|Adel Harlan Natio |

11.5K 318 17
                                        

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

The HeireesOf Dirgantara Group

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

The Heirees
Of Dirgantara Group

The Heir
Of Natio Corporation

So?

Suara alarm di kamar menggema dengan nada monoton.

Pukul 06:30 pagi, tapi tubuh di bawah selimut tebal itu tetap tak bergerak.

Di luar kamarr, suara ketukan pintu terdengar.

kakaknya yang sudah siap dengan seragam dokternya, berdiri sambil mengetuk keras.

"del! Bangunn!, udah jam setengah tujuh! Kamu mau jadi murid baru yang telat pas hari pertama huh?"

teriak Shani dengan nada kesal.

Tak ada jawaban. Shani menghela napas panjang, membuka pintu dengan paksa, dan berjalan mendekati tempat tidur Adel.

Selimut masih menutupi kepala sang adik.

"Adel Harlan Natio, kalau kamu gak bangun sekarang, kakak bakalan-"

Shani tak melanjutkan kalimatnya. Sebagai gantinya,

ia menarik selimut itu dengan satu gerakan cepat.

Di baliknya, Adel tampak berguling ke arah lain, setengah mengigau.

"Sepuluh menit lagi,kak..."

gumamnya dengan suara berat.

"Sepuluh menit apaan! Ini udah setengah tujuh! Kamu mau sekolah atau mau kakak telfon Mama biar semua aset kamu di bekuin?"

ancam Shani, kali ini lebih serius.

Adel akhirnya membuka matanya perlahan.

Wajahnya yang selalu terlihat cool meski baru bangun tidur kini dipenuhi ekspresi malas.

Ia duduk dengan rambut acak-acakan, menguap lebar.

"eungh..iyaa..aku bangun,"

balasnya sambil menggaruk kepalanya.

𝐁𝐞 𝐌𝐢𝐧𝐞! (𝙕𝙚𝙚𝙙𝙚𝙡)✅Stories to obsess over. Discover now