siji

9 1 0
                                        

Haiii setelah sekian lama aku pikir-pikir aku mau publik cerita ini. Dari sekian banyaknya cerita yang ada di dref aku. Aku pilih cerita ini buat dipublik.

Okeyy sebelum itu kenalin dulu aku nai kalian bisa panggil aku pioo. Udah gitu aja selamat membaca.


"Assalamualaikum,"salam gadis berbaju pramuka. Sebut saja ia Annya, lebih tepatnya Quinby Lavannya Zalenska.

Ayo kenal lebih dekat dengan Annya, ia merupakan siswi dari SMA Banyu Biru. Gadis dengan ciri khas gingsulnya disebelah kanan, memiliki kapasitas otak yang mungkin bisa dibilang cerdas,tak lupa juga ia selalu memakai sehelai kain diatas kepalanya atau bisa disebut hijab. Ia merupakan anak terakhir dari dua bersaudara.

Ia berjalan memasuki rumah setelah memarkirkan motor bebeknya.

Annya mencolek lengan sang kakak,"Wih bumil rajin banget nih."ucap tengil Annya.

"Ga usah mulai deh." sebal Savita atau yang kerap dipanggil Vita.

Savita Anindiya kakak kandung Annya.Mantan TKW dari Jepang, dan dengan uang kerja dari Jepang ia bisa membuka kreting kecil-kecilan yang di bantu ibunya tak lupa adik tersayangnya.Dia sedang mengandung anak pertama,Aldi prasetyo adalah suaminya yang sekarang sedang berkerja di luar kota. Maklum saja Aldi merantau ke luar kota karena penghasilan di desa tidak mencukupi kebutuhan dia dan istrinya apalagi istrinya yang sedang hamil lima bulan.

Annya mengambil duduk disebelah sang kakak,"Sensi banget."dumel Annya.

"Ann, ga liat nih kakak lagi pegang apa?" ucapnya lembut sambil mengkat tangannya yang memegang pisau.

Annya mengkat tangannya dan membentuk menjadi huruf 'v', "Mian kakak kyuuuu."

"Udah kamu nggak usah gangu kakakmu,ganti baju gih lanjut bantuin ibu bikin pesanannya Bu Tuti."titah lembut Alya. Mengelus lembut kepala sang anak yang terbalut jilbab.

"Assiyapppp boss."ucapnya riang, sambil berpose hormat.

Satu hal yang harus kalian tau Annya itu anak yang riang jikalau ia bersama orang yang sefrekuensi dan orang yang sudah lama ia kenal.

Sesampainya dikamar, Annya meletakkan tas, mengeluarkan buku-bukunya dari tas lalu menaruhnya ke tempat yang seharusnya.Annya mengganti pakaiannya menjadi kaos hitam berlengan panjang dan celana trening panjang tak lupa pula jilbab yang selalu bertengger cantik dikepala sang gadis.

"Ibu, Annya bantu apa nih?"tanya Annya.

Alya mengambil satu kanton kresek kentang menyerahkannya pada Annya, "Kupas lalu potong dadu, jangan lupa rendam sama air."

"Okeyy bosss."

Annya mulai mengerjakan tugasnya,sekali-kali ia menyanyikan lagu asal-asalan.

"Mati-matianku membela mu didepan mereka, walau sakit ku percaya kau beda dari lainnya, sakit-sakitnya ku dibohongi sayang ini tetap sama,tuhan ini cinta atau bodohhhhhhh."Annya menyanyi dengan asal-asalan tak lupa suara merdunya, alias merusak dunia.

"Isa nyanyi ra sih?"ucap sebal Vita.
(bisa nyanyi ga si?)

"Sebenere sii isa tapi wedi mbok kowe tercengang mendengar suara merduku."ucap Annya tak lupa dengan centilnya.
(sebenarnya si bisa tapi takit kalo kamu tercengang mendengar suara merduku)

Vita melirk sinis sang adik,"Halah cangkemu kuwi."

"Ana apa iki? kok ribut-ribut. Kowe juga Vit,di jaga ucapane."saut sang kepala keluarga yang datang dari pintu belakang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 08, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NakulaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang