I. PENOLAKAN?

11 1 0
                                        


Siang hari yang panas membuat Felisha merebahkan dirinya di kamar dengan pendingin ruangan yang menyala. Ia berbolak-balik membuka aplikasi sosial media di handphone nya.

Saat rasa gabut sedang menghampirinya, sebuah notifikasi masuk. Sedikit terkejut ia mendapati notifikasi dari seorang yang tidak ia sangka.

ka gartha
fel, gue ganggu gak?

felisha
ngga kok kak, knpa?

ka gartha
gue mau langsung to the point aja

felisha
mksdnya kak?

ka gartha
gue suka sama lo.

felisha
ini serius?
kak gartha gak lagi bercanda kan?

ka gartha
gue serius
lo gak harus jawab sekarang

"Kak Gartha? Ini serius?" Kedua mata Felisha kini membulat tidak percaya, tubuh yang sebelumnya ia rebahkan kini berdiri tegak.

Felisha duduk dipinggir tempat tidurnya, termenung menatap layar handphone nya yang masih membuka room chat Gartha.

Seolah terlintas dipikiran nya, "siapa sangka seorang Gartha Samuel yang memasuki katagori idaman banyak siswi malah menyukai siswi yang tidak terlalu mencolok dan bahkan jarang melakukan komunikasi dengannya?"

***

Jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Felisha tidak bisa tidur sedari tadi, ia memikirkan kalimat yang harus ia sampaikan jika saja besok bertemu Gartha dengan tidak sengaja.

Beribu kata ingin Felisha lontarkan langsung kepada teman-temannya besok. Membayangkan bagaimana ekspresi wajah temannya yang sudah ia yakini pasti akan ikut terkejut membuat Felisha tertawa kecil.

Felisha mematikan ponselnya. Ia paksa matanya terpejam malam ini, agar besok bisa bangun pagi dengan segar dan memulai kegiatan sekolah seperti biasa.

***

"Kok tumben ya Felisha belum dateng jam segini?" Antika dengan segala rasa penasaran memulai pagi dengan pertanyaan yang tidak ada jawabannya.

"Gak tau deh, kesiangan kali dia bangun nya," Karina menebak apa yang sedang dilakukan Felisha sehingga gadis itu belum juga memasuki ruang kelas.

Tidak lama dari pembicaraan mereka terdengar samar-samar suara langkah kaki dengan kecepatan yang tinggi. Suara langkah itu mendekat dan terlihat sosok seorang wanita memasuki ruang kelas.

"Hahh huhh, akhirnya sampe jugaa."

"Lo habis dari mana Fel? Jam segini baru dateng," dengan rasa penasaran yang sudah bergejolak Antika menghampiri teman sebangkunya itu.

"Gue kesiangan," Felisha tertawa kecil.

"Kok bisa sih? Lo gak pasang alarm?"

"Udah, tapi gak kedengeran. Tadi malam gue gak bisa tidur gara-gara kak Gartha."

"Kak Gartha?" Antika mengenal Gartha, tidak pernah ia lihat wanita di depannya berbicara dengan seorang Gartha.

"Iya, lo mau tau gak? Dia confess gue kemaren."

"KOK BISAA??!" Keduanya berteriak bersamaan, membuat seisi ruang kelas hanya penuh dengan suara mereka.

SHANDRIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang