PART 1| A QUIET GIRL

14 4 0
                                        

Embun embun pagi turun dengan senang hati, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Tanpa cahaya matahari yang belum terbit, disa terbangun karna alarm yang sudah berbunyi.

Disa melihat jam yang masih menunjukkan pukul 4.30 pagi hari, disa beranjak dari tempat tidurnya, melangkah keluar kamar menuju dapur Di lantai bawah. Disa memasuki kamar mandi untuk pergi berwudhu.

Seperti yang kita tau, bahwa disa akan melaksanakan ibadah pagi. Setelah selesai disa kembali menuju dapur, mengeluarkan bahan masakan untuk disa masak pagi itu.

Untuk sarapan dan bekal sekolah, disa membuat kari jepang ala disa, dengan nugget dan sosis goreng. Tak lama, sang kakak sulungnya yaitu faeza, menyapa disa seperti biasa.

"Selamat pagi adik cantik" sapa faeza yang akan ke kamar mandi.

Sebenarnya disa sedikit geli dengan sapaan faeza pagi ini, tapi ya disa hanya bisa tersenyum. " Masak apa hari ini adik cantik?" Tanya faeza.

Disa hanya menunjukan bahan bahan masakan, faeza yang tidak terlalu tau apa yang akan disa masak, jadi faeza menebak." Apan dek? Abang gak ngerti" jawab faeza.

"Nasi goreng? Nasi kuning? " Lanjut faeza.

"Nasi uduk?"

"Nasi kari?"

Tebakan terakhir membuat kepala disa mengangguk, akhirnya faeza lega mengetahui apa yang adiknya masak untuk sarapan pagi ini. Faeza duduk di kursi makan, menunggu Abang adik selesai memasak.

Tak lama, para adiknya bangun, ada Deni, Aditya dan Danar. Mereka semua berkumpul di meja makan, Danar asik bermain handphone, Deni dan faeza asik mengobrol, dan Aditya malah tidur di sofa.

Kebiasaan yang sering mereka lakukan saat sedang menunggu disa memasak. Masakan disa sudah siap santap, mereka makan dengan lahap seperti biasa, makanan terbaik di dunia no 1 adalah masakan disa.

Jam 5.55 pagi, disa pergi mandi setelah sarapan, disa membikin bekal sekolah untuk dirinya dan Danar , lalu bekal kerja untuk faeza, Deni dan Aditya. Hal yang harus selalu disa lakukan, membuat bekal untuk para kakaknya.

Faeza bekerja menjadi tukang photo di suatu studio, Deni bekerja di bangunan proyek pembangunan, Aditya kuliah S1 di Korea, sementara Danar sekolah SMA sama seperti disa.

Hari ini, faeza pergi kerja seperti biasa, Deni pergi ke luar kota untuk proyek pembangunan, Aditya sedang libur kuliah jadi ia mengantar adik adiknya sekolah.

Biasanya, pagi pagi gini rumah selalu hening sepi, karna biasa cuman ada disa seorang. Faeza jarang pulang, selalu menginap di kost an nya di kota, dan Deni pulang sebulan sekali, Aditya pulang jika sedang libur saja.

Disa pergi ke sekolah seperti biasa, bertemu teman temannya seperti biasa, tiga teman yang dekat dengan disa. Ada cia, jia, dan Vivi, teman yang sangat dekat dengan disa, walaupun cia tidak terlalu sering bersama.

Pagi ini, disa melaksanakan literasi di hari Rabu, disa membawa buku fiksi kesukaannya. Selama literasi berlangsung, disa malah sibuk membaca ulang buku fiksi kesukaannya, entah sudah ke berapa kali disa mengulang membaca buku.

Jam pertama pelajaran adalah bahasa Indonesia, disa tipikal orang yang suka lupa kalau ada pr, tapi untungnya saat hari Rabu kemarin tidak ada tugas pr.

Ibu diva guru bahasa Indonesia, dengan ciri khasnya yang memakai kacamata, ibu diva guru bahasa Indonesia tipikal guru yang disa sukai. Hari itu, Bu diva memberikan tugas membuat poster untuk kelas disa.

Meski disa tidak terlalu bisa membuat poster, disa tidak pandai menggambar, tapi disa gemar menggambar. Jadinya, selama 3 jam pelajaran, disa fokus dengan tugas posternya.

A QUIET GIRL Histórias para pegar e não largar. Descubra agora