Hujan deras mengguyur kota Bandung malam itu, membasahi jalanan dan memantulkan kilau lampu dari kendaraan yang melintas.
Di rumah kecil di sudut kota, kehangatan sederhana masih terasa, meski suasana telah lama berubah sejak tragedi itu datang.
Mahen duduk di meja makan, berhadapan dengan setumpuk dokumen dan juga catatan keuangan. Wajahnya yang lelah menunjukkan betapa berat tanggung jawab yang kini ia pikul.
Usaha keluarga yang dulunya dijalankan oleh kedua orang tuanya, sekarang ada di tangannya. Sebagai anak pertama, ia harus memastikan adik-adiknya tetap hidup dengan layak, meskipun ia sendiri sering merasa tersesat di tengah kekacauan yang mereka alami.
Di ruang tamu, Noah dan Naveed duduk bersandar di sofa, tertawa kecil saat menonton film favorit mereka. Bagi mereka, momen seperti ini adalah pelarian sementara dari kenyataan.
Noah, yang selalu menjadi sosok kakak pelindung bagi Naveed, tampak sesekali melirik saudara kembarnya. Naveed, dengan senyumnya yang hangat, terlihat sehat dan bahagia, seolah-olah tidak ada yang salah dalam hidup mereka.
Sejak kecelakaan itu, rumah ini tak pernah sama. Kehilangan kedua orang tua mereka yang begitu mendadak, menyisakan ruang kosong yang tak terisi.
Mahen tahu ia harus kuat untuk adik-adiknya, meski beban tanggung jawab sering terasa terlalu berat.
Saat itu, ia belum tahu bahwa badai lain akan datang. Badai itu lebih besar dan lebih menghancurkan.
Sebuah rahasia yang tersimpan di dalam darah mereka, menunggu untuk muncul dan menguji seberapa kuat keluarga kecil ini bisa bertahan.
Malam itu, hujan terus turun, seolah memberi peringatan kepada mereka bahwa ketenangan mereka takkan berlangsung lama.
✨✨✨
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Raka Mahendra Bramantya (25 Tahun). Anak pertama dari keluarga Bramantya. Sibuk ngurus kerjaan jadi nggak sempet pacaran. Biasa dipanggil Kakak kalau dirumah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Noah Satya Bramantya (17 Tahun). Anak kedua dari keluarga Bramantya. Punya adik kembar beda 3 menit. Biasa dipanggil Abang kalau dirumah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Naveed Aditya Bramantya (17 Tahun). Anak bungsu keluarga Bramantya. Pinter masak mirip Ibu. Biasa dipanggil Adek kalau dirumah.