POV : Jennaira Almahyra
Tahun ketiga dikampus ternyata cukup memuakkan, tapi aku yakin saat seperti ini akan dirindukan ketika nanti aku lulus. Seperti sebelumnya saat masa sekolah menengah atas, setelah lulus banyak hal yang ku lewati begitu saja.
Aku mengikuti pembekalan pra kuliah kerja nyata, menyiapkan hal yang nantinya diperlukan. Tidak banyak yang ku tahu tentang teman sekelompok ku selain mafaza, teman karibku sejak sekolah menengah atas.
"Gimana? Temen mu yang sejurusan jadi gabung? Kayanya ini ada yang ga jelas deh" ucapku pada mafaza atau yang akrab ku sapa may
"Jadi, mereka bertiga. Berarti kita kurang berapa orang lagi?" Tanya may padaku yang menyimpan laptop ku.
Aku yang sudah mulai mencoba mencari referensi judul dan membuat beberapa proposal saat itu merasa sangat amat percaya diri dengan apa yang ku upayakan.
"Luna, ziza, puput, frans, aku, dan kalian berempat. Wah sudah 9 berarti tinggal mencari 1 orang lagi, gampanglah nanti saja" ucapku
"Yaaa, atur saja, aku akan mengikuti mu" ucap may terkekeh kearahku
"Ya, nanti kalau sudah lengkap kita harus cepat mengadakan pertemuan. Banyak yang harus disiapkan, waktunya sudah tidak banyak"
"Ya ya ya, buat saja grup chat di whatsapp dan katakan saja di grup begitu" ucapnya sambil merebahkan tubuh diatas kasur lantai yang berada diruang tengah rumah miliknya.
Ya, rumah yang juga ku tinggali berkat dirinya yang meminta ku untuk tinggal bersama dengannya.
Aku mengabari luna, teman pertama yang kudapat dari grup pencarian kelompok kkn yang dibuatkan admin kampusku.
Mengiriminya pesan agar membuat grup kelompok kkn, karna 3 orang selain dirinya merupakan teman-temannya. Jadi lebih baik dia yang membuat grup dan memasukkan kami semua.
"Siapa kerang ajaib ini may? Hahaha bisa-bisanya dia kefikiran memberi uname kerang ajaib?" Tanyaku pada may, karna yang aku tahu 3 pria yang baru bergabung itu teman sejurusan may
Oke, mari aku jelaskan..
Aku kenal luna dari grup yg kujelaskan seperti diatas, luna dari jurusan teknik informatika fak. Teknik. Lalu dia membawa teman bernama ziza, puput dan frans yg sudah saling mengenal sejak sekolah menengah atas.
Ziza dari jurusan pendidikan sejarah fak. Keguruan dan ilmu pendidikan.
Puput dari jurusan ilmu pemerintahan fak. Yang sama denganku yaitu fak. Ilmu sosial ilmu politik.
Kemudian frans dari jurusan agribisnis fak. Pertanian
Kemudian..
Mafaza membawa teman bernama iyan, arul, dan Naufal yang sejurusan yaitu jurusan manajemen dari fak. Ekonomi dan Bisnis.
*
*
*
*
*
Waktu berlalu begitu cepat, kami menemukan satu lagi teman dari jurusan dan fakultas yang sama dengan ziza. Ya, tepatnya dia adalah teman seangkatan ziza, namanya nisa. Namun sayang, karna memiliki riwayat sakit, nisa tidak disarankan mengikuti kegiatan aktif kkn. Maka dia mengikuti kegiatan hanya dari rumah.
Setelah pertemuan pertama, kami hanya saling mencoba berkenalan satu sama lain dan mencari siapa yang akan menjadi ketua. Namun saat itu belum semua anggota grup yang hadir, karna ada suatu alasan.
Pertemuan kedua pun jujur saja meskipun sempat mengadakan panggilan grup bahkan bertemu sekali, aku tetap belum bisa mengingat nama mereka. Yaah aku memang cukup payah dalam hal mengingat nama orang, aku bisa mengenali wajah mereka namun tidak dengan namanya. Namun malam itu ada beberapa wajah baru yang belum kulihat pada pertemuan pertama kami.
Tak ku ambil pusing perihal perkumpulan, namun ada sedikit kejengkelan setelahnya. Aku rasa aku sempat berfikir ingin keluar dari grup, namun itu tidak mungkin mengingat waktunya sudah dekat. Tak satupun dari teman di grup ku yang peduli dengan kesiapan untuk kkn kecuali luna. Aku dan luna satu-satunya yang selalu aktif dalam grup, bertanya, menjawab, memberi saran, menyiapkan segalanya.
Namun waktu terus berjalan sampai dimana kami tiba disebuah Desa tempat kkn, tempat yang cukup bagus untuk kami melakukan proker yang sudah kami persiapkan.
"Wah begini ya ternyata mau kkn?" Gumam ku setelah kami sampai di posko yang nantinya akan jadi tempat tinggal kami para perempuan
Ya, didesa ini, wanita dan pria harus dibedakan tempat tinggal, sesuai ketentuan pihak kampus juga bahwa dalam kelompok kkn jumlah lelaki tidak boleh melebihi jumlah perempuan.
Malam setelah bebersih posko, kami mulai beristirahat dikamar masing-masing. Ya, masih saja aku sekamar lagi dengan may.
"Mau vidio call lagi?" Tanya may padaku yang sudah standby dengan headsfree dikedua telingaku
"Iya, rifan kan minta vidio call tiap malam" jawabku
"Dih, mantan kok masih vidio call" ejek may membuatku tertawa
"Namanya juga masih saling ada rasa" ucapku
"Terus kenapa putus? Tinggal balikan"
"Susah, nanti aja balikannya"
"Yeeeeuu"
"Haiiii, udah mau tidur ya?" Itu ucap rifan saat telfonnya ku angkat, aku tersenyum
"Iya, caapeee bangett tauukkk, tadi ak.." aku menceritakan kegiatan ku dihari itu
"Udah nguap gitu, mau tidur? Susunya udah dibuat?" Tanya nya
Ya, jangan lupakan aku yang masih meminum susu dalam botol dot, hahaha memalukan tapi aku menyukainya.
"Sudah, sudah aku minum sebelum vidio call sama kamu" ucapku manja
Akupun tidak tau apa yang membuatku masih bersikap manis pada pria yg memilih mengakhiri hubungan kami setahun yang lalu dan meminta balikan setelahnya. Dan aku juga tidak tau kenapa aku justru tidak menolak dan juga tidak mengiyakan ajakannya.
"Kalau gitu ayo tidur, aku tungguin, jangan lupa baca doa" ucapnya tersenyum, aku mengangguk
Membaca doa dan mulai memejamkan mata, berhubung aku tipe pelor = nempel molor, maka dengan secepat kilat aku sudah tertidur pulas. Malam pertama ku di posko kkn.
Saat terbangun tengah malam, aku teringat ucapan rifan padaku sehari sebelum berangkat kkn.
"Biasanya banyak tuh yang cinlok pas kkn, hati-hati ntar kamu cinlok. Jaga hati ya"
Emangnya sama siapa aku bisa cinlok? Melihat para lelaki di grup ku saja aku sudah muak.
Aku meneguk air putih yang sudah kusiapkan dalam botol minuman, dan kembali melanjutkan tidurku. Karna besok, hari pertama kkn ku dimulai.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN
TERIMAKASIH SUDAH MAU MEMBACA DAN MEMBERI DUKUNGAN!! 💜💜
YOU ARE READING
SUNDOWN SERENITY
Teen FictionKetenangan dari matahari terbenam. Sepasang manusia yang menyukai senja.. Bukan, bukan kaum indie tapi mereka adalah Opacraphile. Bagaimana kisahnya? Mari masuk kedalam duniaku (Jangan lupa berikan dukungan 💜) *_*
