1 | Dunia Apa?

1.2K 113 46
                                        

"Fayra, beliin ibu susu cair yang seliter dua kotak ya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Fayra, beliin ibu susu cair yang seliter dua kotak ya. Ini kayanya kurang deh."

Gadis yang sedang bersantai di ruang tengah dengan malas menyahut. "Males, Bu. Udah malam juga."

Ibunya lantas melirik jam dinding yang menunjukkan pukul delapan malam. "Masih jam 8. Cepet beliin keburu makin malam. Ini kalo susunya kurang pudding ibu gak cukup buat arisan besok."

Fayra berdecak lalu ke kamarnya untuk mengambil cardigan dan slingbag mininya. Setelah menerima selembar uang berwarna merah, ia segera pergi dengan berjalan kaki. Malam ini sangat berangin dan langit tampak mendung. Gadis itu mempercepat langkahnya menuju minimarket depan komplek takut nanti kehujanan.

Setelah membeli barang pesanan ibunya dan beberapa jajan yang ia beli dengan sisa uang, gadis itu bergegas pulang. Komplek perumahan yang ditinggalinya terbilang cukup sepi karena kawasan ini merupakan perumahan yang baru dikembangkan sehingga baru diisi sedikit orang.

Fayra berjalan sambil memainkan ponselnya. Sesekali ia menoleh ke belakang sebagai bentuk waspada. Beberapa kendaraan melewatinya yang sedang berjalan di trotoar. Ia berjengit kaget saat sebuah motor berhenti tepat di sebelahnya.

"Serahin barang lo!"

Fayra berniat segera kabur saat menyadari orang itu pembegal. Namun gerakannya tertahan saat bajunya ditarik. Begal itu berusaha merampas ponsel dan tas miliknya. Fayra mencoba melawan sekuat tenaga karena ia tahu begal itu bertangan kosong tanpa membawa senjata.

"Tolong!!!" teriak Fayra namun tak ada seorangpun yang mendengar teriakannya.

Adegan tarik-tarikan itu berlangsung selama beberapa saat. Fayra yang seorang perempuan sudah mulai kehabisan tenaga melawan seorang pria dewasa. Saat pegangannya pada barang miliknya nyaris terlepas, terdengar sebuah suara meneriaki mereka.

"Weh! Mo ngapain lo!"

Pembegal itu tersentak. Merasa tertangkap basah dan tak ingin diamuk masa, ia mondorong tubuh Fayra lalu dengan cepat menaiki motornya. Karena tak siap gadis itu terjatuh ke belakang dengan kepalanya yang menghantam ujung trotoar.

"Akhh!" ringisnya merasakan sakit yang baru kali ini dirasakan.

Darah merembes dari kepala membasahi aspal. Matanya terasa berat memaksa untuk tertutup. Fayra tak kuat. Kesadarannya pun tak mampu bertahan dan mulai meninggalkan tubuhnya perlahan.

[Invitation!]

Selamat!

Anda adalah orang terpilih yang beruntung untuk berpartisipasi dalam permainan ESCAPE BUTTON. Anda diberikan kesempatan untuk kembali merasakan hidup! Bersedia bergabung?

[Yes] atau [No]

Fayra menatap lesu sebuah layar yang tiba-tiba muncul di depan matanya. Kembali hidup? Apa artinya Fayra akan mati? Atau sebenarnya dia sedang bermimpi?

Escape ButtonWhere stories live. Discover now