Terlibat skandal yang membahayakan karir dan nama baik sebagai aktris, Nayda Saphira terpaksa menikah kontrak dengan aktor papan atas yang paling ia benci, Tama Erlangga.
***
Nayda tak pernah mengira akan membenci aktor yang dulu sangat dia idolakan...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Nayda tak pernah se-fanatik ini mengidolakan seseorang. Sejak awal remajanya, Nayda sangat menyukai aktor yang terkenal dengan bakat dan ketampanan yang memikat—Tama Erlangga.
Gadis berusia tujuh belas tahun itu selalu datang di hari pertama penayangan film yang dibintangi Tama. Membeli apapun barang-barang yang Tama promosikan. Juga rela datang jauh-jauh ke tempat di mana Tama mengadakan fan meeting. Kecintaan Nayda kepada Tama bukan rahasia lagi, semua orang di sekelilingnya mengetahui.
Nayda tak pernah menyangka jika kecintaannya pada Tama malah membawa petaka bagi dirinya.
"Kamu tahu apa hukuman bagi orang yang mengintai dan mengganggu kenyamanan orang?" Pria paruh baya dengan seragam abu-abu itu menodong Nayda dengan tatapan intimidasi. Beliau menambahkan, "Kamu bisa dipenjara atas pasal 'Perbuatan tidak menyenangkan' jika korban mau melanjutkan kasus ini ke pengadilan."
Nayda masih bergeming di kursinya, memandang rok abu-abunya dengan pikiran kacau. Dia masih mengenakan seragam SMA saat tertangkap, dengan hoodie merah menutupi kemeja putih berlogo almamater SMA Cahaya Pelita tertempel di saku dada bagian kiri.
Tak tahu kenapa dia berakhir di kantor polisi untuk tuduhan yang tidak sepenuhnya kesalahannya. Ini adalah kali pertama Nayda menginjakkan kaki di kantor polisi sejak tujuh belas tahun dia hidup.
"Saudara Tama tidak ingin memenjarakan kamu karena kamu masih di bawah umur. Tapi kamu akan tetap dikenakan sanksi denda sebesar lima juta sebagai syarat damai. Juga untuk menjadikan ini pelajaran agar kamu tidak mengulanginya lagi."
Pernyataan polisi di seberang meja berhasil membuat Nayda bereaksi. "Apa, Pak? Lima juta?" Nayda membelalak.
"Kamu gak harus bayar hari ini, saudara Tama memberi kamu waktu satu pekan untuk menyiapkan uangnya," jelas pak polisi, semakin membuat Nayda naik darah.
"Pak, saya gak salah! Saya gak berniat jahat sama Tama Erlangga!" Nayda berusaha menyangkal tuduhan. "Saya adalah fans berat Tama, saya gak mungkin celakai dia!"
Nayda terus memberontak, membuat kehebohan ruang BAP hingga membuat beberapa polisi wanita datang untuk menenangkannya. Namun, pemberontakan Nayda tak membuahkan hasil. Dia tetap kalah dan terpaksa harus membayar denda.
Poster wajah Tama yang memenuhi dinding kamarnya, sekarang bukan lagi hal yang menghibur Nayda. Justru sebaliknya. Nayda ... membencinya.
Dengan pandangan penuh kebencian yang menyorot langsung ke salah satu foto Tama yang dulu adalah favoritnya, Nayda bersumpah, "Suatu saat gue akan berada di tempat lo, dan gue akan buat lo tunduk di hadapan gue."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
⚠️Disclaimer:
• CERITA INI TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ARTIS/PUBLIK FIGUR MANAPUN DI RL!
• JUGA TIDAK HASIL PLAGIAT ENTAH DARI NOVEL LAIN/FILM YANG SUDAH ADA!
• CERITA INI MEMANG MENGANDUNG UNSUR "SATIRE", NAMUN TAK MENYUDUT KEPADA KELOMPOK/INDIVIDU TERTENTU!