Pemuda ayu itu menghipnotis penglihatan Januar yang sedang melihat-lihat sanggar milik ibunya, sampai-sampai dia mengabaikan panggilan dari ibunya itu, dia ini laki-laki kan? Tapi kenapa ayu sekali? Rambutnya dibiarkan Memanjang sampai kebahu dengan hidung bengjr yang sangat... duh hati januar berdebar-debar melihatnya.
"Nang, kamu dengerin buk'e gak sih?" Sedari tadi ibunya berbicara panjang lebar namun tidak di gubris anak sulungnya itu.
"Ibuk, anak lanangmu akhirnya nemu jodohnya buk" seraya menatap manusia yang sedang mengajar di sanggar tari ibunya itu
"Bima namanya nang, buk'e juga suka sama dia nang kepribadiannya ayu seperti wajahnya, anggun sekali" ibunya itu juga menatap kearah bima yang tampak tersenyum saat mengajari anak-anak yang kesusahan dalam menghapal gerakannya itu "dia guru baru disini, baru beberapa hari. Kemarin dia menemui ibu, katanya dia mencari pekerjaan, kebetulan buk Darsih sedang cuti karna kita kekurangan guru penari, ibuk tawarkan dia jadi guru penari, ternyata dia menyanggupinya dan ya seperti yang kamu lihat, dia pandai sekali dalam hal menari"
Jari lentik dari pemuda itu benar-benar membuat januar gila akan pikirannya, terpesona akan rupanya, senyumannya, jari lentiknya, tawanya yang kadang muncul. Ah dia saat ini jadi ingin memutar musik berjudul 'asmaranala'
"Buk ngapunten, januar mau menghampiri pujaan hati dulu"
Kata januar sambil mencium tangan ibunya itu
"Nggeh, ndang keburu diselak uwong ngko"
Katanya sambil menyuruh anaknya Untuk pergi
Januar akhirnya pergi dari hadapan ibunya untuk menghampiri pemuda ayu. Di pikirannya seperti ada alunan musik
'Sumawor cahyo lintang
Asri rinenggo neng awang-awang'
Angin menerpa rambutnya yang panjang itu dengan indah, rasanya Januar saat ini ingin teriak saja. Karna terlalu menggagumi Wajah ayu itu sampai-sampai tidak sadar bahwa tubuhnya ini sudah didepan sang pemuda yang dia lihat dengan tatapan kagum itu.
"OOMM JANUU" Ucap seorang anak kecil yang memanggil januar sambil berlari dan merentangkan tangannya tanda untuk digendong
"Loh kok kamu disini dek?" tanya januar ke pada anak yang bernama mentari ini
"Tari diajak ibuk om, disuruh belajar tari, padahal mentari gak mau. Tapi mentari lihat bukan buk darsih yang mengajari, tapi mas cantik jadi tari mau" jelasnya sambil memerka gigi yang rapih itu
"Baik gak dek, masnya?" Tanyanya pada anak kecil itu
"Baik om, masa adek salah tadi dia senyum ajaa. Kalo sama buk darsih aku udah diplototin om" katanya
Mentari ini keponakan januar, Anak dari Adiknya januar. Dia dilangkahi adiknya sendiri kasihan sekali, sudah dijodohi oleh temen ibu dan ayahnya masih saja menolak, alasannya 'buk pak, januar Gak cocok sama dia' yah ibu dan ayahnya Januar akhirnya menyerah sendiri untuk menjodohkannya oleh temannya itu.
------------------------------------------------------------------------------------------
Tbc
YOU ARE READING
ASMARANALA
General FictionGayuh Januar Prakasa as Jes jespipat Tilapornputt Bima Adhitiya as Wichapas Sumettikul (Bible) cerita karangan sendiri keraton jawa bahasa Selingan
