Kasta kah?

831 66 2
                                        

Malam minggu di kediaman keluarga Giuliano. Thorn beberapa kali menghela nafas malas ketika sudah merasa bosen melihat siaran TV yang mulai memunculkan berita terkini.

"Huft, bosen banget," keluh Thorn.

Solar selaku anak bontot yang duduk di depan Thorn pun menjadi pusat tepat untuk bertanya atas kegabutan-Nya.

"Solar, Thorn harus ngapain ya biar ga bosen?" Tanya Thorn

"Yo ndak tau lah kok tanya saya?" ucap Solar santai.

"Huaaaa!!! Bosan!!!" Keluh Thorn setengah berteriak

"Daripada ngeluh terus mending ngelakuin hal yang bermanfaat aja" ucap si bungsu sambil menutup buku novelnya

"Males banget deh, ka Taufan kapan sih ga sibuk? Target kita juga pada sibuk semua kecuali kamu sih" keluh Thorn begitu panjang

Solar selaku korban hanya mengangguk-angguk ya seenggak dia tidak terkena kejahilan dua sejoli ini karena targetnya yang lain sedang sibuk, akhirnya ia bisa merasakan suasana damai bagaikan di pantai sore

"Ish! Ka Taufan ga cape apa diam mulu di kamar" keluh Thorn kembali

"Ya menurut aku sih bagus karena rumah jadi damai" ucap Solar bangkit dan pergi ke dapur

Thorn dan Blaze ikut bangkit dari duduknya, mereka mengekori Solar yang ingin ke dapur

"Kalian ngapain ngikuti aku?" Tanya Solar

"Gabut and laper" ucap Blaze

Ketiganya lanjut melangkah kan kaki mereka ke dapur, mereka bisa melihat Gempa sedang sibuk dengan bahan bahan masakan yang berwarna warni cerah dan menyeramkan

"Ka Gem mau nyemil dong" rengek Thorn dengan wajah memelas

"Aku mau permen ka" pinta Blaze

"Aku kop-" Solar memberhentikan ucapannya ketika melihat aura dan senyum menyeramkan dari Gempa

"A-Aku es teh aja hehe..."

Gempa mengangguk dan menyiapkan semua yang di perlukan adik adiknya dengan senyum lembut di wajahnya.

Di saat mereka sedang asik menunggu Gempa menyiapkan apa yang mereka butuhkan, mereka mendengar langkah kaki mendekat ke arah mereka

"Gempa tolong buatin susu tapi jangan susu manis" ucap Taufan sambil merapihkan rambutnya yang cukup berantakan karena berhari hari tidak di sisir

Taufan duduk dan langsung menyandarkan badannya ke kursi sambil memejamkan kedua matanya yang sudah lelah.

Gempa tersenyum kecil dan menghela nafas meninggalkan rasa khawatir karena pada akhirnya sang kakak keluar walaupun dengan muka sedikit pucet karena kelelahan

"Ka Ufan sakit?" Tanya Thorn

Taufan menoleh sebelum merenggangkan otot ototnya yang mulai kaku

"Sehat, oh iya maaf karena jarang main sama kalian" ucap Taufan sambil mengelus lembut

"Ga papa kok ka" ucap Thorn sambil menikmati elusan di kepalanya

"Tau ga sih ka! Kita tuh bosen banget ga ada kakak, kakak ken- adeh!! Apaan sih Solar?!" Seru Blaze cukup kencang ketika Solar menendang kaki Blaze cukup kuat

"Hahaha... Sabarnya, kakak sebentar lagi tugasnya selesai kok tinggal perbaikan aja" ucap Taufan dengan kekehan pelan

"Oke siap mas bro" ucap Blaze dengan semangat 45

Setelahnya Gempa tiba dengan membawa nampan, ada setengah toples permen sehat, biskuit dan susu, es teh dan susu lagi untuk Taufan sekaligus makan malam

"Eh? Kok sama nasi?" Tanya Taufan bingung

"Kakak terlalu sibuk, liat tuh badan dah ke tulang berjalan" ketus Gempa

"Tapi kan..."

"Tinggal makan kok ribet" ucap si sulung yang baru tiba di dapur

"Yaudah, makasih Gem"

"Sama sama ka"

Taufan kembali ke kamarnya dengan nampan yang di isi begitu banyak makanan dan beberapa jenis pemanis buat sekedar cemilan pengganjal perut

"Ice kemana ka?" Tanya Gempa

"Di kamar Taufan" ucap Halilintar sambil nyolong biskuit Thorn secara diam diam

"Eh? Ngapain?" Tanya Gempa heran

"Entah"

"Ish! Curang banget Ka Ice!" Gerutu Thorn

"Siapa yang curang?"

"Ya kamu lah Ice!" Seru Blaze

"Aku? Kenapa sama aku?"

"Kamu tidurkan di kamar ka Taufan?" Hakim Blaze

"Emangnya ga boleh?"

Gempa yang sudah merasakan aura panas dari keduanya langsung melerai agar tidak ada perabotan rumah yang mahal ini hancur cuma gara gara saling cemburu.

Semuanya makan dengan tenang tanpa ada suara kecuali dentingan antara sendok dan piring aja, dalam kediaman itu Blaze terpikir sesuatu hal yang sangat random

"Aku penasaran deh" angkat suara Blaze

"Soal?" Tanya Solar

"Jadikan yang menempati puncak sebagai saudara paling di takuti itu ka Gempa dan kedua itu ka Hali tapi ka Hali sama Ka Gempa ada ga sih di antara kita yang ka Gem sama ka Hali takutin?" Tanya Blaze penasaran

"Bener juga" ucap Thorn setuju

"Ka Hali sama ka Gem takut sama siapa di antara kita?" Tanya Thorn sama penasarannya dengan Blaze

Halilintar diam sejenak dengan acara makannya sedangkan Gempa nampak merinding mendengar pertanyaan random dari Thorn tersebut

"Kenapa diam ka? Oh! Jadi adanya? Siapa siapa?" Tanya Blaze antusias

Keduanya menghela nafas pasrah

"Ka Taufan/Taufan" ucap keduanya bersamaan

Jawaban keduanya berhasil mendiamkan semuanya dan mereka langsung menatap tak percaya ke kedua kakaknya itu

"Hahahaha, masa ka Gem sama ka Hali takut sih sama ka Taufan hahahaha" tawa Blaze lepas secara spontan

"Kalian belum pernah aja ngeliat dia marah" ucap Halilintar

"Aku setuju sama ka Hali, kalian kalau udah pernah ngeliat pasti gak akan berani macam macam ke ka Taufan" tambah Gempa

"Emang seberapa nyeremin ka Taufan pas marah?" Tanya Thorn penasaran

"Lebih menyeramkan dari iblis" ucap Halilintar santai tanpa mau melihat wajah adik adiknya yang konyol

"Intinya tuh-"

"Gempa" panggil Taufan dari atas

"Iya ka?"

"Kamu udah selesai makan malam belum?" Tanya Taufan takut menganggu

"Udah kok ka, ada apa?"

"Tolong ambilin buku warna aku di mobil dong" ucap Taufan

"Oh oke ka"

"Terimakasih Gem" ucap Taufan dan setelahnya pergi masuk ke kamar lagi

"Udah cepet abisin makan kalian terus kerjain pr" ucap Halilintar meninggalkan meja makan

Solar menghela nafas pasrah dan menyimpan pertanyaan semuanya dalam dalam sampai waktu yang sudah di tentukan

TBC---

Taufan🌪️Stories to obsess over. Discover now