Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.

Woona Gadis Lugu dan Pendiam

1 0 0
                                        

Part 1.

Woona adalah anak perempuan dari keluarga yang bisa di katakan mampu. Hanya karena dirinya pendiam dan lugu, kedua orang tua nya lebih menyayangi adik perempuannya bernama Aura. Tapi Woona tidak menghiraukan itu, karena bagi nya orang tua nya tetap sayang padanya. Woona bersekolah di salah satu SMA favorit Jakarta Utara. Ia lolos karena memiliki nilai terbaik dan IQ yang tinggi.

Sudah beberapa waktu kemudian, Woona selalu mendapatkan bullyan dari kakak kelas nya. Ntah kesalahan apa yang membuat dirinya tidak betah di sekolah itu. Tapi Woona takut di marahi papah nya jika ia melaporkan apa yang ia rasakan di sekolah nya.Woona harus bertahan walau ia serasa ingin mengakhiri hidupnya.

Woona memiliki sahabat bernama Viola. Viola selalu setia dan sedia untuk Woona. Walau kadang mereka sering berantem, Viola tau bahwa Woona lah teman terbaik nya.

Saat itu, Woona hampir celaka!! Woona pergi ke kelas sendirian saat yang lain sedang ngumpul di lapangan sekolah (olahraga). Woona izin pada guru nya untuk mengambil sesuatu. Saat persimpangan menuju kelas nya di lantai 2,ia tak sengaja menginjak sesuatu yg membuat kaki nya terluka. "𝘼𝙪𝙬𝙝" Woona kesakitan dan hampir terjatuh. Ia melihat kaki nya penuh kaca menancap, untung saja ada kakak kelas cowo yg tepat waktu menolong nya hampir terjatuh mencium kaca-kaca tersebut.

"Kamu gapapa?" Tanya si cowo itu pada Woona dgn ekspresi khawatir.

"Ahh iya gapapa kok. Duh!!" Balas Woona menahan sakitnya.

Si cowo itu pun dengan sigap menggendong Woona menuju UKS. Viola dan rekan lainnya yg melihat itu pun heran. Viola langsung mengejar mereka tanpa basa-basi dulu.Sampai di UKS, Woona tak tahan melihat darahnya mengucur deras. Viola yg syok melihat itu dari pintu, berteriak histeris. Ia langsung memeluk Woona ketakutan dan menangis.

"Kok bisa sih Na? Lo jalan pake mata kan?" Ucapnya gemeteran.

"Udah gapapa kok, kaca nya juga ga begitu banyak." Balas Woona santai.

"Ga banyak apa?!! Itu darah lo ngalir begitu." Lanjut Viola.

Si cowo menggelengkan kepala nya karena heran dgn tingkah Viola yang panikan. Viola tiba-tiba memarahi si cowo ini karena ia mengira pelaku nya.

"Lo kan yg udah nyelakai Woona?Ngaku deh lo!!" Ucap Viola dengan garang.

"Heh apa? Ngaco lu!! Udah baik gua tolongin dia. Enak aja lu nuduh-nuduh gua!!" Jawab si cowo itu emosi.

Viola terdiam dan berusaha menjernihkan pikirannya. Setelah mengobati Woona, guru BK datang ke UKS dgn wajah galak. Woona dan Viola ketakutan, mereka takut di marahi.

"Kamu kenapa Na?" Tanya guru BK dengan suara menggelegar.

"Eum.. Anu buk.. Saya... "

"Makanya lain kali kalau jalan itu lihat ke bawah. Jangan bikin panik satu sekolah!!" Lanjut guru BK malah memarahi Woona.

Woona sedih, dan ia berusaha berjalan dan pergi. Viola yang berusaha menahan Woona pun tak mampu, ia malah di tahan oleh guru BK nya. Apa guru BK nya punya dendam dengan Woona? Hingga ia malah memarahi  Woona saat ia terluka.

Saat di toilet sekolah, Woona menangis sejadi-jadi nya. Ia tak tau harus melakukan apa lagi. Karena ini ia sampai lupa diri. Woona berusaha melukai kepala nya dgn membenturkan kepala nya di dinding. Sudah terluka, membuat dirinya tak puas. Ia berlari ke lantai 5 sekolah nya. Tanpa berpikir panjang, ia menghela nafas nya lalu terjun dari lantai 5 tersebut. Semua orang berteriak ketakutan melihat aksi Woona itu.

Dan saat Woona sudah terkapar di bawah, ia tak dapat melihat sesuatu lagi. Bayangannya gelap dan pendengarannya pun mendenging kencang se akan ingin menusuk telinga nya itu. Jantung nya pun berdetak lebih kencang, membuat dirinya tak dapat merasakan nafas yg lega, lalu......

1 jam kemudian, itu adalah bayangan Rachel. Rachel terbangun tepat di posisi Woona terjatuh. Ia langsung duduk dan melihat suasana sekitar. Ternyata Rachel sempat pingsan karena ia terlalu lelah mengelilingi lapangan sekolah karena terlambat.

Viola datang menjemput Rachel di jam istirahat. Viola lalu memeluk Rachel karena ia trauma dgn kehilangan Woona.

"Untung lo bangun, gue takut banget" ucapnya sambil memeluk Rachel dan menangis.

Rachel yang masih kebingungan dengan mimpi nya itu, ia bertanya pada Viola. "Yang mati disini siapa?" Pertanyaan itu membuat Viola syok. Viola langsung gemeteran ketakutan. Rachel menatap tajam Viola, ia malah menebak bahwa Viola lah pelaku dari kematian Woona.

"Eum.. Anu.. Maksudmu apa?" Ucap Viola gugup.

"Gua nanya yg mati disini siapa? Tepat di posisi gua. Lo tau kan? Kenapa lo tiba-tiba datang meluk gua lalu menangis begini? Siapa dia??" Tanya Rachel semakin tegas.

Viola yg tak mampu menjawab langsung melarikan diri. Rachel bingung dgn sikap Viola, ia seperti meragukan atas kematian Woona.

Dia Itu AkuHistórias para pegar e não largar. Descubra agora