ketemu, tapi?

21 2 1
                                        


Saat ini ada seekor mahluk yang sedang Kamuflase di pinggir tong sampah jadi ia pikir ia, sedang cosplay sampah..

"Mapus... Mapus, otw tartarus ini mah"batin miu dengan keringat bercucuran di pelipis nya

" Sialan ini semua salah si geng pencuri manga itu, mana pake tarperwe mamah lagi"batin miu lanjut..

Dengan Posisi kamuflase nya itu miu melihat sekitar, ia kadang sial kalau berurusan dengan geng pencuri manga itu, padahal ia gak pernah request hidup survive pada mereka

Setelah melihat sekitar sudah kondusif miu mulai melangkah kan kakinya mencari geng pencuri manga itu, kali aja tarperwe mamahnya di balikin gitu..

Dengan berhati-hati ia mulai ke luar dari persembunyian kamuflasenya itu dengan terburu ia masuk ke perkaranga rumah pak rt yang kebetulan ada di depannya...

Ia berseder pada pagar kayu itu dengan sedikit lega, tapi masih ada dendam di hati karena ia melewatkan rencana rutinitas nya itu,

"Fiks lah, mamah gak bakal pake death note kan!!" Batin miu kalau berurusan dengan menghilangkan tarperwe beliau




Beberapa menit telah berlalu dengan posisi menyeder nya, miu tiba-tiba mendengar suara batuk yang sangat keras tapi saat ia melihat sekeliling berharap menemukan sumber suara namun nihil suara itu tak bisa ia temukan...

Saat ia memutuskan melihat ke atas dengan bersama an sesuatu yang terjatuh dari atas dengan sangat cepet,

BRAK!!

Dan selalu yang jatuh itu adalah , yang terjatuh itu adalah seseorang yang ia kenal, ia adalah (neme)

"Gyaaaaa!!!!!"

"A....apa yang?!"syok miu ia langsung terjatuh dengan muka pucat..

Ia melihat (neme) sudah kaku dengan darah segar mengotori aspal, dan beberapa darah yang keluar dari mulu nya, yang membuat miu syok dengan wajahnya yang memutih, dan tubuh yang gemetar hebat...

Ia tak tau harus apa, tampa ia sadari, mulai banyak orang yang mengerumuni tubuh (neme) yang sudah membeku denga darah yang mulai mengering

Kejadian itu begitu cepat, miu yang masih gemetar dengan wajahnya yang syok menatap (neme) yang sudah di amankan oleh ambulan yang entah siapa yang telpon..








Ke esokan hatinya miu sedang ada di rumah nya dengan tarperwe yang ia temukan di dekat tkp kemaren di pelukan nya, ia menatap di seberang rumahnya yaitu tempat panti asuha, di pasang bendera kuning..

Ia memang selalu di buat emosi oleh kelakuan (neme), tapi ia tak membenci nya karena ia tahu kalau (neme) itu orang yang baik, dan ia juga sadar harusnya ia memberikan tarperwe nya itu ke detektif yang sedang menangani kasus (neme), tapi ia takut kalau (neme) mati itu dengan sebuah kesengajaan, jadi ia pikir sebaiknya ia tak tau saja....

Miu langsung beranjak dari duduk nya dan mengeluarkan kotak besar dari bawah kasur nya lalu membuka nya dan menaruh tarperwe nya itu dengan hati-hati dan menguncinya, dan lalu menyimpan kotak itu kembali

Sekarang miu itu baru kelas 1 sd ia suka di buli oleh beberapa anak sekelas nya, dan di sana (neme) menolongnya, di saat ia tak bisa memberi tahu guru dan orang tua, dan saat ia kesulitan juga kadang (neme) suka membantu nya..

"Dasar, (neme) ngeselin...." Guman miu dengan air mata deras yang mengalir di kedua pipinya....




Tiga tahun telah berlalu miu sekarang kelas 3,ia menjadi pemurung setelah kejadian yang membuat mentalnya hancur itu, dan selalu menghabiskan waktunya berjam-jam di kamar nya saja, kedua orang tuanya juga prihatin pada anak perempuan semata wayang nya itu, dan membuat nya menjadi seorang nolep....

female reader {one piece}Where stories live. Discover now