Aktualizovali jsme naše Pokyny k obsahu.
Projděte si nejnovější pokyny, abyste mohli bezpečně sdílet příběhy.

Prologue

301 25 0
                                        


Happy reading

Ups! Tento obrázek porušuje naše pokyny k obsahu. Před publikováním ho, prosím, buď odstraň, nebo nahraď jiným.

Happy reading...

.

.

.

JLEB...

"Cih... meleset"

Swoss

Sesuatu seperti bayangan hitam muncul dari tanah dan segera menutupi tubuh pria sekarat yang tadi sempat melakukan pertarungan sengit dengan kami. Tetapi aku sama sekali tidak peduli dengan tua bangka brengsek itu

Fokus ku kali ini hanya padanya. Aku hanya bisa mematung melihat pemandangan didepanku

"Sa..kura..."

Tepat didepan mataku... gadis teman masa kecilku, gadis yang ku kasihi, gadis yang selama ini mati-matian ku jaga dihancurkan dihadapanku

Uhuk

"Sa.. Sasuke..."

Bruk

Grep

Sebelum tubuhnya berhasil menyentuh tanah aku telah lebih dulu berhasil menangkap tubuh rapuh miliknya. Apa tadi? Berhasil?! Kau bodoh ya Sasuke Uchiha?! Bagaimana bisa kau dengan bangganya bilang kau berhasil menangkap tubuhnya ketika tubuh yang kau tangkap itu sudah sekarat!!

Segera ku rengkuh tubuh kecilnya yang mulai mendingin dalam dekapanku, berharap dekapanku dapat membuatnya merasa lebih baik

"Ke-kenapa? Kenapa kau melakukannya...", bisikku parau sembari menatap wajah pucatnya didekapanku

Uhuk

Ia kembali mengeluarkan darah dari mulutnya, bahkan darahnya kini telah menodai rambut sewarna bunga musim seminya

"Karena... a-aku ti...dak ingin Sasuke ter...luka uhuk", balas Sakura dengan senyum yang ia paksakan seceria mungkin ditengah rasa sakit yang berpusat pada pedang yang menancap dari punggung hingga tembus kedadannya

Tes

"Hiks"

Sasuke semakin mengeratkan pelukkannya pada gadis yang tengah sekarat tersebut, sambil berusaha menahan isakannya agar tidak terdengar semakin menyedihkan didepan gadis yang tengah berjuang menahan sakit meski hal tersebut sia-sia

"Ja-jangan mena--Uhuk menangis Sa...suke...", ucap gadis itu dengan susah payah

"Se..karang tatap a-aku. Aku...ingin me...lihatmu dan meng-uhuk! Me-mengingatmu untuk... Yang terakhir....", lanjutnya dengan suara yang mulai samar

Dengan panik Sasuke kembali menatap gadis itu, menatap balik mata emerald yang kini nampak semakin redup

"Tidak... Tidak Sakura! Kau tidak boleh! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU! Mengapa... mengapa kau harus melindungiku...", Sasuke mulai meracau

"Sasuke... ma..af... aku harap... ki-uhuk ta... bi..sa... bertemu kem...bali...."

Seiring dengan suara terakhirnya tersebut, deru nafas tubuh gadis itupun mulai tenang bahkan tidak ada lagi helaan nafas yang terdengar, tubuhnya semakin mendingin, matanya yang meredup kini menutup sempurna. Dari situ, Sasuke menyadari bahwa gadis yang masih setia ia dekap itu telah tiada

'Sakura... pergi... karenaku? Karena melindungiku? Kenapa? Kenapa harus dia? Kenapa tidak aku saja? Seharusnya aku yang mati tadi 'kan? Gadis bodoh! Kenapa kau mengorbankan nyawamu untukku?! Untuk laki-laki pengecut sepertiku?!'

Sasuke melebarkan matanya, seakan mengingat sesuatu, segera ia menatap wajah damai gadis yang dicintainya itu "A-aku... mencintaimu... Aku mencintaimu Sakura. Aku mencintaimu! Bukannya kau ingin mendengar itu dariku? Aku sudah mengatakannya Sakura, maafkan aku yang pengecut hingga tidak pernah berani mengatakannya selama ini, Aku terlalu mementingkan ego ku! kau benar Sakura.. kau benar. Aku egois! Aku manusia yang paling egois, aku mencintaimu, Aku bahkan akan mengatakannya sebanyak yang kau mau asalkan..."

Dielusnya rambut merah muda yang ternodai cairan merah itu dengan lembut

"...kau mau bangun dan menatapku. Karena aku tidak ingin mengatakannya saat kau tidak menatapku seperti ini...", lanjut Sasuke dengan suara yang sangat lembut

Namun tentu saja. Tidak ada respon sama sekali dari Sakura, gadis itu telah tiada. Raga dan jiwa nya telah berpisah. Sasuke yang baru kembali menyadari itu membolakan matanya, iris sewarna Onyx nya bergetar, menyusuri wajah manis yang pucat dan bersimbah darah tersebut dengan panik

"ARRRGGGHHHH!!!"

"SAKURA! SAKURAA!!"

"JANGAN PERGI! SAKURA! Hiks... hiks..."

Sasuke hanya bisa berteriak, meraung, dan menangis. Atas kepergian gadisnya, musim seminya, serta atas ketidak mampuannya melindunginya...

"SAKURA!"

Sasuke terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tidak beraturan.  Menyugar rambutnya yang lepek dengan keringat, bahkan tubuhnya pun berkeringat

Hosh hosh hosh

'Mimpi ini lagi. Padahal sudah 5 tahun berlalu...'

Tatapan Sasuke kosong, ia mulai merundukkan kepalanya, dan menjambaki rambutnya. Berharap ingatannya dapat ia cabut saja, semudah rambutnya yang rontok karena ia jambaki

"Sakura..."

Tbc

.

.

.

.

.

Udh lama di draft sih ni crta. Mo publish tp tktnya ku bakal stuck ditengah crta gegara kehabisan ide soalnya ni crta rada rumit buatku yg pemula

So gmna? Mau Ku lnjt gk? Komen yaa sama vote jg biar ku Ada dorongan buat lnjt

See ya
Baii😘

Green GemPříběhy, které tě pohltí. Začni objevovat