Fall In (Prolog)

71 32 26
                                        

"The Day I Fall In With U"

Hari pertama masuk kelas di jenjang SMA. Aku Allinesa Varelyona Tamran, aku memilih jurusan IPS karena sesuai dengan keinginanku, hal ini juga aku kaitkan dengan cara berpikirku yang bisa dibilang konyol.

Saat mencari tempat duduk aku tidak bisa menemukan tempat yang berpasangan dengan cewek, soalnya cewek di kelasku ini cuman 9 dari total 36 siswa yang artinya cowoknya lebih banyak 3× dibandingkan cewek. Itulah yang kusesali dari kelasku ini. Saking banyaknya jumlah cowok di kelas aku terpaksa duduk sederet dengan para cowok, itulah masa dimana para cowok mulai menggodaku seakan aku satu-satunya cewek yang ada dikelas tersebut.

Kemudian seorang cowok melihat ke arahku dengan pandangan dingin dan entah kenapa aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada seorang cowok yang membuatku melihatnya secara istimewa, Ia satu-satunya cowok yang tidak menggodaku tetapi melakukan hal sebaliknya yaitu menyuruh para cowok untuk berhenti menggangguku. OMG...I'm Crush On Him! D*mn!!...aku terkadang berpikir apa yang spesial darinya yang membuatku merasa seperti ini padanya. Ia hanya melihatku sekilas dan tidak ada hal yang menunjukkan kedekatan diantara kami.

Aku mengetahui namanya saat dia memperkenalkan dirinya kepada teman sekelas
".......namaku Arlandy Zianno Viergo, biasa disapa Arlan" nama yang cocok untuk wajah Portugalnya. Ya, dia masih seorang blasteran Timor Leste dan Portugal.
Seminggu setelah kami sekelas mulai saling mengenal, aku mencoba untuk mendekatinya yang sedang duduk sendirian.

"Hai!. Sudah kenal aku kan? Aku Allyn"

"Sudah." Agak sedih saat itu juga..soalnya dia culas banget.

"Oh Okey" Mendadak suasana terasa dingin.

Aku tak tau hal apalagi yang bisa kumulai untuk berkomunikasi dengannya sampai saat dimana dia memulai topik.

"Kamu tau roster baru nggak?"

"Hah? Roster b-baru? Iya tau-tau"

"Kalo gitu kirimin"

"Kirim ke siapa? Ke kamu?"

"Iya"

"Kalo gitu aku butuh nomor Handphone kamu."

"Ok. +62***********. Sudah?"

" iya sudah kok."

Setelah itu dia pergi dan duduk dengan temannya.

Saat jam istirahat, ketika aku habis pulang dari kantin bersama temanku aku melihatnya melamun sendirian.
Aku ingin bertanya padanya tetapi karena gengsi dan takut dibilang kecentilan mending aku diam.
Lalu saat pembagian tempat duduk menurut absensi, aku mendapat tempat sebangku dengannya tentu hal ini membuatku merona dan kegirangan dalam hati.

Setelah beberapa kali pergantian jam pelajaran dan itu pun belum ada hal yang kami bahas, aku mencoba memecah keheningan di sekitar kami.

" Mmm...uhuk uhuk"

" ada apa?" Arlan bertanya.

" ahk tidak-tidak. Cuman tenggorokan gatel"
senyum dan mencoba menyembunyikan alasan sebenarnya. Waktu berlalu dengan suasana yang masih sama seperti sebelumnya, dengan suara Guru mengisi ruangan kelas.

KRIIING!!

Bel pulang berbunyi.

" Lyn!". 'Apa?? Arlan memanggilku??' Dengan terkejut aku berbalik.

"Boleh nitip sesuatu?" Tanya Arlan.

"Oh, boleh kok boleh." Aku mengangguk ya, dan dia mulai mengatakan apa yang ingin dititipnya untuk dibawakan ke ruangan kesiswaan. Hari itu adalah hari dimana aku dan Arlan akan lebih dekat.

Setelah beberapa hari, aku dan Arlan mulai sering berbincang, mengerjakan tugas bersama dan terkadang saling bercanda. Aku yakin bahwa aku mungkin takkan pernah bisa berhenti menyukainya.

Makin lama, aku dan Arlan makin dekat...ada sebuah kata pertanda hubungan kami yang menutup rasa sukaku padanya, Besty itu kata yang terus aku ucapkan untuk menyadarkanku bahwa kami cuman teman sekelas dan cuman 'Sahabat' baginya tidak lebih dari itu.

MINE Stories to obsess over. Discover now