspal.

Ayana tentu tidak bisa melawan, kejadiannya begitu cepat sehingga Ayana tidak bisa menghindar. "Kamu mau apa? Jangan deket-deket sama aku" larang Ayana.

Sedangkan preman itu tak mendengarkan larangan Ayana, preman itu malah semakin mendekati Ayana dengan senyum smirk. "Siapa lo larang-larang gue? Di lihat-lihat badan lo bagus juga"

"Mumpung sepi Bos sikat aja" celutuk salah satu anggota preman tersebut.

Ayana yang mendengar itu langsung panas dingin, keringat mulai membasahi pelipisnya. Ia cemas, ia tak tahu harus apa. 'Ya Allah jika memang ini takdir aku, aku serahkan padamu saja ya Allah' batin Ayana menutup matanya saat preman itu mulai mendekati wajahnya.

"Belum apa-apa aja lo udah berkeringat, apalagi kalau ada gue apa-apain" ucap preman tersebut.

"J-jangan deket-deket aku" gumam Ayana.

BLACK DRAGON {End}Những tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ