FOLLOW SEBELUM BACA!
***
Ini kisah Archie yang mengurus seorang bocah berusia 9 tahun dan terkejut saat bocah itu kini sudah jauh lebih tinggi darinya.
Dan juga lebih kuat.
***
"Dimana bocah lucu dan penurut yang aku kenal?"
"Ohh, dia sudah lama mat...
Awan mendung menghiasi langit pagi ini, membuat orang-orang yang ingin menjemur pakaian mengurungkan niatnya. Begitupun seorang pria berusia 24 tahun dengan tinggi 163cm, ia yang tadinya tersenyum ceria langsung muram dan kesal.
Pagi ini niatnya ia ingin melakukan hal-hal menyenangkan, ya seperti mengepel, menyiram tanaman, serta menjemur pakaian. Menurut nya hal itu sangat menyenangkan.
Namun apa daya, langit sudah memperingatkan bahwa hari ini tidak ada acara jemur-menjemur, jadi Archie mengalihkan niatnya untuk memberi pakan hewan saja.
"Hei, Archie! Kau sudah dengar? Katanya salah satu anggota kerajaan datang mengunjungi desa kita!" Ucap tetangganya.
"Datang mengunjungi? Untuk apa?" Tanya Archie bingung.
"Ntahlah, Ku dengar mereka sedang mencari seseorang, namun aku tidak tahu ciri-ciri dan detail nya seperti apa." Jelas tetangganta ikut bingung.
Archie mengerutkan keningnya, tak mungkin kan keluarga kerjaan datang mencari nya? Lagipula ia sudah lama kabur dari kerajaan, kenapa baru dicari sekarang? Yah, sudah 11 tahun berlalu, ia juga sudah mulai melupakan masa lalu nya.
Masa lalu yang amat kelam untuk dirinya dengan seorang anak bernama Elliot Dé Connor yang status nya jauh di atasnya, dan hubungan terlarang antara keduanya.
"Kita sama-sama pria, lagipula saat itu aku juga masih kecil dan tentu saja masih labil, aku tidak tahu apakah itu hal yang benar atau tidak, namun... ntah kenapa perasaan ini terus membekas, seolah ada sesuatu yang melarangku untuk melupakan semuanya." Batin nya.
Archie menggelengkan kepalanya mencoba menepis pemikiran itu, kini ia harus fokus untuk menyelesaikan pekerjaan nya hari ini. Ia kembali memberi pakan untuk hewan sambil sesekali menguping pembicaraan para tetangganya yang sedang heboh akan kedatangan keluarga kerajaan kesini.
"Dia sangat tampan! Aku melihat mata nya yang merah menyala, meski begitu tatapan nya amat dingin seolah ada dinding kaca yang memisahkan dunia kita."
"Benarkah? Wah, aku jadi penasaran. Mungkinkah orang yang mereka cari sangat penting?"
Begitulah kira-kira pembicaraan para tetangganya, Archie bahkan berkali-kali mengeryitkan kening nya, "Mata merah menyala? Tatapan dingin? Siapa lagi kalo bukan Elliot? Tapi... Akankah itu dia?" Batinnya terus berperang.
Langit menjadi sangat gelap, hujan pun mulai turun, angin bertiup kencang. Warga desa masuk ke dalam rumahnya masing-masing begitupun dengan Archie.
Pria itu kini berada di dalam kamarnya sembari melihat keluar jendela yang langsung mengarahkannya pada jalanan.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Dengan teh yang hangat dan biskuit kering yang tawar, menyempurnakan suasana kali ini. Archie duduk di kursi kayu yang masih terlihat bagus walaupun sudah tua, mengambil sebuah buku dari laci kecil disamping nya lalu mulai membacanya.
Beberapa menit berlalu, Archie mulai mengantuk lalu menaruh cangir teh dan piring biskuit nya ke dapur. Ia kembali lagi lalu menaruh buku nya ketempat nya awal dan membaringkan tubuhnya di ranjang.
Baru sedetik ia menutup mata, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar, Archie mengeryit, "Siapa yang datang?" Gumam nya pelan.
Ia dengan malas turun dari ranjang lalu membuka pintu nya, terlihat lah seorang laki-laki jangkung dengan seragam yang sudah basah kuyup.
"Ada-"
Belum sempat Archie menyelesaikan perkataannya, ia langsung dikejutkan dengan pelukan erat dari laki-laki didepannya.
Pelukannya sangat erat sampai Archie kesulitan bernafas, "ugh, permisi! Tolong lepaskan!" Ucapnya sedikit sesak.
"Tidak!" Bantah laki-laki itu dengan cepat.
"Argh! Aku kesulitan bernafas!!"
Setelah mendengar teriakan itu lelaki yang memeluk nya pun melepaskan pelukannya dengan tatapan khawatir.
"Kau tidak apa-apa? Maafkan aku." Ucap nya.
Archie memegang dadanya yang sesak, ia lalu menatap laki-laki didepannya dan menukikkan alisnya. "Anda siapa? Kenapa tiba-tiba memeluk saya?" Tanya nya marah.
Lelaki itu pun terkejut mendengar nada marah dari Archie, ia lalu tersenyum kecil. "Baru 11 tahun masa kau telah melupakanku, Arc-ku."
Archie yang marah pun mendadak cemas, ia kenal panggilan itu. Panggilan yang hanya bisa ia dapatkan dari seseorang.
Benar saja, ia baru menyadari bahwa pria didepannya adalah Elliot Dé Connor, seorang anak kecil yang ia cintai 11 tahun yang lalu.
Namun penampilan nya kini berubah drastis, tubuh yang hanya setinggi dadanya pun berkembang menjadi jauh lebih tinggi darinya.
Bahu nya yang melebar, tubuhnya yang terlihat keras, otot yang besar dan kuat, urat yang menambah kesan maskulin pada pria ini. Oh tuhan, sepertinya Archie jatuh cinta untuk kedua kalinya!
Archie buru-buru menepis pemikiran itu lalu segera masuk kedalam rumahnya, belum sempat Archie menutup pintu, Elliot sudah lebih dulu memegang tangannya kuat.
"Kau mau kemana? Melarikan diri lagi?" Tanya Elliot dengan senyum miringnya. Pria besar itu ikut masuk kedalam rumah Archie dengan paksa.
Ia juga memeluk tubuh Archie sekali lagi dan membawanya ke dinding. Archie menggeram marah, tubuh Elliot kini lebih besar dan kuat dari nya, menutup kemungkinan untuk Archie bisa melawan.
"Kau bajingan! Pergi dari hadapan ku! Aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi!!" Teriak Archie dengan mata memanas.
Elliot hanya menatapnya datar, dadanya terasa sesak, ia sakit hati mendengar teriakan pujaan hatinya, dan mungkin sakit hati ini akan membekas.
"Kau membuatku menjadi gila lalu pergi meninggalkanku, apa itu wajar bagimu? Apa bagimu aku adalah mainan sex?" Ujar Elliot dengan nada rendah.
"Saat itu kita masih kecil, aku juga tidak tahu bahwa hubungan kita akan menjadi seperti itu. Maafkan aku, okay? Mari kita lupakan semua itu, anggap semua itu tidak pernah terjadi."
Elliot bergetar, ia marah mendengar kata terakhir Archie, anggap tidak terjadi katanya? Elliot memalingkan wajahnya dengan senyum mirisnya.
Tanpa aba-aba dia merobek pakaian yang dikenakan Archie dan mengangkat tubuh lelaki itu ke ranjang.
"Ugkhh! Apa yang kau lakukan, brengsek?!" Maki Archie.
"Mudah bagimu untuk melupakan semua kenangan kita, tapi tidak untukku. Bagiku, semua kenangan kita harus kita ingat, bahkan sampai kita mati nanti. Dan sekarang, aku akan membuat kenangan itu lebih membekas, akan ku buat kau tidak akan pernah melupakan kejadian ini!!" Mata Elliot menatap Archie dengan penuh nafsu.
Dan detik itu juga, Elliot memperkosa Archie dengan begitu brutal. Teriakan Archie terdengar nyaring begitu benda besar milik Elliot menembus dirinya. Keringat membasahi tubuh Archie dan tubuh Elliot yang sebelumnya sudah basah, suara penyatuan mereka menambah suasana makin memanas walaupun hujan turun dengan deras diluar.
Tubuh Archie tersentak beberapa kali, tenaga Elliot tak main-main, ia kuat sampai beberapa ronde, sampai Archie tidak memiliki tenaga yang tersisa. Elliot menumpahkan sperma nya didalam anal Archie dengan begitu banyak sampai keluar disela-sela anal Archie.
"Kau bajingan, Elliot! Argh!" Erang Archie ketika Elliot dengan sengaja menyentuh beberapa kali titik spot Archie.
"Hahah, aku pastikan kau akan selalu mengingat kejadian ini, akan aku pastikan." Bisik Elliot.