SILENT SIDE
prolog
Disini aku mau menceritakan seseorang yang benar-benar bisa dijadikan tempat untuk bercerita banyak hal. Manik matanya memang terlihat sangat tidak tertarik untuk melihat sekitar, namun siapa sangka sebenarnya dia selalu memperhatikan orang-orang berlalu lalang didepannya? Tubuhnya tegak dan katanya dia sekarang tengah melakukan banyak olahraga supaya bisa memperindah tubuhnya yang dulu seingat ku saat pertama kali bertemu dengannya dia kurus sekali tapi sedikit berisi. sekarang punggung nya mulai melebar, tinggi nya yang lebih melebihi tinggi ku itu selalu saja menjadi ajang untuk nya pamer kalau dia tinggi, itu kadang membuat ku kesal. orang-orang bilang dia pintar, yaa aku akui untuk hal itu. Dia menyukai Manga dan Anime, hanya saja katanya sekarang dia lebih sering membaca buku Psikologi dan menonton Debat.
Namanya, Jisa Faruian Nuvier. Orang-orang memanggil nya Jisa. Tapi, aku sering memanggilnya Isa atau Jisa-san. Aku bertemu dengannya sekitar 2 tahun yang lalu saat memasuki Sekolah Menengah Atas, ternyata aku dan dia di kelas dan Jurusan yang sama, (dibawa simpel saja). Kita menjadi akrab setelah masuk Organisasi Siswa Intra Sekolah yang sepertinya aku tidak akan menceritakannya karna semuanya sudah ku lupakan, jadi aku tidak ingat dengan pasti sejak kapan aku berteman akrab dengan Jisa. Oh yaa, aku Amerta Leviathan. Si anak remaja yang kekanakkan, dan kata Jisa juga sebagian orang aku ini cuek, mama ku juga bilang begitu haha. Aku anak bungsu dari 4 bersaudara, tapi bukan berarti aku paling berkuasa yaa, kalian harus ingat itu! Aku punya tujuan setelah lulus SMA aku akan melanjutkan studi di kota Depok atau kalau Tuhan berkehendak aku ingin ke kota Bandung, dengan mengambil Jurusan Ilmu Hukum atau Ilmu Komunikasi. Itu mimpi ku walaupun kebanyakkan orang bilang aku tidak galak sama sekali. Ciri-ciri ku, aku punya mata bulat, hidung kecil, tinggi 160, berat badan 39-40, dan yaa aku kecil mungil juga lucu (love myself), aku suka nonton anime romance, aku juga menulis cerita tapi tidak terkenal, aku suka kpop, aku tidak suka matcha dan taro, aku punya alergi seafood juga daun-daun kering, aku suka makan dan aku suka uang tapi uang selalu pergi setiap kali aku beli sesuatu. Melihat Mata tajam seperti elang, hujan di laut, suhu dingin gunung fuji Jepang, makan di Gangnam Korea Selatan, melihat aurora di Moscow Rusia, makan bakso di Malang, itu semua aku ingin merasakannya.
"Isaaaa... huaaa... Jisaaa-san..."
"Apa?"
"Crush gue photo profile nya cewe member jkt48... huaaa... keliatan banget gue jelek nyaaaa... huaaa... gue insecure!" Aku mengusap ingus dengan menarik baju Jisa dan menjadikannya lap.
"Lu cantik Merta. Ngapain insecure?"
Haha. Jangan mengira cerita ini akan selesai dengan Amerta dan Jisa menjadi bersama yaa, jangan juga mengira akhirnya salah satu dari mereka pergi juga, karna seperti takdir, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan. Di cerita ini aku tidak akan mengambil sudut pandang salah satu karakter dalam cerita ini, dan akan mengambil satu sudut pandang yaitu penulis. Aku sudah meminta izin untuk memakai nama nya dan dia mengatakan boleh. Arigatou jika kamu baca ini. Dan Jisa... hehe... jangan asing yaa.
Di tulis : sabtu 22 juni 2024
-Tertanda Shiva Vhisanipa
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Silent Side
Genç KurguKalau kamu merasa bisa menggenggam dua tangan dalam satu genggaman kamu salah besar, dan kamu hanya meninggikan egomu yang mencoba untuk memiliki keduanya.
