Happy reading!!!
○
○
○
○
Disebuah gang sempit seorang perempuan dengan tampilan yang kotor terduduk bersandar di tembok gang.
Ia begitu lelah hari ini. Di umur 12 tahun ia terbiasa dengan kata kata cacian dan rasa disingkirkan dari orang orang. Ia merupakan seorang pemulung yang bertahan hidup dengan mengambil beberapa sampah di jalanan.
"Bunda, nema capek"
Ucapan lirih yang penuh putus asa yang akan membuat siapapun sedih mendengarnya. Hari ini ia hanya mendapatkan beberapa kardus yang senilai 500 rupiah yang ia belikan aqua gelas kecil.
"Waw lihat apa yang kita temukan"
Seorang pria ber jas putih seperti dokter menatap kearahnya dengan senyuman.
"Hai gadis kecil, apa yang sedang kau lakukan di gang sekecil ini?"
Entah kenapa setiap kata seng keluar dari pria itu terdengar menakutkan. Alarm bahaya mulai berdering dikepalanya ketika pria itu mendekat sambil memasukkan tangan kanannya di saku jas yang ia kenakan.
Nema mulai berdiri dari duduknya berjaga jaga. Namun pria itu terus mendekatinya, tangan kanan yang tersimpan dikantong mulai terlihat dengan sebuah suntikan berisi cairan di sela sela jarinya.
"Mau apa?"
Dengan takut nema mencoba bertanya.
"Ayolah gadis kecil, aku tak akan menyakitimu atau mungkin menyakitimu?"
Ucapan yang begitu ambigu. Nema pun pun mundur perlahan dan segera berlari sekencang kencangnya.
"Cihh ... mencoba berlari, hmmm??"
Pria itu dengan santai memasukkan kembali suntikannya di saku dan mulai mengejar buruannya. Menurutnya itu sangat mudah karena langkah lebarnnya pasti ia akan cepat menangkap mangsanya yang berlari.
"Hahaha ... berhentilah gadis kecil. Langkahmu tak secepat itu bahkan ketika kamu mencoba lebih cepat .... hhahahha"
Nema terus mencoba menjauh meski tak berpengaruh apapun. Sungguh, ia sangat ketakutan saat ini. Apa untungnya menculik anak kecil yang tak punya uang sepertinya.
Brukk!!
"Pfftt ... bhahahah sudah kubilang langkahmu tak secepat itu."
Pria itu semakin terbahak melihat nema yang terjatuh tengkurap di pinggir jalan sepi.
"Hmm ... sekarang izinkan aku menidurkanmu ya."
Pria itu mendekati nema dan menyuntikan cairan ke leher nema yang membuat si gadis kecil itu tertidur pulas.
Nema pov
Nema perlahan membuka matanya, ia pikir semua hanya mimpi namun ternyata ia tidaklah bermimpi. Kini ia bisa melihat ruangan bercat abu abu dan beberapa komputer yang menyala.
Dengan posisi tertidur di brankar dan kedua kaki dan tangan yang terkurung di besi. Tampak diatas langit langit ruangan terdapat kabel yang merambat hingga ke lantai.
Lampu diruangan itu dimatikan membuatnya tak bisa menangkap jelas isi ruangan.
Bipp ... bipp...
Sebuah lampu diatas pintu berkedip kedip menandakan ada seseorang yang akan masuk.
"Haii ... kau sudah bangun?"
YOU ARE READING
ROBOT
Teen Fictionbercerita tentang seorang perempuan jalanan yang dijadikan bahan percobaan manusia robot oleh profesor gila. tak hanya itu ia bahkan dengan sengaja menghapus ingatannya dan menggantinya dengan chip yang berisi ingatan baru.
