"Kalau kalian masih ingin di sini, diam dan jaga jarak dengan saya. Saya harus berkonsentrasi"
"Ya sudah kami pulang saja"
Aku menoleh dari balik rak yang berada di hadapanku. Meskipun dari celah-celah deretan buku di rak, aku masih melihat dengan jelas teman-teman sekelasku yang selalu berdandan berlebihan ke sekolah itu meninggalkan ruangan perpustakaan.
Kegiatanku merapikan buku-buku ini terhenti ketika suara cempreng mereka memekakkan telinga sangat mengganggu. Padahal, sudah jelas peraturan di sini yang dilarang untuk berisik, namun mereka tetap tidak pernah mematuhi peraturan itu.
Aku menghembuskan nafasku, lalu kembali sibuk menyusun buku-buku itu di tempatnya. Aku memang gadis yang sangat menyukai buku. Karena terlalu sering membaca buku, mataku pun menjadi minus dan mengharuskanku memakai kacamata. Sungguh, aku ini adalah tipikal gadis kutu buku.
Aku menjadi relawan untuk bekerja menyusun buku di perpustakaan ini karena aku menyukai keheningan di tempat ini. Namun, kesenangan itu pun berubah sejak dua bulan yang lalu, sejak laki-laki muda bernama Kim Jisoo itu menjadi guru disini. Ck, guru itu memang menjadi contoh sosok guru yang sopan santun, baik dan perhatian kepada semua muridnya. Tetapi, para murid wanita terkadang salah mengartikan perhatian guru itu.
Ah, aku benar-benar membencinya. Sejak kehadirannya di sekolah ini, aku jadi tidak bisa tenang lagi berada di perpustakaan sendirian saja karena para siswa akan datang mengelilinginya dengan tawa yang menjijikan. "Hah, menyebalkan".
Aku menoleh ke arah lampu yang berada di atasku. Lampu itu berkedip-kedip beberapa kali. Aku ingat, kemarin kata penjaga perpustakaan lampu itu harus diganti. Aku terus menatap lampu itu hingga akhirnya lampu itu meredup dan mati.
Tatapanku beralih ke arah rak di depanku, sekarang bagaimana? Aku tidak bisa menyusun buku jika lampunya mati. Gelap, aku tak bisa melihat.
Aku memutar tubuhku, lalu terkesiap kaget melihat Jisoo berada di belakangku. Menoleh ke tempat duduk yang tadi didudukinya dan berbalik lagi ke arahnya.
"Bapak mengagetkan saya"
"Enami Asa, apa yang sedang kamu lakukan disini?"
"Saya sedang menyusun buku-buku ini"
"Di tempat segelap ini?"
"Tadinya tidak. Lampunya baru saja mati. Maaf, bisakah bapak meninggalkan saya? Saya sedang bekerja"
Aku memutar tubuhku membelakanginya, lalu meletakan buku yang berada di tanganku ke sembarang tempat. Kupikir, aku bisa menyusun ini besok pagi-pagi.
Suara langkah kaki mendekat ke padaku, aku tertegun sejenak sebelum sebuah tangan melingkar di pinggangku. Satu tangan lagi terulur didepan tubuhku dan langsung menangkup dadaku. Aku menahan napas, apa-apaan ini? Pak Jisoo sedang memelukku dari belakang!
"Pak Jisoo?" Bisikku.
"Asa, kamu tahu apa yang menarik?" Bisik Jisoo di telingaku, membuat tubuhku meremang geli dibuatnya. Bukan hanya itu, suaranya yang seksi membuat jantungku berdetak sangat kencang.
Tidak bisa kupungkiri, Jisoo memang sangat tampan dan mempesona. Siapa yang tidak terpesona pada seorang Kim Jisoo?
"Aaa.. apa itu?" Bisikku takut-takut, takut tangan Jisoo yang mulai turun ke pinggangku menarik ke atas rok sekolahku, takut pada tangan yang meremas-remas dada kiriku. Aku takut pada apa yang aku rasakan saat ini.
Darahku berdesir kencang, denyut nadiku pun meningkat. Pak Jisoo menempelkan bibir hatinya di permukaan leherku.
"Bercinta di tempat gelap seperti ini sangatlah menggairahkan"
YOU ARE READING
♡ ONESHOOT ♡ • [ JISOO ] •
FanfictionBerisikan tentang cerita sekali tamat yang menjadikan Kim Jisoo sebagai tokoh utamanya. ♡
• Different Situation •
Start from the beginning
![♡ ONESHOOT ♡ • [ JISOO ] •](https://img.wattpad.com/cover/324882275-64-k840348.jpg)