prolog

1.8K 100 13
                                        

Keluarga ku sebenarnya tidak seperti keluarga orang lain. Ibuku hanya akan haus Nilai, Ayahku? akan haus Uang, Kakak ku yang tidak menganggap ku ada.

Haha kombinasi keluarga yang bagus bukan? Hah.. dari umur tk ibuku selalu tidak memperbolehkan ku bermain seperti anak yang lain

Oh ya namaku Stella Cornelia, umur 21 tahun, anak ketiga dari keluarga Cornelia. Aku punya kakak perempuan namanya Silvani Cornelia. Aku juga punya adik laki-laki namanya Diaz Cornelia. Ayahku bernama alvino Cornelia. Ibuku bernama Shiera Dilmon/ Cornelia.

Kisah masa kecilku sangat buruk, yah.. mungkin ada yang lebih buruk lagi. Cuman ya.. aku ngerasa kalau hidup aku ini emang.. buruk

Saat aku masih sekitar umur 5 tahun  ibu dan ayahku sangat sayang padaku. Kakakku juga begitu. Namun saat aku menginjak umur 7 tahun.. sekarang aku tahu, mereka hanya memakai topeng mereka saja

Aku tertipu oleh kasih sayang orang tua yang diberikan padaku. Mereka hanya akting. Semua palsu.

Ayo tebak bagaimana rasanya?

Sakitlah

Saat aku naik ke kelas 1 SD ibuku memaksa ku belajar, belajar, belajar. Sampai lupa waktu, Aku tidak punya waktu untuk bermain seperti anak lain.

Waktu ku selalu dihabiskan di meja belajar. Membaca buku, menulis, menghapalkan, dan lain lain. Ibuku hanya memperbolehkan ku memainkan ponselku sekitar 20 menit saja dan setelah itu disita lagi dan lagi

Pernah saat itu aku merengek meminta main. Karna bisa disebut aku muak dengan belajar, ya mau bagaimana lagi kan? Aku anak umur 7 tahun saat itu. Tapi aku kira ibu akan mengizinkan nya, dan yah.. tidak sesuai ekspektasiku saat itu

Ibuku saat itu menamparku sangat keras sampai bergema di sekitar ruangan itu, Tentu saja pipiku langsung memerah, kakak ku yang melihat nya hanya menatap tidak peduli, tidak menolong. Ayahku? Hah! Dia hanya sibuk dengan kerjaannya

Dan ibuku saat itu berkata sangat mangayat hati "KALAU KAU MAU DIKASIH SAYANG OLEH KU, KAU HARUS SELALU JUARA 1! MENGERTI!!" Bentak ibuku sambil mengguncangkan tubuhku yang lemah

Aku hanya mengangguk mengerti sambil memegang pipiku yang tadi ditampar oleh ibuku. Aku pun lari ke kamar dan mengunci pintunya.

Aku menangis. Menangis dalam diam. Untuk apa juga aku menangis sekencang-kencangnya. Toh tidak akan ada yang peduli.

Aku ingin segera menjadi dewasa. Dan meninggalkan tempat seperti neraka ini!

Tahun-ketahun aku tumbuh jadi gadis yang disiplin, pintar, berbakat.. aku harap begitu. Aku menghabiskan 20 tahun agar menjadi wanita independent seperti ini.

Asik independent

Sekarang aku berumur 21 tahun. Aku memutuskan pergi dari rumah ini dan mencari rumah yang baru atau mungkin apartemen.

Ibuku juga sudah tidak terlalu peduli denganku. Karena aku sudah punya seorang adik laki-laki saat umurku 10 tahun. Agak jauh memang, tapi yang aku khawatirkan adalah.. apakah dia akan sama seperti aku?

Karena dia seorang laki-laki, pasti pembelajarannya akan makin ketat dan parah dibandingkan aku. Sekarang dia berusia 16 tahun. Aku berinisiatif akan membawa nya bersama ku. Tapi ibuku menamparku lagi.

Adikku yang melihat nya menenangkan ibuku yang terlarut emosi. Karena dia akan mengambil aset berharga ke tiganya.

Hah.. dasar ibu bertopeng muka tulus. Makianku untuk ibu sialan itu. Sebenarnya kakak perempuanku juga mengalaminya. Hah.. aku muak berada di keluarga ini.

Sebenarnya aku mempunyai Kemampuan bisa 10 bahasa. Menghapal materi selama 1 menit. Mendapatkan medali dan piala yang sangat banyak. Sampai ibuku itu membuat kan ruangan khusus untuk medali, sertifikat dan piala ku itu. Memang ibu yang terobsesi oleh Nilai.

The Elemental [MHA X OC]Where stories live. Discover now