BYUURRR!
Bunyi siraman air itu seketika memecah kesunyian malam ini, membuat kasur tipis yang langsung bersentuhan dengan lantai itupun basah. Tak hanya itu saja, sesosok lelaki mungil yang juga tengah berbaring di atasnya kinipun telah ikut basah kuyup.
Wajahnya yang basah buru-buru ia usap dengan kedua telapak tangan, dari ekspresinya terlihat bahwa ia tampak syok dengan apa yang baru saja terjadi.
"Bangun!" Suara teriakan dengan nada membentak itu seketika menelusup ke dalam telinga.
Seorang wanita berusia sekitar 40 an tepat berdiri disampingnya. Di tangan kirinya terdapat sebuah ember kosong berukuran sedang, sepertinya siraman air tadi berasal dari dalam ember tersebut. Dan tentu, pelakunya sudah pasti bisa ditebak.
"Dasar pemalas! ... malah enak-enakan tidur disini. Sana ke belakang!, cucian kotor sudah menumpuk... jangan lupa bersihkan rumah ini dan siapkan sarapan pagi untukku dan juga Min Hyuk!" Ucap si wanita itu kasar.
"Ne" Pemuda itupun hanya mampu membalas dengan gumaman lirih karena menahan getaran pada belahan bibir bawahnya yg pucat.
"Jangan iya-iya saja!... lakukan sekarang juga! Ingat kau menumpang hidup disini, setidaknya tau diri!... tak ada yang gratis selagi kau masih tinggal di rumah ini!" Sambungnya lagi.
Setelah melontarkan kalimat-kalimat pedas tersebut, wanita itupun berbalik dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Sepeninggalnya si wanita, pemuda itupun buru-buru melepaskan bajunya yang basah kemudian menggantinya dengan yang kering. Tak lupa ia juga mengelap lantai yang basah karena genangan air. Dari apa yang ia lakukan tersebut, terlihat seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Si pemuda tampaknya sudah terbiasa dengan kondisinya ini, mungkin saja sosok wanita beberapa saat yang lalu itu sering melakukan hal semacam tadi untuk membangunkannya.
Setelah dirasa cukup kering, dengan tubuh yang masih sedikit menggigil pemuda itupun langsung bergegas keluar dari kamar yang sepertinya lebih pantas disebut gudang rongsokan tersebut. Tak ada ranjang ataupun lemari pakaian di sana, hanya terdapat sebuah kasur tipis dan juga satu buah bantal. Kemudian disampingnya ada beberapa helai pakaian yang dibungkus dengan sehelai kain panjang. Selebihnya hanya ada tumpukan koran bekas dan beberapa alat elektronik rusak yang sudah tertutupi oleh banyak debu.
Jarum jam masih menunjukkan pukul 3 pagi, artinya ia baru tertidur sekitar 2 jam yang lalu. Tapi apa bolah buat, sekarang ia harus bangun untuk kembali bekerja jika tidak mau diusir dari rumah ini. Semua pekerjaan yang tadi wanita itu perintahkan ia lakukan dengan tekun. Memang sudah menjadi rutinitasnya setiap hari, mulai dari membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu menyiapkan sarapan pagi untuk penghuni lainnya. Kemudian setelah semua pekerjaan itu selesai, barulah ia mengurus diri sendiri untuk bersiap-siap ke sekolah. Setidaknya masih ada hal yang dapat ia syukuri dari hidup ini, bisa tumbuh dengan mengenal pendidikan sudah membuat dirinya cukup senang meski entah sampai kapan pendidikan itu bisa ia tempuh.
***
Beberapa jam kemudian...
Tokk!... Tokk!
Ia mengetuk pintu kamar yang setengah terbuka itu sebelum berucap kepada seseorang di dalam.
"Bibi sarapannya sudah siap" Ujarnya, yang hanya dibalas kibasan tangan dengan gaya angkuh dari si pemilik kamar.
"Min Hyuk ayo makan!" Wanita yang ia panggil bibi itu keluar dari kamar sambil meneriaki nama seseorang. Dan tentu itu bukanlah nama si pria mungil di sampingnya.
Dari arah lain muncullah sesosok pemuda tinggi yang jika dilihat sekilas memiliki usia yang tak seberapa jauh dengan pemuda satunya. Sudah dipastikan dia adalah pemilik nama yang baru saja diteriakkan.
VOCÊ ESTÁ LENDO
A Miracle in Joseon ( Chanbaek Brothership)
FanficCerita ini mengisahkan tentang seorang remaja lelaki bernama Park Baekhyun. Umurnya baru menginjak 15 tahun, namun di usianya yang terbilang cukup belia itu, Baekhyun harus tumbuh tanpa sentuhan tangan kedua orang tua. Ayah dan ibunya telah lama men...
