Pertemuan pertama yang membuatku penasaran.

22 3 9
                                        

HAII GUYS
Jadi ini first story ku jadi kalo misalnya ada salah kata, salah penempatan kosakata ataupun salah dalam menaruh rasa:")
maafin yaa guys.

Happy reading
_________








☆☆☆☆☆☆

Atmadeva Agha Kawiswara-Deva-berdiri tegak di tengah lapangan upacara yang disinari terbitnya mentari. Dingin dan tanpa ekspresi, ia tampak terisolasi di antara ratusan siswa lain, bahkan dari lingkaran pertemanannya sendiri. Di sampingnya, tiga serangkai yang selalu ribut: Vino si pecicilan yang tak bisa diam, Kaisar si starboy dengan gaya flamboyannya, dan Kusnen si playboy kelas kakap. Saat khidmat upacara belum usai, Kusnen tiba-tiba merapatkan bibir ke telinga Deva dan berbisik...

"Sutss Dev denger-denger peserta-peserta didik baru sekarang mantap-mantap tuh di sekolah kita, terutama katanya ada cewek dari kelas ipa 1 namanya Maharisha. cantik pisan asliii."

Ucap Kusnen dengan tatapan buayanya.

Vino langsung menjawab perkataan Kusnen dengan muka tengil.

"Halahhh salah ngomong ke orang kamu teh Kus, masa kamu ngomong gitu sama orang yang gak suka cewek. Kan tau sendiri dari awal kita kenal sampe sekarang gapernah liat dia pacaran atau deket cewek, padahal dia punya segalannya, iya gak sar."

Jawab Vino kepada Kusnes, sambil cengar- cengir ke arah Deva.

Kaisar menjawab apa yang di katakan Vino.

"Iyaa euy Vin takutnya teh dia kaya Sister Ong yang suka sama cowok lagi."

Ucap Kaisar yang membuat teman-teman nya nya tertawa tipis.

Deva langsung menjawab dengan tegas sambil berbisik.

"Kurang ajar kalian yaa! Saya gak pacaran tuh karna saya mahal gak kaya kalian."

Ucap Deva kepada temanya dan melihat muka mereka satu persatu dengan tatapan tajam.

■■■

Setelah beberapa menit setelah upacara selesai mereka pun pergi ke kantin untuk membeli sarapan, setelah selesai sarapan dari kantin mereka pun berpapasan dengan adik kelas yang di katakan oleh Kusnen saat upacara, yaitu Maharisha.

Kusnen pun mulai menyapa Maharisha dan temanya, yaitu Putri.

"Hai Maharisha kenalan yuk, nama aa Kusnen abdurahman pirdaus mustaqim firdaus abdullah karim al-ghazali bin abdul qodir" Ucap Kusnen.

"Eh iya a hallo, panjang banget ya nama aa"

jawab Risha dengan senyum tipis.

"Caper caper ..."

Deva menyela, sengaja membuang mukanya dan langsung pergi perlahan begitu saja.

"Iri aja kamu Monyet Gurun." Ucap Kusnen dengan nada mengejek ke arah Deva.

"Soasik" jawab Deva dengan nada dingin.

Aku Adalah Luka TerbesarmuStories to obsess over. Discover now