Namanya Randi, Maulana Randi tepatnya.
Hari ini hari pertama sekolah di kelas 11 di SMA 2 BINTANG RAYA, sekolah yang berada tak jauh dari rumahnya.
"Tumben pagi-pagi udah bangun ndi?" kata sang ibunda tercinta.
"Iya bun, hari ini kan hari pertama randi sekolah, masa harus telat, sekolah juga nggak jauh jauh banget, aku mau sarapan dulu bun, bunda udah sarapan?"
"Udah tadi nak, gih sarapan, nanti malah pingsan waktu upacara kalo ga sarapan"
Selesai sarapan, Randi langsung berangkat ke sekolah menggunakan motor tuanya tak lupa mencium tangan sang bunda. Baru saja ia berangkat, tak jauh dari rumahnya, ia melihat seorang gadis terduduk memegangi lutut di trotoar jalanan.
"Kenapa tuh cewek duduk di pinggir jalan gitu?" tanyanya dalam hati.
Randi mendatangi gadis itu, dia tak tahu harus bicara apa kepada sang gadis, sampai saat ia melihat lutut gadis itu berdarah, ia pun tidak enak hati.Kasihan.
"Kenapa lututnya?" akhirnya ia bertanya.
"Eh?" gadis itu melihat ke arah suara dan tak sengaja bertatapan dengan Randi. Lama ia menatap heran seorang cowok di depannya itu.
"Kamu kenapa?"
"Gak lihat nih lutut berdarah gini?gara gara bapak bapak tadi lari ga liat jalan malah nabrak gue, ya jatuhlah" kata si gadis yang langsung cemberut.
"Oh,mau sekolah? kayanya sekolah kita sama, mau bareng?"
"Boleh,tapi nanti anterin ya ke uks hehehe"si gadis malah cengar cengir senang.
"Oke" kata Randi
Ia pun segera berangkat ke sekolah dengan seorang gadis di jok belakangnya, untung dia berangkat pagi pagi, jadi gak terlambat gara gara menghampiri si gadis yang jatuh itu, buktinya sekarang ia datang ke sekolah pukul 06.35, dua puluh menit lagi sebelum upacara bendera berlangsung.
"Anterin ke uks dong" pinta si gadis
"Iya bawel,ayo" ajak Randi
Sampai di uks, dia langsung menghampiri guru yang berjaga di uks, menitipkan sang gadis lalu pergi begitu saja.
"Makasih bang" teriak sang gadis sambil melambai lambaikan tangannya.
Sedangkan Randi hanya melambai lambaikan tangan lalu memberikan jempolnya saja.
"Dih cuek amat, ibu tahu siapa dia bu?"tanyanya ke guru yang sedang mengobati lututnya.
"Oh dia Randi, kelas 11 sama kaya kamu, jurusan ipa"
"Wah?ko gapernah ketemu selama kelas 10?padahal satu angkatan satu jurusan" gumam si gadis.
"Udah ibu obatin lukanya Nina, bisa ikut upacara tidak?"
"Enggak bu"
"Yaudah sana rebahan aja, selesai upacara langsung cari kelas kamu"
Ya,namanya Nina. Nina Meliana, gadis populer di kelas 11 karena kepintaran dan kecantikannya di SMA 2 BINTANG RAYA .Seorang gadis yang akan merubah kehidupan seseorang.Mungkin.
KAMU SEDANG MEMBACA
semoga kita tetap seperti ini
RomansaHarap maklum jika banyak salah, ini cerita pertama saya. Selamat membaca :) "Jika mengikhlaskan adalah jalan terbaik?kenapa gak ikhlasin aja?terlalu larut dalam kesedihan ga baik buat kesehatan jiwa gue" -Randi Maulana Randi, laki- laki yang pendiam...
