BAB 1

17 1 0
                                        


Ghean!" teriak seorang wanita cantik, yaitu Bunda Anastasya Wilona.

Ghean yang mendengar panggilan dari ibundanya langsung bangun dari tempat tidur dan buru-buru ke kamar mandi.

Ibunda Natasya yang berdiri di depan pintu kamar Ghean terus mengomel, "Ghean, bangun nggak? Kalau kamu nggak bangun, Bunda akan menghukum kamu lagi!" katanya sambil membuka pintu kamar.

Ghean yang mendengar dari dalam kamar mandi langsung mandi cepat dan bersiap-siap untuk ke sekolah.

"Bunda, jangan sering marah. Nanti bunda cepat tua," ucap Ghean sambil menyisir rambutnya yang masih basah.

Sang ibunda melotot dan menjawab, "Makanya, jangan sering buat Bunda marah." Ia memberikan tas sekolah kepada Ghean.

Tiba-tiba terdengar suara dari dalam rumah, "Sayang, kamu di mana? Tolong bantu aku memasangkan dasiku!" Itu adalah suara sang ayah, Devan Leonard, pemilik perusahaan Leonard yang sangat besar di Indonesia dan internasional.

Sang ibu menjawab, "Aku di kamar Ghean, Mas!"

Kemudian sang ibu berkata kepada Ghean, "Dengar ya, Ghean. Nanti kalau pulang sekolah langsung ke rumah. Bunda ingin memperkenalkan kamu ke seorang wanita cantik."

"Tapi, Ghean sebentar mau rapat sama teman-teman, Bun," jawab Ghean sambil memakai tas.

"Mau rapat apa sama teman kamu?" tanya sang ayah tiba-tiba.

"Kami mau rapat tentang siapa yang akan ikut balapan malam ini," jawab Ghean.

"Gimana kalau balapannya ditunda dulu, Ghean?" ucap sang ibu. "Soalnya acaranya juga malam ini."

"Betul kata Bunda kamu, Ghean," sahut sang ayah.

"Ghean pikir-pikir dulu, ya," ucap Ghean.

"Sudah, sekarang kamu berangkat ke sekolah. Ini sudah jam 7:20," ucap sang ibu.

"Iya, Bunda. Ghean pergi dulu ya, Bunda, Ayah," ucap Ghean sambil menyalami tangan mereka.

"Hati-hati di jalan. Jangan ngebut, dan jangan bolos!" pesan sang ayah.

"Iya, ayahhh ku yang jelekk," ucap Ghean sambil mencium tangan sang ayah.

"Bye, Bunda, Ayah!" ucap Ghean sambil berangkat.

Dhiana & ghean ( Hiatus )Stories to obsess over. Discover now