Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Senja duduk di meja belajarnya. Melihat keluar jendela, menatap jutaan rintik yang turun dari angkasa. Di temani bau petrikor dan segelas kopi panas, gadis manis itu mulai mendekatkan buku bersampul biru, menelisik setiap bagian tanpa melewatkan aksara yang terpampang di tengahnya;
INI BUKAN BUKU HARIAN! INI CERITA FIKSI BUATAN MEVA.
Senja tersenyum, lalu membuka sampulnya. Gadis itu tersenyum lagi, kali ini diselingi tawa kecil.
Buku ini judulnya apa ya?
Begitu kalimat pertama yang Senja baca. Sungguh, apakah Meva harus bingung dengan karyanya sendiri?
Senja lantas membuka lembaran selanjutnya. Kali ini tidak ada senyum maupun tawa. Gadis itu hanya terus membaca, tanpa peduli waktu, tanpa peduli hujan sudah berhenti beberapa saat lalu. Tanpa peduli jika hatinya kembali tersayat, kini buku bersampul biru akan menuangkan isinya.
Membawa siapapun yang menikmati aksaranya terbang, lalu mungkin..
Jatuh.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
****
Dari dulu tulisan ini sudah nganggur di draft sampai kayaknya ada sarang laba-laba nya deh saking lamanya.
Dan entah kenapa aku tergerak untuk melanjutkan cerita amburadul ini.
Semoga nasibnya tidak seperti saudara-saudaranya yang lain- yang berakhir tanpa akhir.