1 | PKKMB

223 9 3
                                        

"Woy, Lo yang tengil, iya Lo, sini dulu coba" ucap Tristan seorang kakak tingkat senior, seorang komisi disiplin atau komdis yang sok-sokan kepada Rony.

Anjrit!!

Rony sudah berusaha sebisa mungkin untuk tidak menonjol di hari pertama perkenalan kampusnya. Tapi meskipun dengan kemeja polos dan celana hitam, dan nametag ketampanan Rony tetap tidak bisa disembunyikan.

Memang karakter wajah Rony yang menonjol karena kegantengannya membuat orang-orang seringkali terfokus padanya. Akhirnya dia berjalan kearah Tristan dengan gontai. Rony malas mencari masalah

"Gue?" Rony menunjuk kearah hidungnya dan menengok kanan-kiri memastikan bahwa dia yang sedang dipanggil.

"Iyalah Lo, ahhh lemot banget!" Teriak Tristan sambil berjalan kearah Rony.

Tristan yang juga kating yang ganteng dan populer di angkatan atas merasa tersaingi oleh Rony, biasalah insting pejantan kalau lihat potensi saingan.

"Ngapa bang?" Rony menyapa Tristan mencoba sok akrab agar potensi konflik bisa dihindari.

"Kan udah dikasih pengumuman, sepatu Lo harus hitam, kok Lo sok ngide pake sepatu ijo?" Ucap Tristan menunjuk sepatu Rony. Tristan mencoba mencari kesalahan Rony.

"Sorry kak Gue gak denger Bang" ucap Rony berusaha sopan kepada seniornya.

"Lah belagak nggak denger nih bocah" kata Tristan mengacak rambut Rony.

"Sorry Bang, gue nggak baca bagian harus pakai sepatu hitam, kalo Gue salah gue minta maaf ya besok Gue ganti sepatu  Gue" ucap Rony mengakui kesalahannya.

"Ahhh nih bocah, udah Lo berdiri dulu disana" Tristan menunjuk pada kerumuman mahasiswa dan mahasiswi yang berdiri di tepi lapangan.

Rony berjalan kearah sana, menunduk dan berjalan lurus, tidak memperhatikan sekeliling. Rony mengambil posisi paling belakang dibarisan itu. Diam.

Senior-senior itu menggiring mereka ke belakang gedung. Saat berjalan ada tiba-tiba ada yang menyentuh punggung Rony, sepertinya dengan telunjuk.

"Hei, kita mau dibawa kemana ya?" Ucap suara lembut dibelakang. Pastilah suara perempuan.

"Gak tau Gue, ikutin aja gausah dilawan ntar Lo tambah kena" ucap Rony tanpa menoleh.

"Ok" ucap suara dibelakang menyahut.

Mereka dibawa berjalan ke belakang gedung, jumlah mereka 5 orang, termasuk Rony. Setelah menjauh dari area pengawasan mereka sampai di gedung bertuliskan "Gedung Kemahasiswaan" tapi tampilan gedung itu lusuh dan lebih nampak seperti sarang penyamun.

Satttt!

Rony sudah diingatkan Ayahnya untuk tidak mencari masalah di kampus, hindari saja sebisa mungkin. Tapi baru saja menginjakan kakinya di hari pertama PKKMB dia malah langsung diciduk oleh senior yang kurang kerjaan dan sok galak ini.

Padahal jika beradu kekuatan, dalam sekali dipelintir mereka pasti langsung bertekuk lutut dibawah Rony. Tapi karena diminta untuk tidak mencari masalah di kampus Ayahnya oleh  akhirnya Rony diam saja.

Mereka diminta menghadap ke tembok. Sebelum ditarik oleh masing-masing satu orang. Entah apa maksudnya.

Sekilas Rony melihat atribut yang digunakan mereka tidak ada yang salah, malahan hanya Rony saja yang menggunakan sepatu Converse Hijaunya. Mereka tertib, apa yang membuat mereka dikumpulkan?

Kemudian Rony melihat perempuan dibelakangnya. Tidak ada yang salah dengan atributnya. Satu hal, dia cantik.

Bangsatlah!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 10, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

2 HATI 1 CINTA Where stories live. Discover now