Semua orang berpikiran jika Rain adalah anak yang sangat beruntung selain dia terlahir di keluarga kaya dia juga memiliki 4 orang kakak yang sangat menyayanginya, terlihat cukup sempurna.
Gambaran keluarga bagi Rain adalah tempat berpulang saat lelah menjalani hari-hari yang membosankan. Tempat di mana dia bisa menceritakan semua kejadian dalam hidupnya dan juga tempat istirahat paling nyaman dengan dekapan kedua orangtuanya serta kakak-kakaknya, begitu hangat sampai rasanya Rain ingin terus berada diposisi tersebut.
Rain begitu bersyukur diberikan orang-orang yang menyayangi dirinya dengan tulus tanpa meminta imbalan apapun, meskipun terkadang dia merasa sangat menyusahkan orang lain.
Jiwatrisna Rain Avalon, seperti nama depannya yang memiliki arti 'ingin hidup' dibalik semua kesempurnaan keluarga yang dimiliki oleh Rain dia juga memiliki kekurangan, karena sejatinya manusia tidak ada yang sempurna. Saat dikandungan mamanya dulu Rain divonis akan terlahir menjadi anak dengan berkebutuhan khusus karena Rain memiliki beberapa hal yang memungkinkan untuk terlahir tidak sesempurna anak lain, namun Tuhan berbaik hati untuk tidak mengabulkan vonis dari dokter Rain terlahir dengan sempurna tanpa kekurangan sedikit pun.
Seiring berjalannya waktu Rain kecil tumbuh bersama kasih sayang dari keluarganya, sampai suatu hari hal yang tidak pernah diinginkan terjadi Rain dilarikan ke rumah sakit saat ditemukan tidak sadarkan diri setelah melakukan kegiatan olahraga bersama temannya yang lain.
Setelah melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Rain dokter mengatakan bahwa Rain memiliki kelainan pada paru-paru atau bisa disebut dengan Emfisema, hasil dari rontgen dada yang dilakukan juga menunjukkan paru-paru Rain berbeda dengan orang biasanya.
Sejak saat itu Juan selaku papa dari Rain memutuskan untuk memberhentikan kegiatan bersekolah dan mebatasi semua aktifitas Rain yang mengharuskan untuk keluar rumah, Rain sempat sedih dan murung atas keputusan papanya tersebut tapi dia juga berusaha paham itu semua untuk kebaikan dirinya di masa mendatang.
Rain sering menangis sendirian tengah malam karena dadanya terasa sakit saat bernafas dia berusaha menyembunyikan rasa sakit itu dari keluarganya karena tidak mau mengganggu saat-saat istirahat mereka tetapi Rafa selaku kakak kedua Rain selalu menaminya dan setia mengusap lembut dada Rain saat hal itu terjadi, bukan ia yang meminta Rafa untuk datang tetapi ntah kenapa Rafa berinisiatif mengecek keadaan Rain setiap malam dan berakhir menemukan Rain tengah menangis.
Adrian Rafa Avalon adalah kakak kedua Rain yang memiliki sifat emosional tetapi selalu peduli satu sama lain apalagi jika sudah bersangkutan dengan bungsu Avalon, berbeda dengan Matteo Eka Avalon anak pertama dari keluarga Avalon itu memiliki sifat yang lebih mengarah tegas dan disiplin tidak jauh berbeda dengan sang papa.
Beda Matteo dan Rafa beda juga dengan kembar tak seiras Jaziel dan juga Haekal banyak yang mengira Jaziel adalah kembaran dari Rain karena wajah mereka berdua memiliki kemiripan sedangkan Haekal hanya memiliki 30% segi kemiripan dengan Jaziel.
"Nanti papa sama mama nggak bisa nemenin kalian makan malam karena harus mengurus sesuatu ke Singapore selama satu minggu, papa harap kalian bisa saling menjaga satu sama lain terutama Rain"
Merasa namanya disebut Rain menganggukkan kepala mendengar ucapan dari papanya.
"Rain nggak boleh nakal ya sayang harus nurut sama kakak-kakaknya, kalo ada yang sakit langsung bilang sama kak Rafa" Indana mengusap kepala si bungsu dan beralih menatap satu persatu putranya "Jaziel Haekal jangan nakal-nakal di sekolah kalau sudah waktunya pulang harus pulang jangan keluyuran."
"Yang biasanya keluyuran itu Haekal ma" adu Jaziel kepada mamanya dan dihadiahi tatapan tak terima dari Haekal.
"Nggak kok ma mama tenang aja, Haekal anak baik jadi langsung pulang hehe"
YOU ARE READING
Small Hope : Cingulomania
Fanfiction[Brothership × sicklit × family issue] Semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara, kasih sayang mama dan papa contohnya. ©Nanabungie
