Pertemuan Kami

8 2 0
                                        

Awal pertemuan ku dengannya, yaitu di sekolah menengah kejuruan. Kami tidak saling mengenal, tahu nama saja tidak.

Hari jumat merupakan waktu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Kami masuk ke ekstrakurikuler yang sama, yaitu pramuka.

Saat jam istirahat tiba, temanku tiba-tiba mengenalkan seorang lelaki. Aldo, namanya. Di mataku, dia adalah lelaki polos dan lumayan sombong (?).

Aku tidak suka dengannya, karena dia menaiki moge. Aku benci lelaki kaya semenjak ibuku memberikan nasihat yang berbunyi "Jangan cari cowok yang kaya, nanti kamu malah direndahkan". Ya, seperti itulah nasihat yang diberikan ibuku.

Saat itu, kami sudah punya gebetan masing-masing. Jadi, kami tidak tertarik untuk menjalin hubungan. Tetapi beberapa minggu kemudian, Aldo mengirimkan pesan padaku.

"Hai, Issa. Ini nomor Aldo, di-save, ya," tulisnya dalam pesan itu.

Aku pun menyimpan nomor teleponnya. Menambah teman, apa salahnya? Lagi pula, aku tidak memiliki rasa padanya.

Hari demi hari terlewati, Aldo mulai menyatakan perasaannya padaku.

"Kenapa dia mengajakku untuk berkencan? Bukankah dia sudah punya gebetan?" pikirku.

Aku bingung. Apa yang harus kulakukan? Jika posisinya aku sedang tidak punya gebetan, mungkin akan ku iya-kan ajakan Aldo.

Tapi jika dipikir-pikir lagi, gebetanku tidak ada kepastian. Hubungan ini mau mengarah ke mana juga tidak jelas.

Apa aku terima saja ajakan Aldo? Toh, cinta akan datang seiringnya berjalan hubungan ini.

Baiklah, aku terima saja. Tapi sebelum menerimanya, aku memastikan terlebih dahulu dia tidak punya 'hubungan' dengan orang lain. Aku pun memberi tahu gebetanku bahwa ada orang yang ingin mengajakku berkencan.

Walaupun saat itu aku belum memiliki rasa kepada Aldo, aku tidak ingin menduakannya dan aku pun tidak diduakan.

Kami pun berpacaran. Boneka adalah hadiah pertama yang diberikan Aldo kepadaku.

Aku malu-malu menerima boneka pemberian Aldo. Ada kupu-kupu yang berterbangan di perutku.

Ah, sial. Kenapa aku mudah terbawa perasaan?

Issa, kendalikan dirimu!

TakdirStories to obsess over. Discover now