Semua orang pasti punya banyak masalah yang mereka hadapi. Entah itu masalah besar ataupun kecil. Tapi, semua manusia sangat suka meremehkan hal-hal kecil. Misalnya seperti menyepelekan masalah tersebut, dan membandingkan masalahnya dengan masalah yang dihadapi oleh orang lain.
Tapi, ketika orang yang menceritakan masalah itu sudah lelah untuk bercerita. Maka, ia hanya akan tersenyum sebagai bentuk respon akhirnya.
"Hei, Lian! Kenapa kamu disini?" Denara menatap sosok gadis yang tengah duduk dibawah pohon yang rimbun. Lantas saat ia melihat Lian, ia pun ikut duduk.
"Ah, hanya... Bosan? Hehehe," Denara mengangguk. Lalu dia mulai membuka mulutnya, bercerita.
"Kau tahu, Lian? Semua manusia punya sifat buruk yang ingin mereka simpan sendiri sebagai bentuk pertahanan agar tidak ada siapapun yang sadar bahwa dia punya kekurangan." Lian terdiam mendengar cerita Denara. Denara tersenyum lalu melanjutkan ceritanya.
"Begitu juga aku dan kau, aku yakin semua orang di dunia punya banyak kekurangan. Tapi, itu tidak jadi masalah. Mereka dilahirkan ke dunia untuk mengisi posisi yang sudah ditempatkan oleh yang Maha Kuasa, mereka dilahirkan atas dasar kecintaan dua manusia yang menginginkan sesosok anak. Benarkan?" Lian mengangguk lalu dia bertanya,
"Bagaimana dengan kata dari para orang tua bahwa, 'tidak ada satupun ibu atau ayah di dunia ini yang tidak mencintai anaknya.' Tapi setelah dilihat lagi, banyak dari mereka yang selalu mengatai anak nya dan bahkan melakukan kekerasan fisik hingga menjatuhkan mental mereka."
"Memang, kebanyakan dari orang tua sangat egois. Mereka ingin di mengerti tapi tak ingin mengerti anaknya. Tapi, semua anak pasti akan mendapatkan bahagianya sendiri. Aku jamin itu. Maka dari itu, jangan pernah menyerah akan hidupmu. Kau itu berharga, sifatmu unik dan kau satu-satunya."
Lian yang mendengar hal itu langsung meneteskan air matanya. Baru sesaat dia memikirkan bagaimana caranya untuk mati, tapi ternyata kata-kata dari orang yang tidak dekat dengannya malah jauh lebih baik ketimbang kata-kata dari temannya.
"Lian, semua manusia akan mendapatkan hal yang mereka inginkan. Tapi, semuanya butuh proses. Kamu tidak bisa secara instan mendapatkannya, sabarlah sedikit lagi ya? Semuanya akan ditempatkan ditempat yang seharusnya. Mereka yang ada di luaran sana juga saat ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk melawan garis takdir yang sudah ditentukan pada mereka. Kau juga, teruslah berjuang untuk kebahagiaan mu sendiri. Kau boleh bersikap egois, kau boleh melakukan apapun itu. Tapi, teruslah berusaha agar hasil akhir yang ingin kau raih bisa tercapai. Semangat!"
Lian tersenyum, ia berterimakasih pada Denara. Denara hanya sekadar orang yang dikenal, tapi sudah memberikan hal yang berkesan dihatinya.
Penyelamat hidup. Itu julukan yang Lian berikan pada Denara.
"Everything Will be okay, remember you're not alone anymore. Cheer up!"
by Sunnyiez.
YOU ARE READING
Coretan Kecil
Short StorySebuah coretan yang tak ada artinya, tapi sangat berkenan di hati. ; start from 2022, November. by Sunnyiez.
