Akan selalu ada kisah dibalik indahnya senja; entah itu hangat pelukmu, atau bahkan lukaku yang membiru. Pada waktu bersamaan, aku mulai menyadari bahwasanya "aku sudah melihat jutaan senja, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana". Nyatanya itu hanyalah sebuah fana untuk menenangkan diri ini saja.
Bagimu senja bersamaku tak lagi menarik, bahkan tak lagi hatimu mencoba untuk melirik. Pada akhirnya justru kau sudah berada di tempat paling nyaman bagimu, tempat dimana kau merasa aman dan tenang untuk menikmati senja. Merajut sebuah peristiwa bahagia yang selalu kau rekam untuk kau bagikan kepada dunia. Sedangkan aku, masih berada dalam pusaran kekejaman dari kerasnya ditinggalkan sebuah perasaan tanpa balasan.
Perlahan senja itu pun mulai redup, bersamaan dengan sebuah perasaan yang telah jatuh pada sebuah pengharapan. Adegan menyenangkan kau pertontonkan, balutan kebahagiaan nyata dirasakan, lantas aku setia menjadi penonton utama yang kau cambuk dan kau goreskan luka tanpa pernah memikirkan perasaaan.
Puan, sekarang kita telah menikmati senja masing-masing dan segala kehangatannya. Kau dengan sebuah pelukan sore yang sederhana bersama dia yang baru, sedangkan aku bercumbu dengan segelas kopi dibalut kenangan pada dinginnya malam.
ESTÁS LEYENDO
Sebatas Kelak
Historia CortaSetelah "Kepada Aruna", "Tenggelamnya Sebuah Purnama" lalu pada akhirnya sampailah pada akhir trilogi mengenai kisahku bersama Aruna. Mesti semesta tak menginjinkan untuk kita berdua merasakan bahagia, setidaknya Aruna sudah bahagia dengan pilihanny...
