~Happy Reading~
***
Pulang sekolah adalah waktu yang paling baik. Di saat seperti itu aku bisa merasa aman sebab aku takkan mendapatkan gangguan dari teman-teman ku. Kini saatnya aku untuk pulang ke rumah.
Aku berjalan terseok-seok, menyeret kaki ku yang terasa nyeri. Kaki ku baru saja terlilit sebab ulah beberapa teman ku. Rumah ku tak jauh dari sekolah sehingga aku bisa sampai rumah dalam waktu cepat. Aku pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam, tak lama ibu membukakan pintu.
"Hah, apa yang terjadi padamu, Sya?" tanya ibu yang khawatir melihat kondisi kaki ku. Aku hanya tersenyum tipis seraya menjawab pertanyaan ibu, "tadi aku terjatuh di sekolah dan membuat kaki ku terkilir." Ucap ku berbohong, aku tak ingin berkata yang sebenarnya pada ibu mengenai apa yang telah terjadi pada ku. Ibu menatap ku dengan prihatin kemudian dirinya menyuruh ku untuk masuk.
Setelah aku membersihkan badan dan makan malam, aku mengambil minyak kelapa untuk mengurut kaki ku serta mengolesi luka memar yang berada di penjuru tangan ku. Aku meringis pelan saat memegang luka yang berada di pergelangan kaki ku itu. Semakin lama rasa sakit itu makin kerasa, semoga saja besok sudah mendingan agar aku bisa bersekolah dengan baik. Tanpa ku sadari pipi ku telah basah, ternyata sedari tadi aku menitikkan air mata. Terlalu banyak luka yang ku rasakan sampai - sampai aku tak mampu menanggungnya lagi.
Aku terus menitikkan air mata hingga membuatku terlelap. Tahu-tahu saja suara dering alarm membangunkan ku, ku lihat jarum jam telah menunjukkan pukul empat pagi.
Aku harus segera bangun untuk siap-siap berangkat sekolah. Saat aku bercermin, diriku melihat pantulan diriku. Mata ku terlihat bengkak akibat menangis semalaman, hal ini membuat wajah terlihat buruk. Aku juga memiliki sebuah tompel yang berada di dahi kiri ku menjadi salah satu sebab dari semua penderita ku, aku mendesah pasrah.
Saat aku sedang memasukan buku ke dalam tas, ibu memanggil ku dari luar kamar. Aku segera menemuinya yang terlihat sedang sibuk di dapur. "Sasya, sarapan dulu sebelum berangkat!"
"Tidak usah, Bu. Aku harus berangkat pagi," ujar ku seraya mengulurkan tangan ku pada ibu. Ibu sudah hafal dengan kebiasaan ku yang selalu melewatkan sarapan hanya membalas uluran tangan ku. Setelah aku bersalaman dengan bibi, aku melangkahkan kaki ku menuju sekolah.
Gerbang sekolah yang berdiri tegak telah kelihatan artinya sebentar lagi aku akan sampai di sekolah. Sebuah papan yang bertuliskan SMP 2 Garuda berdiri dengan bangga. Sekolah ku memiliki bangunan yang besar dan luas, aku selalu bersyukur bisa bergabung dengan sekolah ku ini.
Sesampainya di sekolah, suasananya masih sepi sebab ini masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah. Berbeda halnya dengan aku yang sudah terbiasa berangkat pagi guna menghindari hal-hal yang menggangu ku itu. Aku memasuki gerbang besar nan tinggi untuk masuk ke dalam sekolah lalu aku terus melangkah dengan kaki ku yang sudah membaik menuju ke salah satu ruangan, tepatnya itu adalah ruang kelas ku. Pintu kelas sudah terbuka, dengan begitu aku segera masuk dan menuju kursi yang berada di paling belakang kelas.
Matahari semakin menunjukkan dirinya, teman-teman ku pun sudah mulai berdatangan. Mereka hanya melihat ku sekilas bahkan ada yang menatap ku sinis. Aku tahu, karena takkan ada yang mau menerima ku menjadi teman bahkan mereka semua tidak ingin duduk satu meja dengan ku. Sebab itulah, aku selalu duduk sendiri di dalam kelas.
"Oh, kau masih berangkat? Belum kapok dengan kejadian kemarin?" seru salah satu teman sekelas ku yang paling ku hindari. Namanya adalah Clara, ia merupakan siswa yang terkenal di seantero sekolah. Keluarga Clara sangat kaya tak seperti diriku yang hanya keluarga miskin, dirinya juga memiliki paras yang cantik sehingga membuat banyak siswa laki-laki yang mengejarnya. Apa yang dimiliki oleh Clara tak pernah ku dapatkan.
YOU ARE READING
Kumpulan Cerpen : By Skylinda
Short StoryHanya sedikit remahan tulisan yang terselip beberapa pesan. Sebagian cerita bertujuan untuk publikasi setelah tidak mendapat kemenangan di lomba sastra cerpen. Mungkin ini bisa menjadi bahan untuk menulis sebuah cerita. ~Happy Reading~
