PROLOG

27 3 0
                                        

Seyra adalah seorang gadis cantik yang dikenal angkuh, arogan  dan kejam yang selalu membully Perempuan yang mendekati tunangannya yang  angkah Sagara  yang membuatnya di benci banyak orang. Sampai suatu  angka Sagara menyatakan perasaannya  kepada seorang gadis yang  angkah Mentari di depan semua orang. Seyra yang melihat itu merasa marah \, kecewa dan sakit hati. Dengan perasaan sakit hati yang teramat sangat Seyra akhirnya pergi dari lapangan tempat  angka  Sagara menyatakan perasaannya kepada gadis lain. Seyra terus berlari menjauh dari kerumunan  lapangan bahkan  angka menabrak orang – orang tapi Seyra tidak peduli dia terus berlari menuju parkiran dan bergegas masuk ke dalam mobilnya.
Seyra terus mengendarai  mobilnya dengan kecepatan di atas rata – rata, banyak pengendara yang meneriaki dirinya tapi Seyra tidak peduli dia terus melajukan mobilnya sambil menangis. “Apa salahku tuhan ? Kenapa kau sangat tidak adil  angka ? padahal aku hanya ingin mempertahankan apa yang menjadi milikku. Tapi, kenapa mereka semua sangat  membenciku.” Batin Seyra sambil terus  menangis terisak – isak 
Seyra mencengkram setirnya dengan kuat dan terus menginjak pedal gasnya, tidak memedulikan orang – orang yang mengumpatinya. Seyra merasa dadanya sangat sesak,.Mungkin jika Perempuan itu bukan Mentari yang mana dia adalah saudara tirinya Seyra masih bisa menerima, Akan tetapi  angkah n yang di cintai oleh Gara adalah Mentari.Lagi dan lagi Seyra  angkah kalah oleh saudara tirinya dalam cinta dan kasih saying orang – orang di sekitarnya    . Bahkan untuk seseorang yang di cintainya saja Seyra tidak bisa mendapatkannya. Dia merasa tuhan sangat tidak adil. Seyra terus menangis dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata – rata hingga tiba – tiba terdapat sebuah mobil truk yang melaju di depannya.
Seyra yang masih larut dalam emosi dan air mata, terlambat menyadari truk besar di depannya. Jarak yang terlalu dekat membuatnya panik. Dengan refleks, tangannya memutar setir ke kiri, namun mobilnya malah kehilangan kendali.
“BRAK!!”
Suara benturan keras menggema di jalanan. Mobil Seyra berputar tak terkendali, menghantam pembatas jalan sebelum akhirnya terguling beberapa kali. Kaca depan pecah berkeping-keping, serpihan logam berserakan, dan alarm mobil berbunyi nyaring di  angka kekacauan.
Seyra merasakan kepalanya berdenyut hebat. Darah hangat mengalir dari pelipisnya, pandangannya kabur. Di  angka kesakitannya, samar-samar dia mendengar suara  angkah kaki mendekat dan teriakan orang-orang yang mulai berkerumun.
“Ada kecelakaan! Panggil ambulans!”
Tubuhnya terasa lemas, tangannya gemetar. Nafasnya tersengal-sengal, berusaha tetap sadar. Namun sebelum semuanya gelap, satu nama terlintas di benaknya—Mentari.
Seyra tersenyum miris sebelum akhirnya tenggelam dalam kegelapan yang menyelimuti.
Itu adalah hal yang terakhir kali ia ingat setelah sadar dari koma  adalah saat ia mengalami kecelakaan karena menyaksikan Gara yang sedang  menyatakan perasaannya di Tengah lapangan pada Mentari. Akan tetapi,  kenapa setelah dia bangun dari komanya begitu banyak orang yang sedang menunggunya bahkan ada Ayahnya dan tunangan bajingannya ada disini.
Gara yang melihat Seyra sudah sadar merasa sangat senang dan segera bergegas menghampirinya dengan penuh semangat “ Seyra , akhirnya kamu Kembali” kata Gara nada bergetar.

Ini Cerita pertama aku. Jangan lupa Vote

SeyraWhere stories live. Discover now