Roommate - satu

3.4K 291 31
                                        

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.



1 / 🎬

Hanni sejak tadi tidak berhenti menggerutu sebab hari ini mood-nya berantakan sekali. Dari pagi harus berurusan dengan dosen killer yang terus memarahinya di depan kelas gara-gara ia tidak membawa tugasnya karna ketinggalan saat ia bergegas tadi. Itu semua karna anggota kelompoknya yang tidak membantu sama sekali, alias hanya numpang nama. Kemudian sepuluh menit yang lalu ia baru saja mendapat laporan dari kepala asrama, bahwa ia akan mendapat teman sekamar baru. Mood-nya benar-benar kacau hari ini.

Danielle menyerahkan sekaleng minuman kepada Hanni ketika melihat eskpresi tidak bersahabat sejak tadi dari temannya itu, seperti ingin memakan satu persatu manusia yang lewat di hadapan mereka.

"Kenapa lagi sih?" tanya Danielle. Ia mendudukan dirinya di depan Hanni.

Hanni membuka kaleng minuman itu lalu menegaknya hingga habis setengah. Ia meletakkan kaleng yang tidak berdosa itu dengan penuh penekanan.

"Masa kata kepala asrama, kamar gue bakal ada yang ngisi lagi" ucap Hanni.

"Ya gapapa dong? Bagus kan lo jadinya punya temen sekamar"

Danielle berkata seperti itu tanpa melihat ke arah Hanni yang sudah mengeluarkan asap tak kasat mata di atas kepalanya.

"Gapapa?? Bagus kata lo??"

Danielle hampir saja memuntahkan kembali minumannya gara-gara suara Hanni yang seperti menggunakan pengeras suara. Gadis itu berteriak di samping telinganya.

Danielle dengan cepat membekap mulut Hanni menggunakan tangannya. "Ga usah teriak anjing, gue ga budek"

"Malu diliatin orang-orang" ucap Danielle lagi.

Hanni mengedarkan pandangannya, dan benar saja, semua mata sedang tertuju padanya.

Gadis mungil itu berdecak, kemudian meluruhkan kepalanya di atas meja seperti telah kehabisan tenaga.

"Gue udah nyaman sendiri, Dan. Bayangin aja gue udah 6 bulan sendiri tiba-tiba ada yang mau gabung, gamau" rengeknya persis seperti anak kecil.

Pham Hanni, gadis mungil yang hobi sekali menggerutu padanya kemudian berujung meneriaki dirinya ketika mood-nya sedang kacau. Namun Danielle tahu dengan baik kebiasaan temannya ini, Hanni setelahnya akan bersikap seperti anak kecil yang meminta permen.

"Ya terus mau gimana, Hanni? Kan kita ga bisa protes juga sama kepala asrama, siapa tau emang dia juga sendiri dan asrama kekurangan kamar, makanya disatuin aja sama lo" jelas Danielle berusaha menenangkan.

"Gamauu, udah nyaman sendiri" Hanni masih merengek seperti anak kecil dengan wajah yang telungkup di atas meja.

"Nanti juga terbiasa, Han. Lo cuma butuh buat terbiasa. Gue yakin temen sekamar lo nanti orang baik kok" sahut Danielle. Ia menepuk-nepuk kecil punggung Hanni. Tidak tega juga jika melihat temannya seperti ini.

BBANGSAZ SHORT STORIESWhere stories live. Discover now