Prolog

63 35 27
                                        

Jangan lupa vote kawan

{ HAPPY READING }



Suasana di pagi hari, di hari senin. Dimana semua orang mulai beraktivitas melakukan kegiatan mereka masing masing.
Sama hal nya kayak gue.

Hai, gue Lynza, you can call me just Lyn.
gue hari ini bangun kesiangan, yup bangun kesiangan. Sial banget gue hari ini, gue kemarin asik begadang buat chatan sama doi virtual gue sampe gue lupa klo gue harus sekolah besok, HAHAHAHA.

Oh iya, gue murid baru di salah satu SMA yang cukup terkenal yaitu, SMA Glorisa.
Gue udah sampe disekolah dan gerbang otw di tutup tapi gue tetep trobos aja itu gerbang. Untung aja sistem di sekolah ini tidak ada upacara, jadi aman awokawok. Pas gue lari di koridor tiba-tiba.

Brukk!!

"Shh, buset anjir pake jatuh segala lagi, mana lutut gue luka+berdarah. Anak setan emang yang nabrak gue." Gumam Lyn.

"Woi, jangan diem di tengah jalan gitu dong!, udah tau ada orang lagi buru buru mau ke ruang kepala sekolah." Ucap Lyn kesal.

"Emang gue peduli? Dasar cewek ceroboh." Balas cowok yang ia tabrak tersebut.

"Za, udah, salah kita yang diem di tengah jalan." Kata salah satu temen cowok itu, lalu menghampiri Lyn dan membantu dia untuk berdiri.

"Maafin temen gue ya? Nama dia Reza, dia emang gitu anaknya haha. Oh iya, kenalin nama gue Mars. Lo murid baru? Wajah lo keliatan asing." Ucap Mars sambil sedikit tersenyum.

"Nama gue Lynza, panggil Lyn aja. Iya gue murid baru disini, murid pindahan." balas Lyn.

"Ohh, salken ye, yaudah gue cabut dulu ya, udah di tinggal gue." Ucap Mars yang pergi berlari mengejar Reza yang ternyata sudah pergi duluan dari ada Mars.

Lyn terkekeh sebentar lalu mengucapkan terimakasih. "BTW, THANKS." teriak Lyn, dan Mars hanya mengacung kan jempol nya

Hening sejenak.

"Eehh, tapi.. Gue gak tau dimana ruangan kepala sekolah, gimana dong ini? Mana si Mars udah ga keliatan lagi. Huhhh." Gumam Lyn sambil celingak-celinguk mencari satu ruangan tersebut, Ruangan kepala sekolah. Oh ayolah ini belom ada sehari ia masuk ke SMA ini dan udah dapet kesialan seperti tadi.

Oke, sepertinya ini menjadi keberuntungan untuknya. Ia melihat seorang laki-laki paruh baya berjalan di koridor. Ia tidak tau koridor tersebut milik jurusan IPA atau IPS. Tapi bukan Lynza namanya kalo tidak terobos. Ia berjalan menghampiri laki-laki tersebut dan menyapanya.

"Selamat pagi, Pak. Saya mau bertanya, ruangan kepala sekolah ada di mana ya pak?" Tanya Lynza sopan.

"Ruang kepala sekolah berada di samping ruang guru, Nak. Sepertinya kamu anak baru ya? Mau bapak antarkan?" Jawab guru tersebut. Dan guru tersebut ternyata guru bk yang bernama pak Wahyu. Dan pak Wahyu mengantarkan Lynza ke ruangan kepala sekolah. ia ketuk pintu ruangan tersebut lalu membukanya perlahan. "Selamat pagi, Pak." Sapa Lynza ketika ia sudah masuk ke ruangan kepala sekolah.

"Selamat pagi, Nak. Apakah kamu yang bernama Atira Lynza Aundyni?" Tanya kepala sekolah sambil memeriksa berkas tentang dirinya.

"Iya pak, saya Lynza. Jadi saya masuk di kelas mana ya pak?" Setelah menjawab pertanyaan sang kepala sekolah, kini giliran ia yang bertanya, dimana ia menanyakan kelas nya berada.

"Kamu masuk di kelas 11 IPA 1 ya." Jawab kepala sekolah dengan ramah.

" Jawab kepala sekolah dengan ramah

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

hallo semuanya. maaf misalnya mungkin dari bab ini ada yang kurang.. , soalnya ini baru pertama kali bikin cerita ginian
ig : @lilinminelovv

30/01/2023

AREZA [ON GOING]Onde histórias criam vida. Descubra agora