Hari ini tanggal 20 Juli 2021 Ares genap 18 tahun hidup di dunia yang menurutnya tidak menarik dari segi apapun. "Selamat datang 18 tahun" ucap Ares dengan senyuman tak Ter artikan
**
Alexa Vania : selamat bertambah umur Ares
Alexa Vania ia kekasih Ares, dia sudah tahu semua cerita kehidupan Ares. Dia penyemangat Ares terlebih Ares tidak mendapatkan perhatian khusus dari keluarga yang sudah berantakan, ayah dan ibu Ares sudah pisah sejak berumur 12 tahun. Ares tinggal bersama ayahnya yang sangat ia sayangi karena ibu nya tidak memedulikan dirinya lagi setelah mendapat keluarga baru.
**
Pagi hari di SMA Erlangga, ini akan menjadi hari yang tidak diharapkan oleh Ares. Ares baru saja duduk di bangku untuk menyiapkan pelajaran pertama.
Jam istirahat tiba
Murid-murid bergegas keluar kelas meramaikan lorong sekolah saat jam itu tiba
Alexa datang menuju kelas Ares, ia ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.
"Permisi.. Ares, bisa berbicara sebentar? " Tanya Alexa dengan raut wajah datar dan Ares pun menghampiri kekasihnya dengan senyum manis "apa yang ingin kamu bicarakan tuan putri?.." ucap Ares
"Maaf res, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita.." ucap lexa dengan menahan air matanya. "Kenapa tiba-tiba?" Ares menjawab dengan wajah bingung
"Aku akan pindah ke luar negeri, aku harap kamu bisa menerima nya.. maaf aku tidak bisa menepati janji kita dulu, semoga berbahagia res.." kalimat terakhir lexa sebelum dia pergi kembali ke kelas dengan tangisan kecil. Tanpa waktu lama Ares berlari ke rooftoop sekolah "AAARRGHHH.. KENAPAA DUNIA INI JAHAT BANGET SAMA GUE, KENAPA GUE GA PERNAH DAPET KEBAHAGIAAN SEDIKIT PUN DI DUNIA INII???!!..." teriak Ares mengeluarkan kekecewaan yang ia rasakan saat ini. Dengan kesal Ares mengambil tasnya di kelas lalu bergegas menuju gerbang sekolah tanpa menghiraukan guru dan teman sekeliling yang melihatnya, Ares yang melangkah keluar gerbang tanpa menghiraukan kendaraan lalu lalang dengan kecepatan tinggi.
BRAKKK
*seketika keheningan terjadi di depan gerbang, darah berceceran di jalan dengan teriakan murid yang melihat kejadian itu
"TOLONGG.. TOLONG... " teriak orang-orang.
"Aresss..." Ucap lexa berlari ke arah kerumunan yang melingkari kecelakaan itu.
Areskha Pratama suara terakhir yang ia dengar adalah tangis kecil Alexa yang tidak bisa ia dengar lagi, ini adalah kesedihan terdalam yang terakhir di rasakan Areskha Pratama.. dia tidak terselamatkan dari kecelakaan di depan gerbang.
**
ambulan tiba lalu membawa Ares ke rumah sakit, "Ayah tahu kamu kuat res.. jangan tinggalkan ayah sendiri.." ucap ayah kesayangan Ares.
2 jam berlalu.
"Maaf pa, kami sudah melakukan usaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa anak bapak.. tapi takdir berkata lain.. turut berdukacita dari pihak rumah sakit.." ucap dokter yang menangani Ares.
"Terimakasih dok.." ucap ayah dengan menahan rasa sedih yang sangat mendalam. "Kamu berhak bahagia di kehidupan baru mu.. selamat jalan kesayangan ayah" ucap ayah dengan senyuman air mata yang membasahi pipi pria tersebut.
**
Malam hari rumah Areskha di penuhi keluarga, guru, teman juga Alexa yang menangis melihat kekasih tersayang sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Aku harap kamu lebih berbahagia di dunia baru.. kamu tidak akan merasakan lagi kejahatan dunia ini.. aku menyayangimu Areskha Pratama.." ucap alexa dengan penuh air mata,pergi mengikhlaskan Areskha.
Tamat..
YOU ARE READING
Areskha
Short StoryKisah tentang seseorang yang sudah pasrah terhadap kehidupan yang ia jalani baik dalam keluarga bahkan kisah cinta diri nya sendiri. Areskha Pratama
