Jangan lupa follow dan cek profil aunty supaya kalian bisa baca cerita lainnya..
Selamat membaca,
'awas ada racun typo'
"Ren sayang, papa dan mama sudah memutuskan untuk kembali ke Indonesia." ujar seorang pria yang masih sangat tampan di usianya yang menginjak kepala 4 pada pemuda yang tengah fokus menatap layar televisi.
"Iya sayang, soalnya papa sudah menyetujui proyek di sana. Kamu tidak keberatan untuk ikut kan?" lanjutnya yang masih tidak bisa mengalihkan atensi anaknya.
Pria itu menghela nafasnya, lalu melirik kearah televisi. Apa anime detektif Conan lebih menarik di bandingkan ucapannya, dan istrinya mengelus lembut punggungnya tentu saja untuk menyemangatinya.
"Ren..." lirih wanita di samping pria tadi.
Mereka sedang berada di ruang keluarga setelah menyelesaikan acara makan malamnya, dan ingin memberitahukan pada putranya mengenai kepindahan mereka semua. Tapi putra satu-satunya mereka malah lebih fokus pada layar televisi di bandingkan keberadaan mereka berdua.
"Satu syarat." ucap pemuda tersebut yang langsung mendapat atensi kedua orang tuanya.
"Apa itu sayang?" kini wanita yang berstatus mama sambungnya bertanya dengan lembut.
"Mama tidak boleh kembali pada mereka." ujar pemuda yang di panggil Ren.
Namanya adalah Renziora Shion Denista, putra satu-satunya dari pasangan Riou Savaga Denista dan istrinya Annete Kiehlzan. Annete sendiri hanyalah mama sambung dari Ren, karena bundanya Ren meninggal saat melahirkannya.
Hanya sebuah status, itulah menurut Ren. Buktinya Ren sudah menganggap Annete sebagai mama kandungnya sendiri, mungkin karena mereka sudah bersama semenjak Ren berusia 10 tahun.
Ren sendiri tetap menjadi putra tunggal keluarga Denista karena Annete tidak bisa mengandung setelah divonis menderita kanker serviks, tapi sekarang sudah sembuh setelah melakukan pengobatan di negeri sakura Jepang.
Ya, saat ini mereka tinggal di Jepang. Setelah lebih dari 5 tahun tinggal di sana dan Riou itu sendiri adalah keturunan Indonesia-Jepang-amerika.
"Kamu tenang saja sayang, mama tidak akan kembali pada mereka jika kamu tidak mengijinkan." ucap Annete pada anak sambungnya.
"Ya sudah terserah kalian saja, Ren akan ikut. Pastikan saja semuanya sesuai dengan biasanya, dan kapan kita akan kesana?" kata Ren.
Ren memang berbicara dengan orang tuanya, tapi matanya tidak menatap mereka. Ia masih fokus menonton tv, melirik mereka saja tidak 😔.
"Secepatnya, apa kamu mau mengadakan acara perpisahan dulu dengan teman-temanmu karena mungkin kita akan menetap di sana dalam waktu yang lama?" ujar Riou, ia ingin di perhatikan anaknya tapi kenap terus di cuekin 😭.
Ren mengarahkan pandangannya pada Riou yang langsung tersenyum bahagia, bayangkan saja ada bunga bertabur Glitter di dekat pria dewasa itu karena mendapatkan perhatian dari Ren.
"Ren tidak punya teman." ucapnya dingin lalu kembali melihat tv.
Ok, Glitter dan bunga mendadak berguguran. Riou dan Annete menatap sendu kearah anak mereka, tidak bisa membayangkan seperti apa kehidupan sekolahnya. Karena Ren memang tidak pernah keluar untuk bermain atau berkumpul di tempat-tempat Instragramable seperti anak muda seusianya, Ren lebih suka menghabiskan waktunya dikamar untuk tidur.
YOU ARE READING
RENZIORA (Ongoing)
Teen FictionRen itu cuek, Ren itu manja, Ren itu tidak suka dibantah, Ren itu perfeksionis, Dan Ren mengidap Mysophobia. Hanya tentang Renziora Shion Denista, anaknya papa Riou Savaga Denista dan mama Annete Kiehlzan yang harus menjalani harinya di negara sang...
