PROLOG

29 7 16
                                        


"Maybe it's better
If i gone"

~Chiara

"Bunda, bunda! Liat ini balonnya lucu".
Bocah 6 tahun itu sangat kegirangan, karena diberikan balon spongebob karakter favoritnya.

"Iya, balonnya lucu kayak Rara" ujar sang bunda sambil mencubit hidung mungil sang buah hati.

Langit - langit sore dan kicauan burung menemani siapapun yang menghabiskan waktu mereka ditaman. Ntah itu bercanda dan tertawa bersama teman ataupun keluarga.

'Drrt - drrt'

"Rara tunggu sebentar ya, bunda angkat telpon dulu, nanti ya mainnya". Ujar sang bunda lalu meraih benda pipih disakunya.

"Halo mas-"
"MANA RARA!!"

Wanita paruh baya itu menghembuskan nafasnya kasar. Lelah dengan sikap suaminya.

"Rara ada sama aku mas, aku bawa dia jalan jalan ke taman sebentar".ujar wanita tersebut.

"Kamu tu sayang anak gak sih, Rara itu masih sakit"

"Rara udah mendingan kok mas, kasian dia dikamar terus makanya aku bawa ke taman"bantah sang istri.

"Kamu tu keras kepala banget sih kalau dikasih tau!" Bentak sang suami dari seberang telepon.

Tak sanggup mendengar ocehan sang suami, wanita paruh baya itu langsung mematikan telponnya.

"Rara,kita pulang yu-" saat membalikkan badannya, ia tidak melihat Rara ditempat tadi.

"RARA!kamu dimana nak!"

Wanita tersebut kebingungan melihat anaknya tidak ada. Ia terus mengedarkan pandangannya ke penjutu taman untuk mencari anaknya.
Tak lama matanya menangkap sosok anak kecil yang tengah berlari mengejar balon spongebob yang tengah terbang di udara.

"RARA!"

Seolah tak mendengar teriakan ibunya, bocah 6 tahun itu terus berlari mengejar balonnya yang terlepas, bahkan ia tak sadar didepannya ada jalan raya dengan kendaraan-kendaraan besar yang sedang lalu lalang.

Tak ingin menyerah, sang ibu terus mengejar anaknya agar tak kejalan raya.

Seakan tak terjadi apa-apa bocah itu terus berlari ke jalan raya, ia tak peduli dengan banyaknya kendaraan, yang ia ingin hanya mengambil balon miliknya.

"RARA JANGAN KEJALAN!"

'TIIT-TIITT!!'

Sebuah bus dengan kecepatan tinggi melintas di jalan raya. Melaju ke arah bocah 6 tahun.

"RARA!!!"

'BRAAKKK'

Semua aktivitas dijalanan dan sekitarnya berhenti, menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi beberapa detik yang lalu.

"Cepat panggil ambulance!!". Teriak orang - orang sekitar.

"Aghh, kepala Rara sakit". Sekucur darah mengalir bebas di kepala mungilnya, darah segar mengalir dari hidungnya. Bocah 6 tahun itu berusaha berdiri setelah kepalanya terbentur trotoar. Ia membalikkan badannya, melihat segerombolan orang - orang yang sedang berkumpul di depan sebuah bus.

"D - darah??" Ia melihat darah mengalir ke arah kakinya.

"Bu - bunda mana?!".

Pandangan gadis kecil itu kabur, ia sempoyongan.

'BRUK!!'




TBC

EXULANSIS (On going)Stories to obsess over. Discover now