Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

prolog

526 13 0
                                        

🕊🕊🕊🕊🕊

9 tahun yang lalu

"Lepasin gara abang!!" berontak Sagara saat Antariksa hendak membawa nya menemui Askara

"Nggak mau!! Gara gak mau!!!" Sagara bersikeras tidak mau ikut bersama dengan Antariksa

"Gara jangan berontak terus, hey gara" ucap Antariksa sama sekali tidak didengar oleh Sagara

"Gara dengerin abang dulu" entah sudah yang keberapa Antariksa memanggilnya namun Sagara masih memberontak, sampai di depan tangga Askara sudah menunggu nya di bawa dengan tangan yang terlipat di dapan dada pandangan laki-laki itu sangat menyeramkan untuk anak seusia Sagara

"Gara berhenti memberontak" tegur Askara tegas

"Nggak mau abang gara gak mau!" tampa Sengaja Sagara mendorong tubuh Antariksa hingga remaja itu terjatuh kebawa

"ANTARIKSA!!!" teriak Askara saat melihat tubuh Adik nya menghatamkan keras nya lantai, kepala nya bocor darah mengalir dimana-mana

"Bang Anta...." tubuh Sagara terasa begitu bergetar sekarang, Askara langsung mengecek keadaan adik nya itu namun dia sama sekali tidak bisa merasakan detak jantung maupun nadi dari Antariksa

"Pembunuh!" teriak Askara pada Sagara, ia langsung menggendong tubuh Antariksa, pergi dari sana

"Nggak Gara bukan pembunuh" guama anak kecil itu dia bener-bener ketakutan sekarang

🕊🕊🕊🕊🕊

Setelah kejadian 9 tahun yang lalu tepat nya setelah Antariksa meninggal dunia, Sagara seperti di asing kan oleh kelurga nya sendiri.

"Bang Gara ayo sarapan bareng sama zura" ucap seorang anak kecil berusia 10 tahun Azura Canika Dirgantara adik dari Sagara

"Abang maka di sekolah aja nanti" ucap Sagara dia langsung pergi dari sana tampa menunggu waktu yang lebih lama lagi

"Sagara...." lirih Alula, Askara sama sekali tidak menoleh pada putra nya itu, entah kenapa rasa benci itu tumbuh semakin besar

"Pagi mommy Lula pagi Daddy Askara, pagi juga Zura" sapa hangat Haika anak dari Luna yang seperti nya dia mencari Sagara

"Pagi Kal" ucap Askara

"Pagi, udah sarapan belum sini sarapan barang" ucap Alula pada keponakan nya itu

"Pagi abang Haikal" sampai Azura

"Haikal udah sarapan ko mommy, Gara udah berangkat ya" tanya Haikal, yang hanya di balas anggukan oleh mereka

"Ouh ya udah kalo gitu Hikal nyusul Gara dulu" ucap Haikal, dia langsung pergi menyusul Sepupu nya itu

🕊🕊🕊🕊🕊

"Belum sarapan kan pasti" ucap dua orang gadis yang meletakkan dua kota bekal di depan Sagara, Sagara mendongak dan mendoati dua putri dari sahabat ayah nya yang harus dia dan sahabat laki-laki nya jaga

"Makan dulu gara, jangan langsung rebahan di kelas" ucap salah satu nya Alena nama nya dia si paling lembut banget poko nya

"Nanti aja sarapan nya, sekarang gua gak laper" ucap Sagara

"Gak laper apa nya, gak ada Gara harus makan sekarang!" berbeda dengan Alena yang lebih kaka nya Aletta tidak bisa mengeal kata Lembut, dia sangat bar-bar

"Iya iya" ucap Sagara, mau tak mau dia harus menurut pada dua cewek ini kan

"Yoo pagi" sapa dua orang yang memiliki waja serupa mereka adalah si kembar yang gak bisa dibedakan, tapi mereka yang sudah bersahabat lama dengan kedua orang itu pasti bisa membedakan nya

"Pagi abang, eh Arkan mana? Gak bareng sama kalian?" tanya Alena

"Ada di belakang langsung nungguin si Alva" ucap Arjuna

"Ouh" hanya itu respon dari adik sepupu nya

"Melas amat muka lo gar, di paksa lagi ya sama Aletta" ucap Areksa kembaran Arjuna

"Hmm" jawab Sagara

"Gua maksa juga untuk kebaikan dia yah bang" ucap Aletta

"Iya iya" ucap mereka dari pada tuh anak ngambek

🕊🕊🕊🕊🕊

"Gara" sapa seorang gadis pada nya, Sagara terseyum pada gadis itu

"Kamu sendirian di sini?" tanya gadis itu Sagara mengangguk

"Kebiasaan banget kamu mah" ucap Aruna

"Hhaha, mau gimana lagi na? Cuma tempat ini yang bikin gua nyaman" ucap Sagara

"Atap sekolah emang bikin nyaman sih" ucap Aruna dia merebahkan tubuh nya disana, Sagara juga ikut-ikutan, dia menjadikan tangan nya sebagai bantalan untuk gadis di samping nya itu

"Gara kalo ada masalah tau kan harus apa?" ucap Aruna

"Cerita sama Runa, Telpon Runa, temuin Runa" ucap Sagara, Aruna terseyum pada kekasih nya itu

"Gitu dong, sekarang cerita ada apa" ucap Aruna

"Gak ada apa-apa" ucap Sagara

"Jangan bohong Gara" ucap Aruna sedikit menekankan kata nya

"Siapa yangg bohong, gak ada yang bohong di sini" ucap Sagara meyakinkan

"Beneran ya" ucap Aruna

"Beneran" ucap Sagara

🕊🕊🕊🕊🕊

Halo kembali lagi sama aku dalam cerita baru dan judul baru :) moga kalian semua suka ya guys dan tolong tinggalkan jejak kalian dengan cara

(Vote komen Follow)

Geratis ko :)

Sagara Stories to obsess over. Discover now