Perhatian!
Ini cerita pertama yang saya buat, tentunya akan ada banyak kekurangan serta kesalahan dalam penulisannya.
Semoga kalian berkenan untuk membaca sampai akhir, juga memberi kritik dan saran.
Selamat membaca ♡
_________
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, di dalamnya terdapat seorang pria yang sedang menyetir. Pria itu bersetelan jas yang kini sudah tidak rapi lagi, begitu juga dengan wajah tampannya yang terlihat sangat lelah.
Kondisi jalan saat ini lumayan lengang, pun cuaca malam yang cukup dingin ditambah setelah hujan deras setengah jam lalu, membuat rasa kantuk cepat datang dan badan ingin segera di balut selimut tebal.
CIIIIIIT.
"Shit!" Maki pria dalam mobil sembari menekan rem mobil dan berhenti.
'Hampir saja' batinnya.
"DUG" kali ini suara muncul dari belakang mobil, membuat pria yang hampir membuka pintu itu terpaku sepersekian detik, ia menoleh kebelakang sebentar lalu mengehelah napas kasar.
Kini pria itu sudah keluar dari mobil, di depannya terdapat seorang ibu-ibu pesepeda motor yang tadi berhenti secara mendadak yang membuatnya hampir menabrak bagian belakang motor ibu itu.
Ibu itu turun setelah membenarkan barang bawaannya lalu berjalan menuju pria tadi seraya meminta maaf dan menjelaskan.
"Ya ampun, Maaf mas, ibu ndak tau dibelakang ada mobil. Ibu reflek langsung berhenti karena belanjaan ibu jatuh yang untungnya masih di bagian bawah sepeda. Sekali lagi ibu minta maaf ya mas."
Jelas ibu itu seraya memohon sambil menangkupkan kedua tangannya.
Pria itu hanya bisa menghela napas panjang sembari mengangguk.
"Untungnya Ibu tidak kenapa-kenapa begitu juga dengan saya jadi tidak perlu dipikirkan, lebih baik Ibu kembali melanjutkan perjalanan dan hati-hati tentunya."
Ibu tersebut tersenyum lega dan berterima kasih, lalu berpamitan.
Kini beralih pada bagian belakang mobil. Benar saja di bagian belakang tepatnya sebelah kanan terdapat goresan, walaupun tidak panjang tapi tetap saja itu terlihat mengganggu dan yang pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit bila harus di perbaiki.
"Ma.. Maaf Pak saya tidak sengaja"
Ucap wanita itu sambil menunduk pasrah.
"Saya akan ganti kerusakannya, tapi saya belum ada uang. Jika boleh bapak bisa bawa KTP saya sebagai jaminan." Tuturnya takut-takut, saat melihat wajah pria di depannya.
"Haahhh" Sembari memijat pelipis pria itu tertawa hambar. Ia sudah lelah sebab urusan pekerjaan tadi dan sekarang harus dipusingkan dengan urusan mobil.
"KTP katamu? Memangnya aku rentenir? Aku sudah sangat lelah dengan apa yang terjadi, jadi lebih baik ganti dengan uang tunai sekarang juga. Bagaimanapun caranya". Pungkasnya.
" Tapi saya.. " Belum sempat wanita itu melanjutkan ucapannya, terdengar suara klakson mobil dari arah belakang dan langsung memakirkan mobilnya di depan mobil pria itu.
Tak lama kemudian pemilik mobil itu turun dan menuju ke arah kami.
"Adnan, what happen?" Tanyanya.
"She's broken my car, Dam" Jawabnya.
"So, how?" Tanyanya kembali.
Namun hanya mendapat gelengan sebagai jawabannya.
"Are you okay?" Kini pria yang di panggil Dam bertanya pada wanita itu.
"Saya gak papa, tapi mobil bapak ini lecet karena saya." Jawab wanita itu.
"Hah? Hahaha, look how she called you. bapak Adnan? Hahaha" Ejeknya kepada pria yang bernama Adnan itu.
"Shut up, jerk!" Sahutnya.
Wanita itu hanya meringis dan kembali berkata, "Maaf Pak tapi saya sedang tidak pegang banyak uang untuk sekarang jadi sa... Hoeek... Hoeek"
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, wanita itu tiba-tiba mual sambil memegangi mulut dan perutnya yang terlihat sedikit kesakitan.
"Oh My God. Hey, are you okay? Pekik pria yang di panggil Dam itu.
Wanita itu hanya mampu menjawab dengan gelengan, sembari ia mendudukkan diri pada bahu jalan. Kali ini tidak bisa ditahan lagi, walaupun merasa mual dan tidak minat makan, ia harus makan agar tidak muntah.
"Hey, kamu sedang pura-pura?" Tanya pria yang bernama Adnan itu. Sembari menyenderkan diri pada mobil dengan melipat kedua tangannya.
"Please itu gak akan mempan okay" Sambungnya lagi.
'Akhirnya' batin wanita itu.
Tanpa memperdulikan pertanyaan yang dilontarkan padanya, wanita itu malah memanggil tukang bakso yang kebetulan lewat.
"Bakso pak" Panggil Kiran sambil melambaikan tangannya.
Seketika kedua pria itu menoleh sesaat melihat gerobak bakso yang sudah berhenti di pinggir jalan dekat wanita itu.
"Seporsi ya pak" Pinta nya. Kemudian beralih pada kedua pria itu.
"Saya benar-benar minta maaf. Tapi saya tidak sedang berpura-pura karena dari siang tadi saya belum sempat makan dan baru sekarang.
Maaf kalau saya tidak sopan juga membuat kalian tidak nyaman dan salah paham." Jelas wanita itu.
"It's okay, bisa dimengerti lebih baik kamu makan dulu." Balas pria yang dipanggil Dam itu.
"Kalau gak keberatan bapak boleh sekalian ikutan makan bakso, saya yang traktir." Tawarnya.
"Thanks, tapi saya udah kenyang, dan mungkin Bapak Adnan gak keberatan." Jawab pria yang di panggil Dam itu diikuti tawa tipisnya.
Sebelum mendapatkan jawaban dari pria yang bernama Adnan, pria yang tadi dipanggil Dam mendekat ke arah Adnan dan kembali melanjutkan kalimatnya,
"oh anyway, you have to give her a chance. I think she can be trusted." Lanjutnya sambil menepuk-nepuk bahu Adnan seraya berpamitan pergi.
________
YOU ARE READING
Wonderful Day With You (Ongoing)
General Fiction"Aku akan selalu mengingatmu, mengingat kenangan indah kita, selamanya, hingga kita kembali bersama." Penasaran? langsung baca aja.
