Prolog - Apa yang terjadi?

6 1 0
                                        

Tidak ada yang tahu bagaimana takdir seseorang. Kita bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi satu detik berikutnya. Lalu, bagaimana jika ada sesuatu yang berusaha mengendalikan takdir dan membuat alur ceritanya sendiri? Apakah itu disebut garis hidup mutlak atau justru melenceng? Kita tidak pernah benar-benar tahu, alur hidup seperti apa yang sedang kita jalani. Mungkin saja saat ini, kita sedang menjadi bagian dari alur hidup milik orang lain, tidak ada yang tahu, kan?

Genangan cairan berwarna merah pekat yang menghiasi lantai rumah, serpihan kaca yang menyatu dengan gelapnya malam, bau khas timah panas yang ditembakkan beberapa detik lalu, serta suara tangis histeris yang tak kunjung berhenti mengisi suasana rumah itu. Rumah yang menjadi tempat pertama ia mengenal dunia, tempat yang menjadi sumber kasih sayang dan kehangatan dari orang tuanya, kini hanya berupa rumah kosong yang dingin. Tidak akan ada lagi canda tawa, pelukan hangat, dan tempat kembali bagi gadis kecil berusia 6 tahun itu.

Dunia gadis itu berubah. Kini dia dihadapkan dengan sesuatu yang pahit dan kejam. Dia diperlihatkan bagaimana papa dan mamanya bernasib tragis di tangan seseorang yang sudah ia kenal dekat. Ia tidak menyangka, orang yang dikenal sebagai teman dekat papanya itu, akan melakukan hal kejam pada keluarganya.

"Halo gadis kecil, kita bertemu lagi. Kali ini kamu akan bebas, tidak terikat oleh sesuatu yang disebut keluarga. Kau bahkan dapat berkembang lebih jauh lagi. Hah, orang tuamu bodoh sekali. Punya anak se-jenius kamu, malah disia-siakan. Tindakan yang bodoh, bukan?" Gadis kecil yang tadi menangis kini terdiam. Ia mengamati pria tersebut yang sedang berdiri di hadapan jasad orang tuanya. Dalam pandangannya, pria itu terlihat seperti sedang mengeluarkan sesuatu yang berkilau dari balik saku jasnya.

"Selamat datang, Aruna," suara langkah kaki terdengar mendekati gadis kecil itu. Tak lama, selembar kain yang telah diberi obat berhasil menutup hidung serta mulutnya dan memberikan efek menenangkan pada gadis kecil tersebut. Obat perlahan bekerja, dan gadis malang itu kehilangan kesadarannya.

"Bawa dia ke lab milikmu. Pastikan untuk terus memberi laporan terkini mengenai penelitian yang sedang kau jalankan," Muncul seorang pria dewasa lain yang kemudian membawa gadis kecil itu pergi, sembari mengiyakan permintaan orang tersebut.

"Dia melakukan hal kejam ini dan tidak merasa bersalah sedikitpun. Akan aku pastikan kau menyesal dengan semua perbuatanmu. Mata dibalas mata. Nyawa dibalas nyawa,"


-----

halooo, sampe prolog ini, menurut kalian oke apa ngga? aku minta tanggapannyaa yaa di komenn, thank uuu 

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 02, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

THE RUTHLESSWhere stories live. Discover now