;prolog ;

39 1 0
                                        

Mengapa semesta begitu jahat pada alleta? Dengan mengambil alih hampir seluruh hidup Aletta. Alleta merasa hidupnya saat ini sedang berada di ujung tanduk , alleta hanya bisa memilih pilihan 1 atau pilihan 2, bertahan atau memilih pergi.

Banyak sudah yang ia harapkan pada Tuhan, banyak hal yang ia katakan pada Tuhan kala itu.

"Masih lama gak ya Tuhan ? Alleta sudah lelah sekalii,,, jika alleta pulang boleh gak? leta mau udah aja Tuhan, rasanya sakit bangett, dada alleta sering sesak, rasanya penuh. mau nangis aja percuma banget, tangan leta udah banyak luka Tuhan, alleta rasa darah di dekat nadi ini udah hampir habis, diri leta capek ga ya? "ucapnya malam ini pada langit mendung itu. semesta tau, manusianya sedang lelah, dan hancur.

Alleta merasa semuaa orang tak tau bahwa dirinya ini sudah sangat lelah, teman temannya di sekolah selalu berkata bahwa jadi diri alleta itu sangat seru, layaknya semua kebahagiaan milik alleta. Banyak sekali bincangan tentang dirinya yang terlihat bahagia bagai tak memikul beban.

" kayaknya jadi lo enak banget ya ta? Lo bisa kemana aja terserah diri lo gaada penekanan sama sekali. Gue pengen deh jadi lo, kalo mama lo suruh ngadopsi gue mau ga ya kira kira?"

mereka tak tahu rasanya jadi alleta. mereka tak tau rasanya hidup mati matian menahan sesak di dada, mereka tak tau rasanya di paksa dewasa oleh keadaan, mereka tak tau rasanya harus berusaha mendapatkan apa yang di minta oleh orang tua yang bahkan tak perduli padanya, mereka takpernah merasakan rasanya setiap hari mendengarkan pertengkaran orang tua yang berakhir tangisan keras.
dan mereka tak pernah merasakan rasanya berada di ujung tanduk memilih pergi atau bertahan dengan tekad yang dipunya.

Semua hal pernah alleta rasakan, barcode, percobaan bunuh diri, overdosis. semuanya pernah ada dalam diri alleta, bahkan obat tidur pernah alleta minum dalam jumlah yang banyak, berharap ia tidur nyenyak dan bangun dengan beban yang berkurang banyak.

bahkan alleta tak tau harus menyalahkan siapa, mau menyalahkan takdir atau mengulang semuanya dari awal. rasanya tak mungkin. 

" alleta harus gimana lagi Tuhan??, alleta harus memilih yang mana?? mau nyerah aja boleh??, alleta pengen kaya temen temen alleta, alleta pengen sekali kali bahagia tanpa adanya beban yang alleta pikul Tuhan. alleta lelah Tuhan " katanya, kali ini di dengar oleh Nathan yang telah sampai pada pintu kamar alleta yang sedikit terbuka.         

.....

 a/n ; prolog pendek dulu ya heheheh:)                                                   

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 24, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

AlletaWhere stories live. Discover now