Bab I Pertemuan

4 1 0
                                        


Disa melirik jam dinding di kamar nya, sudah pukul 02.00 pagi ternyata. Ia segera bangkit dari meja tempat dimana naskah-naskah terbaik yang sudah terbit, menutup laptop dan beranjak pergi menuju Kasur yang sudah menantinya sejak tadi, sesekali menguap sambil memikirkan tema menarik apa yang akan ia buat kali ini, setelah sebelum nya sudah 4 buku terbit dalam dua tahun terakhir.

Disa merebahkan tubuhnya, menarik selimut seakan ingin tenggelam didalamnya. Sama seperti biasanya, dia tidak pernah bisa memaksa matanya untuk masuk dan terlelap ke dalam mimpi meski berulang kali menciptakan imajinasi bahkan menerapkan perhitungan domba agar bisa cepat tertidur.

"ishhhh" pekik disa kesal membuka selimut sembari menyapu rambut nya yang sudah tak karuan

Disa beranjak bangun dan berusaha meraih hanphone miliknya di atas nakas.

"nanggung subuh deh" tuturnya sembari membuka aplikasi musik yang ada di hanphone nya. Memilih lagu james ingram untuk menjadi teman melamun nya malam ini.

Disa sering mendalami peran sebagai tokoh fiksi yang sedang dia buat, agar semua terasa lebih nyata dan mendapatkan feel untuk pembacanya. Kali ini dia harus berusaha memerankan sosok wanita yang sedang di rundung pilu teramat dalam .

Sembari mendengarkan lagu yang di putar secara acak, fikiran disa tiba-tiba terfokus pada rumah nenek yang sudah lama kosong, ia mendapat ide menarik jika membuat naskah disana menyatu dengan alam, dekat dengan warga maka semua akan terasa lebih nyata. Rencana ini di perkuat karena tema yang sedang disa buat kali ini berkaitan dengan alam dan warga lokal di sekitarnya

"besok minta ijin mamah deh" gumam nya

Adzan subuh terdengar sayup-sayup dari arah jendela kamar Disa, mengangkat tubuh meraih handphone untuk mematikan musik yang sedari tadi menemaninya, disa beranjak ke kamar mandi sembari mengikat rambutnya acak, mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah solat subuh.

...

Tidur pukul 05.00 pagi bangun pukul 08.00 sudah menjadi kebiasaan disa sejak menggeluti hobi yang kini menjadi pekerjaan untuk dia. Seselesainya mandi disa langsung bergegas merapihkan meja kerja yang semalam tak sempat dia rapihkan, menata beberapa kertas yang dia gunakan untuk corat-coret menuangkan imajinasi nya lewat sebuah gambar.

"disaa..." suara tak asing terdengar jelas dari luar kamar disa

"iya mahhh, kenapa?" teriak disa seolah membalas teriakan ibunya.

"mama masak telur balado lohh"lanjut mamah disa

Disa yang sedang asik merapihkan meja kerja nya sontak terhenti ketika ada kata telur balado, makanan kesukaannya, tapi jarang sekali di masak oleh mamah nya karna jika terlalu sering makan telur, disa pasti langsung bisul. Entah kenapa tubuhnya bertolak belakang sekali dengan makanan kesukaannya.

Di meja makan terlihat ayah disa dan kedua adiknya yang sedang melahap makanan, tidak mau kalah disa langsung menempatkan diri di samping dimas adiknya yang sudah lebih dahulu duduk di sana.

"mah, rumah nene itu ada yang nempatin ga sih?" tanya disa sembari terengah-engah karna makanan di mulutnya

"ga ada sih, tapi ada kang edo yang bersih-bersih disana" tutur mamah menerka-nerka kenapa anaknya menanyakan rumah nenek yang sudah kosong semenjak nenek meninggal

"mah disa mau ke rumah nenek yah, 1 bulan" tutur disa dengan muka polos dan melanjutkan suapan demi suapan nasi beserta telur balado kesukaannya itu

"1 bulan?" pernyataan disa hampir membuat makanan yang sedang di lahap mamahnya menyembur, dan nasib baik hanya tersedak

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Nov 01, 2022 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

flying togetherHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora