"Ales ndak au andi Mama dingin"
"Jangan banyak alasan ya Ares, kamu mandi pakek air anget, bukan pakek es cincau alasan dingin segala"
"Tapi matahali belum bangun Mama, Ales juga ndak au angun"
"Ck..nie anak bener bener ya. Matahari udah setinggi Monas Ares cepet bangun. Klo masih nggak mau bangun dan mandi, nggak akan ada Tayo time" Ancam sang Mama sambil terus memperhatikan anaknya
"Aaaaa Mama..." rengek Ares sambil menggeliat di atas tempat tidurnya.
Yah seperti ini lah pagi Ares dan Mama Rafa. Ribut-ribut kecil jadi pengisi rumah lantai 1 yang sangat luas bergaya modern tersebut.
Selalu jadi ujian tersendiri bagi Rafa untuk membangunkan sang buah hati. Bukan apa-apa, Rafa hanya ingin membiasakan Rafa untuk rajin bangun pagi sejak dini.
Lalu di mana sang Papa?
Tentu saja Papa Rayan sedang minikmati keributan kecil nan merdu itu dengan secangkir kopi dan roti bakar dengan selai coklat di meja makan.
Bukan tak mau membantu sang istri membangunkan Ares, hanya saja hari ini dia harus berangkat ke kantor lebih awal karena ada rapat, jadi dia sarapan lebih dulu tanpa menunggu istri dan si kecil Ares.
☆☆☆
Siap sarapan, Rayan menuju kamar sang putra untuk berpamitan dengan istri dan anaknya.
Saat membuka pintu kamar, Rayan mendapati istrinya Rafa yang sedang memakaikan baju Ares.
"Gantengnya anak Papa. Hmmmm wangi juga. Pinternya udah bangun pagi hari ini" dielusnya kepala Ares setelah memberikan ciuman di pipi Ares yang gembul.
"Ales kan selalu pintel Papa" ucapnya sambil tersenyum lebar.
"Jelas donk, anak Papa gitu. Oh ya Papa pergi kerja dulu ya, Ares baik-baik di rumah, jangan usil" pesannya sambil memeluk Ares
"Oki Papa"
"Sayang aku berangkat dulu ya, doain kerjaa aku lancar hari ini" pamit Rayan pada Rafa yang sejak tadi hanya diam memperhatikannya dan Ares sambil mengecup dahi sang istri.
"Iya pasti, aku bakal selalu do'ain semua kerjaan kamu lancar hari ini" sambil memeluk sang suami.
Oh ya FYI, Rayan adalah pemilik perusahaan E-comerce yang ada di Indonesia. Dirintis sejak di bangku kuliah bersama sang sahabat, sampai detik ini E-comerce mereka berhasil menggait pengguna dengan jumlah terbanyak di negara ini. Dan sekarang dalam pengembangan agar jangkauan E-comerce mereka bisa sampai keluar negeri.
"Makasih sayang, ya udah aku berangkat sekarang. Ares inget pesan Papa jangan nakal"
Dan Ares hanya mengacungkan jempol kecilnya pada sang Papa.
TBC
Holla..ini ide ke sekian kalinya, tapi baru ini nyoba nulis di wattpad. Moga suka ya..
YOU ARE READING
He is Ares
RandomKisah Ares si bocah 4 tahun dan segala keajaibannya. Bikin semua orang takjub dan geleng-geleng secara bersamaan. Mama pusing, Papa pusing, Opa pusing, Oma pusing, Semuanya pusing. Apalagi klo udah bareng circlenya, udah berasa dunia milik Ares dan...
