Bab 1 Siapa Dia?

6 0 0
                                        

🌊Happy reading📷








'Mata ku mengelap! Apa yang harus aku lakukan?!'

Saat itu aku bingung, aku hampir tak bisa melihat apa-apa lagi dan hanya melihat kegelapan yang terus mendominasi mata ku.

'Yak ampuh, aku harus tetap tenang jangan panik dan putar badan perlahan, untuk mencari pegangan'  Kata ku, yang sudah panik karena tak bisa melihat apa-apa lagi.

Aku memutar badan ku perlahan, dan melihat sedikit cahaya yang berada di samping ku.
Aku memutar badan ke arah cahaya tadi, aku terkejut, apa yang kulihat saat ini? Kenapa dia...bercahaya?

'kenapa dia dikeliling cahaya?'

DEG!!

'Akh! Kepala ku sakit! Aku harus meminta pertolongan kepadanya'

Aku perlahan berjalan ke arah laki-laki yang di kelilingi cahaya itu, sambil terus bergumam di dalam hati ku, aku benar-benar akan terjatuh sekarang.

'sedikit lagi sampai...hey bisa tolong aku? Hey kau lihat aku? Tolong...tolon-'

BRUK!!

aku terjatuh ke lantai karena tak kuasa menahan badan ku lagi.
Hal terakhir yang ku lihat sebelum pingsan adalah, seorang laki-laki yang bercahaya tadi menghampiri ku. '

'tapi... ekspresi apa itu? Kenapa wajahnya.... sangat indah?! Yak ampun, semoga aku bertemu dengannya lagi'




Beberapa Jam kemudian.


'ugh...mata ku sakit, auw! Kenapa ini begitu sakit!' kata ku dalam hati, sambil memegangi kepala ku yang sangat sakit.

Aku membuka mata ku perlahan, dan melihat sekeliling dengan pelan
'dimana ini? Apa ini rumah sakit?!'

Tiba-tiba ada suara pintu terbuka, aku langsung mengalihkan pandangan ku ke suara itu, dan melihat seorang laki-laki yang masuk sambil memegang kantong plastik.

'Aku melihatnya dari atas sampai bawah, tapi tetap saja! Siapa?'

Laki-laki itu mendekat, dan meletakkan kantong plastiknya di meja di samping ku, dan mengambil kursi di sebelah meja, dan duduk di situ.

"Apa sekarang lebih baik?" Katanya

'hah? Aku bingung sekarang, kenapa dia?'

"Hey" dia melambaikan tangan nya di depan wajah ku

'aku tersadar, dan kembali memandang nya'

"Maaf siapa kau?" Kata ku

"Aku? Aku bukan siapa-siapa"

Dia beranjak dari tempat duduk itu dan berjalan menjauh dan berhenti di depan pintu, dan menoleh pelan ke belakang.


"Sampai sini saja, tidak untuk selanjut"  Lalu laki-laki itu hilang dari balik pintu







Keesokan harinya


Aku memasuki kelas seperti biasanya,  dan duduk di kursi ku seperti biasanya, sampai teman-teman ku datang dan menyambar ku dengan pelukan mereka

Cahaya Hidup KuStories to obsess over. Discover now