Ulang Tahun Fourth

389 8 1
                                        

"Lo yakin mau tunggu sendiri? Mau gue temenin?"

"Gak usah, gue sendiri saja nanti Gem malu kalo ada lo."

"Fot, lo yakin Gem bakalan datang? Kok gue gak yakin sih?"

"Gue yakin, kemaren gue bilang sendiri sama Gemini kok."

"Terus dia bilang apa? Bilang iya datang?"

"Gem cuma ngangguk saja."

"Alamak! Itu bukan jawaban yang pati Fot! Bisa saja Gemini itu gak sengaja ngengguk tapi gak tahu lo bilang apa!"

"Masa Gem budek sih gue ngomongnya jelas kok. Sudah sana lo cabut! Gue mau pesen dulu sama waitersnya."

"Ya sudah gue cabut, kalo lo butuh gue atau ada apa-apa lo telepon nanti gue jemput."

"Iya sudah gue bakal pulang sama Gemini."

"Jangan halu ya? Ya sudah. Sekali lagi selamat ulang tahun ya Fot." Phu khawatir dengan sahabatnya tapi ia tetap harus mendukung apa yang diinginkan Fot.

Menurut Phu, belum tentu Gem akan datang di perayaan ultah Fot. Fot sengaja hanya mengundang Gemini ke cafe kesukaannya. Tapi Fot yakin banget Gem akan datang dan wajahnya sangat cerita.

Fot menunggu Gem di meja cafe paling sudut. Pemandangannya sangat indah, kaca di hadapannya menampilkan city light yang cantik berkelip. Fot memilih menu yang paling baik di cafe ini, red wine dan dessert manis kesukaan Gemini. Fourth juga mereques lagu-lagu romantis untukmenghabiskan malam ini.

Dari jam 7 seperti waktu yang Fot katakan, Gemini sudah terlambat 1 jam. Makanan sebentar lagi akan di keluarkan. Juga kue ulang tahun kecil yang disiapkan oleh pemilik cafe nanti menjadi gong acara ulath Fourth. Tapi jam-jam berikutnya berlalu dengan cepat. Fot bolak-balik menengok ke arah pintu menanti Gemini.

Beberapa witers mencoba menghibur Fot dengan membawakan kue tart mini berlilin satu untuk Fot tiup yang keluar lebih cepat. Mereka tahu teman yang di tunggu Fot tak akan datang.

Hingga cafe ini hendak tutup Gemini tak juga datang. Hingga akhirnya waiters membungkus makanan yang sudah dipesan untuk Fot bawa pulang, karena cafe harus tutup.

"Gem, kenapa kamu gak datang? Ada apa Gem?" desah Fot kecewa. Tapi ia tak berpikiran jelek. Fot berpikir kalau Gem mungkin berhalangan karena sakit atau mobilnya mogok.

Fot berjalan gontai menuju halte bis, ia sengaja tak membawa motornya karena yakin Gem akan memberikannya tumpangan.

***

Keesokan harinya Phu menghadang Gemini di lorong sekolah.

"Gem, gue mau bicara sama lo! Sini lo!"

"Apa sih?"

"Kenapa semalem lo gak datang ke cafe? Fot tunggu lo di sana! Tega ya lo! Kalo lo memang gak mau datang lo bilang dong! Jangan bikin Fot nungguin lo!"

"Memang gue janji akan datang? Kenapa hanya gue yang lo marahin? Lo dong temennya hibur dia. Gue semalem gak bisa gue sibuk sama keluarga gue!"

"Lo tahu kan kalo kemaren ultahnya Fot?"

"Ya Fot bilang sama gue, mau ngerayain ultah. Ya silakan saja, gue gak bisa, sama yang lain saja."

"Asal lo tahu ya, kemaren hanya lo yang diundang, bahkan gue gak diundang. Hanya lo! Terus lo gak datang!"

"Mana gue tahu hanya gue yang di undang. Sudah ah, ribet banget sih!" Gem hanya berlalu pergi.

Phu akhirnya melepas Gemini menuju kelasnya. Gemini memang tak pernah menanggapi perasaan Fourth. Tapi Fot dengan gigih terus mengejar Gemini.

Phu mendapati Fot duduk di kursinya dan berusaha untuk tidur tertelungkup di atas meja dengan tangan menyilang sebagai penyangga kepalanya.

MaafCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang