Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Abi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sementara tidak jauh di belakang sana, beberapa motor terlihat mengejarnya.
Pemuda berusia 17 tahun itu masih mengenakan seragam sekolah yang sudah terbuka seluruh kancingnya, menampilkan dalaman kaos tanpa lengan berwarna hitam. Berkali-kali, cowok itu mengumpat saat menyadari pemotor di belakang sana semakin dekat.
Motor mereka sudah memasuki gang sempit, melewati pemakaman sebelum berakhir di sebuah perkebunan. Abian menarik rem secara mendadak hingga menimbulkan gesekan antara ban belakang dan tanah di bawahnya hingga tubuh cowok itu mendarat dan terjatuh dalam posisi berguling-guling diatas tanah.
Melihat Abian yang sudah terjatuh, lima orang pemotor yang mengejar langsung turun dan berlari menangkap Abian. Kelima pemuda itu, mengenakan seragam sekolah yang sama- memukuli Abian tanpa ampun. Mereka bahkan tidak segan menendang tubuh ringkih pemuda itu.
Bugh!
"Bangun lo, berengsek!"
Pandangan Abian mulai mengabur. Cowok itu bahkan tidak diberi kesempatan untuk memberi perlawanan karena Reyhan langsung menginjak punggungnya.