Di pagi hari yang cerah, matahari bersinar begitu hangatnya menyinari bumi. Seseorang yang masih didalam selimutnya akhirnya terusik dengan hangatnya mentari yang menembus masuk melalui celah. Pria mungil itu mulai terganggu dan bangun dari tidur panjangnya.
"Arghhh, pagi dunia" ucap jimin menyambut harinya.
Pagi ini jimin akan bergegas menuju tempat kerjanya. Pagi ini semua terasa sama seperti hari-hari sebelumnya. Pagi yang cerah dengan segudang harapan yang ada dibenak jimin.
"Aku harus segera mandi dan menyiapkan sarapan untuk yoongi hyung" ucap jimin berlari kekamar mandi.
Park jimin kekasih dari min yoongi seorang pria cuek dan perhatian. Jimin menjalin hubungan dengan yoongi sejak sekolah menengah atas. Dan disaat mereka menduduki bangku perkuliahan mereka masih bersama dan semakin menempel. Bahkan, jimin sudah dikenalkan kedua orang tua yoongi dan hyungnya. Min suho adlaah hyung dari min yoongi.
Hebatnya dihubungan yang sudah hampir berjalan 10 tahun ini. Yoongi dan jimin tak sekalipun pernah mendapatkan masalah yang hebat. Semua mereka selesaikan dengan baik bahkan kesalahpahaman yang terjadi antara yoongi dan jimin dapat diselesaikan dengan kepala dingin.
Yoongi berkerja di perusahaan keluarga min sebagai ceo. Sedangkan, park jimin bekerja di perusahaan sahabatnya yaitu kim taehyung. Walaupun jimin dan yoongi sibuk dengan pekerjaan masing masing. Mereka berdua punya cara untuk saling menjaga dan berkomunikasi. Yoongi dan jimin tidak tinggal bersama karena jimin tidak enak dengan kedua orang tua yoongi.
Jimin yang terkadang menginap di mansion yoongi dan sebaliknya tetapi lebih sering jimin yang menginap. Jimin sudah tidak memiliki orang tua jadi jimin bebas menginap di masion keluarga min. Orang tua jimin mengalami kecelakaan dan sang eomma meninggal dunia. Setelah itu appa jimin kesehatannya semakin menurun akibat kecelakaan dan kehilangan istrinya. Akhirnya, jimin harus bisa meneruskan hidupnya. Ditemani oleh yoongi, jimin mampu bangkit lagi dan melanjutkan kehidupannya.
Ponsel jimin berdering sangat nyaring. Jimin yang baru selesai memasakpun bergegas mengangkat telpon itu.
"Chagia" ucap yoongi dengan riang.
"Iya hyung"
"Kau sudah siapa? Sebentar lagi aku akan sampai"
"Sudah hyung. Dan bekalmu juga sudah siap" ucap jimin sambil menata bekalnya.
"Apa yang kau bawakan chagia?"
"Hanya sandwhich hyung. Aku sedikit kesiangan" ucap jimin memelas.
"Itu sudah cukup sayang"
"Selesai" teriak jimin.
"Keluarlah aku sudah didepan"
"Tunggu ya hyung"
Jimin mematikan telponnya dan menyiapkan semua barang bawaannya. Ya inilah rutinitas jimin dan yoongi disela kesibukan mereka berusaha untuk saling meluangkan waktu walau hanya sebentar. Jimin akan menyiapkan bekal untuk yoongi dan yoongi akan mengantar dan menjemput kekasihnya.
Hubungan yoongi dan jimin sangatlah baik banyak teman-teman mereka yang menjadikan yoongi dan jimin couple goals. Tak sedikit juga iri melihat jimin yang di perlakukan bak putri yang akan selalu unggul dari siapapun.
Hubungan yang berjalan dari semenjak mereka duduk dibangku sekolah menengah atas membuat yoongi dan jimin paham satu sama lain. Tetapi apakah itu menjamin semuanya akan baik-baik saja seperti sebelum-sebelumnya?
Tidak ada yang tahu bagaimana takdir membolak baliknya perasaan dan kehidupan seseorang. Apakah akan berakhir bahagia atau sebaliknya.
Yoongi sangat mencintai jimin, begitupun sebaliknya. Apakah kali ini perjalanan mereka akan bahagia atau sebaliknya? Biarkan kali kini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan tentang kehidupan yang bahagia.
Disetiap hubungan pasti aka ada masalah yang silih berganti. Apakah yoongi dan jimin bisa menyelesaikan masalah masalah itu dengan baik?
Jimin keluar dari apartemennya, dengan membawa dua bekal makan. Jimin dengan senyuman manisnya membuka pintu mobil dan menyapa kekasihnya.
"Pagi hyung" ucap jimin dengan senyuman yang begitu cerah.
Yoongi hanya tersenyum dan mengusak kepala jimin lembut.
"Ayo berangkat hyung"
Yoongi hanya menganggukkan kepalanya dan menginjak pedal gas melajukan mobilnya ke kantor jimin.
Hari berjalan sama tak ada yang berubah bahkan terkesan monoton. Jimin sadar bagaimana sibuknya kekasihnya itu. Tetapi lambat laun jimin mulai bosan. Yoongi yang memang memiliki sifat cuek bahkan telah merasuki dirinya. Jimin ingin separti teman temannya yang bisa bepergian bersama kekasihnya setidaknya pergi berkencan hanya ke mall saja sudah cukup untuk jimin.
Jimin masih mencoba bertahan dengan segala yang ada pada yoongi. Jimin tak ada niat sedikitpun untuk menduakan yoongi. Bahkan , kebiasaan jimin yang selalu memberi kabar tanpa ada tanggapanpun tetap di lalukan.
Siang ini di weekend jimin pergi bersama dengan kai dan daniel. Mereka adalah sahabat jimin waktu sekolah menengah petama. Ketika SMA mereka tidak berada di satu sekolah yang sama walaupu begitu mereka masih berkomunikasi dan bertemu ketika libur sekolah.
Kai dan daniel berada di seoul karena mereka bekerja di amerika. Daniel membuka perusahaan disana dan kai adalah sekertaris sekaligus asisten pribadinya. Daniel tak mauharus kembali menyesuaukan diri dengan orang baru maka dari itu kai diajak untuk bergabung.
Siang ini kesempatan mereka bertemu setelah merek bekerja dan sibuk masing-masing.
Jimin melangkahkan kakinya menuju mall yang sering mereka bertiga kunjungi dulu. Jimin dengan wajah cerianya tak sabar bertemu dengan sahabatnya.
Kali ini jimin tak mengabari yoongi karena jimin mulai lelah merasa tak dianggap. Biarkan yoongi yang mencarinya, semoga saja.
Jimin sampai di restauran jepang, menyamankan diri duduk di ujung dekat dengan jendela. Supaya jimin bisa memandangi orang berlalu lalang.
Dalam lamunannya jimin merasa yoongi semakin cuek dan tak peduli padanya. Jimin merasa apa yoongi hyungnya mulai bosan dengan dirinya. Pikiran-pikiran jelek yang memenuhi kepala jimin membuat jimin merasa ada yang tidak beres.
Setika lamunan itu buyar ketika kai memeluk jimin dengan erat.
"Huppp" peluk kai.
Jimin yang terkejut dalam lamunannya pun memiringkan kepalanya melihat siapa yang memeluknya. Ternyata itu kai dan daniel yang berada dihadapannya.
"Kai kau mengagetkanku" ucap jimin.
"Siapa suruh, aku sudah menyapamu tapi kau asyik melamun"
"Maaf aku tak tau kalian sudah datang"
"Ada yang mengganggu pikiranmu jim?" Tanya daniel.
"Tak ada, aku baik baik saja" ucap jimin tersenyum.
"Kau tak bisa bohong jimin. Kita berteman tidak 1 2 tahun kita sudah lama berteman. Ketika kau bohong itu sangat terlihat apalagi kau bukan orang yang mudah berbohong" ucap daniel.
Kai hanya diam memeluk jimin dan mengangkat kepalanya melihat kemata jimin. Ada kegelisaha dan kekecewaan disana. Tak mau membuat pertemuan ini kacau kai buru buru mengubah suasananya.
"Ayolah, niel jangan kau sudutkan jimin. Kita baru bertemu setidaknya kita isi dulu tenaga baru kita bahas masalah kehidupan"
Kai mengangkat tangannya memanggil pelayan. Pelayan datang dengan membawa buku menu.
"Berikan kami makanan best seller disini" ucap kai bersemangat.
"Baik tuan, silahkan di tunggu"
Tbc
Jangan lupa comment, vote, follow
Bye🐱🐣
KAMU SEDANG MEMBACA
Selingkuh - YOONMIN
Fiksi Penggemarsabar juga ada batasannya. tak semua berjalan sesuai dengan keinginanmu. "aku lelah" pjm selamat membaca ~ Mungkin endingnya akan menyakitkan atau bahkan bisa bahagia. Kita lihat saja di ceritaa ☺️ Giji buat ceritanya sesuai mood giji yaa hihi
