|
|
|
Bel pulang sekolah kini terdengar mengisi seisi sekolah. Para murid kini berhamburan, sama seperti lain nya saat ini ruang IPS 1 mulai sepi karena penghuni ruang tersebut satu persatu pergi ke kediaman masing-masing?? Eh... rumah masing-masing.
Rui dengan tergesa-gesa memasukan semua alat tulis ke dalam ransel, lalu pergi meninggalkan kelas, belum sempat melangkah ke arah pintu depan dia di buat kaget, terlihat Hong yi yang bersandar di tembok samping pintu kelas "Sialan!, ngapain lo di sini setan.. ngagetin aja"kesal nya.
Dia hanya tersenyum tipis tak berniat menjawab. Rui mengabaikannya lalu berjalan pergi menyusuri anak tangga, Hong yi tanpa perintah mengikuti Rui hingga parkiran motor.
----
Di parkiran saat ini hanya ada beberapa motor tersisa termasuk motor sport hitam miliknya. "Lo perasaan dari tadi ngikutin gue mulu dah"ucap Rui yang kini duduk di atas motor miliknya.
Dia hanya diam tak menjawab, tapi tubuhnya banding terbalik. Tanpa di perintah kini dirinya sudah duduk di atas motor Rui dengan lihai nya. "Eh..eh apa-apaan nieh ye main duduk-duduk aja?"protes nya memilih turun terlebih dahulu.
"Gue nebeng ya"ucapnya singkat tanpa intonasi nada (kaya lagu aja wkwk).
"Oh.. okeh"balas Rui tak mempermasalahkan toh Hongyi sahabatnya, kasihan juga kalo anak ayam ini di tinggal sendiri mana baru sembuh kan ya, pikir Rui.
----
Hening keduanya melanda, sudah 5 menit motor hitam miliknya melaju, untuk mencairkan suasana Rui akhirnya bersuara dari dalam helm nya. "Lo mau gue anterin sampe mana nih? Tumben gak ama sopir lo kenapa?"tanya nya , suaranya keras sehingga tidak akan tidak mungkin Hong yi tidak mendengarnya, beberapa detik berikutnya tak ada jawaban.
Rui mencoba memperlambat lajunya, "Lo gak papa Yi?"suaranya pelan, tapi ada rasa khawatir.
"Egh..stt gue ga papa kok"balas nya tapi Rui bisa mendengar samar lenguhan dari belakangnya. Rui meminggirkan motor miliknya di tepi jalan, turun dan memeriksa kondisi sahabatnya di belakang.
Benar saja, wajah nya terlihat puncat. "Lo kenapa diem aja anjg! Kenapa lo nggak ngomong dari tadi."
Hongyi belum bisa menjawab satu kata pun, ingatan dari dirinya sendiri di masa sekarang muncul bertubi-tubih, seperti ombak besar yang menghantam daratan.
Tak dapat jawaban, Rui mengangkat tubuh Hong Yi ke depan sementara dirinya di belakang, dia menyalakan mesin dan melaju kencang mencari bantuan. Namun Rumah Sakit terdekat berjarak 7 km, tidak ada waktu lagi dia memutuskan membawa Hongyi ke rumahnya karena jarak paling dekat saat ini adalah rumahnya.
----
Ting tong.. ting tong
'Ceklek..'
Belum sempat Bibi Lu menyambut Rui , Rui sudah masuk menopang tubuh Hongyi yang setengah sadar menaiki anak tangga.
"Anak ini benar-benar" gumam Bibi Lu menggeleng pelan.
Rui menyelimuti Hong yi, tatapannya penuh kekhawatiran. Tangan nya beralih menyentuh dahi, panas.. "Lo panas nyet.. ngapa tadi Lo diem aja kaya limbat hah!?, tunggu bentar gue ambilin handuk sama air anget.
Hong yi hanya tersenyum tipis meski tubuhnya sedang lemah, setidaknya dia masih bisa bertemu dan melihat Lei wujie, wajah yang selama ini dia rindukan.
'Aku merindukanmu Wujie'matanya terpejam merasakan hangat nya momen bersamanya dahulu, senyumnya, tingkahlakunya, bahkan lelucon yang di buatnya.
Rui kembali membawa air hangat dan handuk kecil. "Buka baju mu" pinta Rui. Hong yi sepontan menyilangkan dada, "Zai gan ma ( apa yang kau lakukan)?!" dengan raut wajah bingung.
"Gue bakal makan Lo !, pake nanya.. sini ah lama" Rui tanpa izin membuka kancing seragam Hongyi yang kini memperlihatkan tubuh Sixpack nya.
Tangan nya mengusap tubuh nya pelan menggunakan handuk hangat. Wajah Hong yi memerah bak kepiting rebus menatap Rui yang hendak mengusap tubuh nya lebih dalam.
Tangan Rui berhenti sebab Hong yi menahan nya. Mata nya sayub bibir nya sedikit lebih pucat dari biasanya terlihat sekali dari wajah Hong Yi.
Hong yi menarik Rui lebih dekat dengan nya, hanya selisih 5 cm "Aku bisa melakukan nya sendiri" ujar nya merebut handuk kecil itu menyembunyikan wajah nya yang memerah.
Rui hanya diam mencoba rileks, ada sesuatu yang janggal entah apa di dalam dirinya. Dia hanya menatap Hong yi dan melamun. Hening sejenak di antara keduanya hanya ada suara jam dinding yang berbunyi.
----
Pagi harinya..
Rui terbangun merasa badannya terasa amat pegal, matanya terbuka melihat dirinya tertidur dengan posisi duduk dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Matanya melirik ke samping ranjang, tidak mendapati sosok yang ia cari.
Ketika matanya sedang mencari tiba-tiba "Udah bangun Lo?" dia menoleh ke sumber suara, di depan toilet berdiri Hong yi yang hanya memakai handuk setengah badan yang ia lilit kan di pinggang nya.
Rui diam, matanya terus memperhatikan tubuh Hong yi merasa ada sesuatu yang berbeda dari biasanya. "Bekas luka di tubuh Lo mana Yi?" tanya nya tiba-tiba.
Mendengar hal tersebut Hong Yi yang hendak memilih baju terdiam membisu.. dia membalikkan badan dan tepat di belakang nya Rui sudah berdiri menatap tubuhnya seolah sedang mengintimidasi nya.
|
|
|
再见。。。
Allo guys, kangen ya ama cerita ini. Siapa nih yg kangen aku aku.. siapa yg udh nungguin cerita ini smpe lumutan cung?. Next chapter selanjutnya, sabar Thor mau Hiatus dulu bay bay 🤪.
⚠️Di public kembali, dan di revisi ulang⚠️
KAMU SEDANG MEMBACA
*Miliku*(Slow Updt + revisi )
Teen FictionLanjutan cerita dari book ke-1 yaitu I LOVE YOU. Buat yg blm baca book 1 harap baca dulu. Semenjak meninggalnya wujie, xiao se membuat sebuah perjanjian kepada dewa untuk mengirimkannya ke masa depan. Dengan syarat, semua ingatan wujie tentang dia d...
